Trump Bercanda Usai Inggris Tersingkir, Kane Disorot
Skor akhir 1-2 untuk kekalahan Inggris di tangan Prancis pada perempat final Euro 2024 di Allianz Arena, Munich. Menit ke-18, Kylian Mbappé membuka keunggulan dengan tendangan melengkung dari luar ko...
Skor akhir 1-2 untuk kekalahan Inggris di tangan Prancis pada perempat final Euro 2024 di Allianz Arena, Munich. Menit ke-18, Kylian Mbappé membuka keunggulan dengan tendangan melengkung dari luar kotak penalti, assist dari Antoine Griezmann. Inggris membalas di menit ke-35 melalui sundulan Harry Kane memanfaatkan umpan silang Bukayo Saka. Namun, gol penentu Prancis datang di menit ke-72 via kaki Marcus Thuram setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Penguasaan bola Inggris unggul 58%-42%, tetapi shots on target hanya 3 dari 11 percobaan, berbanding 5 dari 8 milik Prancis. Starting XI Inggris memakai formasi 4-3-3, sementara Prancis 4-2-3-1.
Momen Kontroversial dan VAR
Menit ke-63, wasit memeriksa VAR setelah Harry Kane jatuh di kotak penalti akibat tekel Dayot Upamecano. Keputusan tetap penalti untuk Inggris? Tidak, wasit menganulir karena offside tipis pada posisi Kane saat menerima bola. Momen ini menjadi sorotan, apalagi Kane sebelumnya gagal mengeksekusi penalti di babak pertama jika diberikan. Statistik mencatat Kane hanya melepaskan 2 tembakan tepat sasaran sepanjang laga, jauh dari standar haus golnya. Kartu kuning diterima Declan Rice (42') dan Jude Bellingham (78') untuk Inggris, sementara Prancis hanya satu lewat Adrien Rabiot (55').
Donald Trump dan Kelakarnya di Resepsi FIFA
Presiden AS Donald Trump hadir dalam resepsi FIFA di Manhattan, New York, pada Jumat (17/7) dan melontarkan candaan pedas. "Saya lihat Inggris main seperti tim golf — banyak drive, sedikit finish!" ujar Trump disambut tawa. Ia juga menyoroti performa Harry Kane: "Kane hebat di Tottenham, tapi di timnas dia seperti pemain baseball? Banyak strike out!" Kelakar ini viral di media sosial, mengingat Trump dikenal gemar mengomentari sepak bola meski bukan penggemar berat. Namun, pelatih Inggris Gareth Southgate membalas dengan santun: "Kami respek pada Presiden Trump, tapi statistik bicara lain. Kane adalah top skor kami."
Analisis Taktik: Kegagalan Transisi Inggris
Formasi 4-3-3 Inggris kesulitan menembus blok rendah Prancis. Shots on target Inggris hanya 3, terendah sepanjang turnamen. Penguasaan bola memang tinggi di lini tengah, tetapi umpan-umpan terobosan sering dipotong. Kane, yang biasanya turun ke dalam, terlalu dalam sehingga ruang tembak sempit. Saka dan Foden hanya catat 1 dribel sukses masing-masing. Di sisi lain, Prancis memanfaatkan serangan balik cepat — Mbappé dan Thuram catat 4 tembakan tepat sasaran. Clean sheet gagal diraih Inggris karena kesalahan posisi John Stones di gol kedua. Kartu merah tidak ada, tapi offside terjebak 5 kali bagi Inggris.
Harry Kane Jadi Sorotan
Kapten Inggris Harry Kane menjadi pusat kritik setelah laga. Statistik menunjukkan ia hanya 32 sentuhan bola — paling sedikit di antara pemain starting XI. Peluang emas di menit ke-81, tendangan jarak dekatnya mampu ditepis Mike Maignan. Kane juga gagal memenangi duel udara (2 dari 6). Sejak pindah ke Bayern Munchen, ketajamannya menurun? Data musim ini di Bundesliga: 22 gol dari 30 laga, tapi di turnamen mayor hanya 3 gol dari 5 laga. "Saya bertanggung jawab. Harusnya saya bisa lebih baik," ujar Kane seusai laga. Southgate membelanya: "Tanpa Kane, kami tidak akan sampai sejauh ini." Tetapi kelakar Trump menyentuh titik lemah: benarkah Kane hanya jago di klub?
Dampak Kekalahan dan Masa Depan Inggris
Inggris tersingkir di perempat final — lebih buruk dari final Euro 2020 dan semifinal Piala Dunia 2022. Penguasaan bola yang dominan tidak berarti tanpa penyelesaian akhir. Statistik xG (expected goals) Inggris 1.8, namun hanya 1 gol. Sementara Prancis xG 2.1 dan 2 gol. Tercatat 3 kartu kuning untuk Inggris, termasuk untuk Bellingham yang frustrasi. Starting XI tidak berubah sejak awal turnamen, menuai kritik atas taktik Southgate yang dianggap terlalu bertahan dalam momen krusial. Resepsi FIFA yang dihadiri Trump menjadi pengingat bahwa sepak bola adalah panggung global, dan Inggris gagal tampil di momen besar.
Dengan kekalahan ini, Harry Kane mungkin akan mempertimbangkan masa depannya di timnas. Usianya 31 tahun, tetapi masih memiliki beberapa turnamen ke depan. Namun, jika statistik kegagalan penalti dan minim shots on target terus berlanjut, sorotan akan makin tajam. Sementara itu, Donald Trump pulang dengan senyum puas: "Saya bilang, Amerika bisa bermain sepak bola juga, tapi kita lebih suka menonton Inggris kalah!" candaannya ditutup dengan tepuk tangan meriah.
Statistik Akhir: Skor 1-2, Penguasaan Bola 58-42, Shots on Target 3-5, Kartu Kuning 3-1, Offside 5-2.
Comments (0)