Oct 09, 2026
Olahraga

Van de Ven: Gol Pembuka dan Penalti Gagal di Final Super Cup

UDINE — Drama 120 menit plus adu penalti mewarnai final UEFA Super Cup 2025 antara Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain di Bluenergy Stadium, Udine, Italia, Rabu (13/8/2025) waktu setempat. Sko...

Van de Ven: Gol Pembuka dan Penalti Gagal di Final Super Cup

UDINE — Drama 120 menit plus adu penalti mewarnai final UEFA Super Cup 2025 antara Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain di Bluenergy Stadium, Udine, Italia, Rabu (13/8/2025) waktu setempat. Skor akhir 2-2 bertahan hingga waktu tambahan usai, dan PSG keluar sebagai juara lewat drama tos-tosan. Namun sorotan tajam mengarah ke satu nama: Micky van de Ven, bek tengah Tottenham yang mencetak gol pembuka namun gagal mengeksekusi penalti krusial di babak adu penalti.

Jalannya Pertandingan: Dominasi PSG, Efisiensi Tottenham

Sejak menit awal, PSG menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 63 persen berbanding 37 persen milik Tottenham. Starting XI asuhan pelatih Tottenham tampil dengan formasi 4-3-3, sementara PSG memakai 4-2-3-1 yang menempatkan trio lini serang sebagai ancaman konstan. Meski begitu, justru Tottenham yang membuka keunggulan lebih dulu.

Menit ke-23, Van de Ven melepaskan sundulan keras memanfaatkan sepak pojok dari sisi kanan. Bola menghujam gawang PSG setelah sebelumnya kiper lawan gagal mengantisipasi arah bola. Gol itu menjadi gol pembuka final dan membuat bek internasional Belanda tersebut menjadi pusat perhatian. Tottenham unggul 1-0 dan bertahan hingga turun minum.

Babak kedua berjalan berbeda. PSG meningkatkan intensitas, mencatatkan 18 shots dengan 7 shots on target, sementara Tottenham hanya mencatat 8 shots dan 3 shots on target. Menit ke-58, PSG menyamakan kedudukan lewat serangan balik cepat. Tottenham kembali memimpin menit ke-74 melalui serangan terorganisir, tetapi PSG memaksa laga berlanjut ke waktu tambahan dengan gol menit ke-88. Hingga peluit panjang babak tambahan, skor tetap 2-2.

Adu Penalti: Dari Pahlawan Menjadi Tragedi

Di babak adu penalti, Tottenham tampil tanpa keberuntungan. Lima eksekutor diturunkan, namun dua di antaranya gagal. Van de Ven, yang sebelumnya menjadi pahlawan lewat gol pembuka, menjadi salah satu yang mengeksekusi penalti. Tendangannya terbaca kiper PSG dan gagal bersarang di gawang. Ekspresi kecewa terpancar jelas dari wajah bek 24 tahun itu setelah peluit akhir ditiup. PSG menang dengan skor adu penalti 4-2.

Statistik mencatat Tottenham sebenarnya tampil disiplin dengan 4 kartu kuning dan tanpa kartu merah. Namun keputusan VAR yang menganulir satu peluang emas Tottenham di menit ke-81 akibat offside turut memengaruhi momentum. Kiper Tottenham tercatat melakukan 5 penyelamatan, tetapi tak cukup menahan laju PSG yang lebih tajam dalam penyelesaian akhir.

Performa Van de Ven: Terang dan Gelap dalam Satu Laga

Van de Ven menyelesaikan laga dengan catatan 1 gol, 3 intersep, dan 4 clearance. Kontribusinya dalam membangun serangan dari belakang juga tergolong tinggi dengan akurasi umpan 89 persen. Sayang, momen penalti menjadi noda dalam penampilannya malam itu. Dalam sepak bola, clean sheet memang tak terwujud, tetapi performa individual bek berkaki cepat itu tetap layak mendapat apresiasi.

Pelatih Tottenham dalam konferensi pers pasca pertandingan menyatakan,

"Kami kecewa dengan hasil ini, tapi saya bangga dengan perjuangan para pemain. Van de Ven menunjukkan mentalitas luar biasa sepanjang pertandingan. Penalti adalah lotere, dan malam ini kami tidak beruntung."

Dengan hasil ini, PSG menambah koleksi trofi Super Cup mereka, sementara Tottenham harus puas menjadi runner-up. Bagi Van de Ven, laga ini menjadi pelajaran berharga: dari pahlawan gol pembuka hingga eksekutor yang gagal. Sebuah roller coaster emosional yang hanya bisa dialami di panggung final Eropa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User