Megawati Buka Suara Soal Awal Karier di Hillstate yang Penuh Keraguan
Megawati Hangestri Pertiwi mengungkapkan lika-liku perjalanan adaptasinya bersama klub voli profesional Korea Selatan, Hillstate. Pebola voli andalan Indonesia itu mengenang masa-masa sulitnya saat pe...
Megawati Hangestri Pertiwi mengungkapkan lika-liku perjalanan adaptasinya bersama klub voli profesional Korea Selatan, Hillstate. Pebola voli andalan Indonesia itu mengenang masa-masa sulitnya saat pertama kali menginjakkan kaki di markas tim, mengaku sempat dirundung rasa canggung yang mendalam sebelum akhirnya menemukan ritme permainan terbaiknya.
Awal Kedatangan yang Penuh Ragu
Perpindahan dari Jakarta ke Suwon membawa tantangan besar bagi Megawati. Bukan hanya soal taktik dan intensitas latihan, tetapi juga perbedaan budaya yang cukup mencolok. “Saya benar-benar merasa asing pada hari pertama. Jangankan bicara, untuk sekadar menyapa rekan setim saja saya masih malu-malu,” tutur Megawati mengenang. Pemain yang akrab disapa Megatron itu mengaku kesulitan berkomunikasi karena keterbatasan bahasa Korea. Sesi latihan awal lebih banyak diwarnai gestur tubuh dan senyuman kikuk ketimbang instruksi verbal yang lancar. Bahkan, ia sempat beberapa kali salah memahami arahan pelatih hingga membuat rekan setimnya tertawa kecil, yang justru memecah kekakuan suasana.
Namun, di balik rasa malu itu tersimpan tekad baja. Megawati menceritakan bagaimana ia memaksa diri untuk keluar dari zona nyaman. Setiap malam, ia menyempatkan waktu belajar kosakata dasar bahasa Korea, mulai dari sapaan hingga istilah-istilah teknis dalam voli. “Saya tidak mau canggung selamanya. Saya harus bisa ‘nyambung’ dengan tim, baik di dalam maupun di luar lapangan,” imbuhnya.
Dukungan Rekan Setim dan Adaptasi Bahasa yang Mengalir
Perlahan tapi pasti, tembok kecanggungan itu mulai runtuh berkat kehangatan para pemain Hillstate. Megawati menyebut nama beberapa senior yang secara aktif membantunya beradaptasi, mulai dari mengajaknya makan bersama hingga dengan sabar mengulangi instruksi pelatih dalam bahasa Inggris sederhana. Momen-momen kecil seperti bercanda di ruang ganti dan selebrasi poin bersama menjadi katalisator yang mempercepat proses adaptasi.
Secara teknis, pelatih kepala Hillstate, Kang Sung-hyung, juga memberikan pendekatan khusus. Pelatih asal Korea itu memahami potensi besar Megawati dan memilih untuk tidak terburu-buru memaksakan sistem permainan yang rumit. “Pelatih bilang ke saya, ‘satu langkah dulu, jangan langsung lari.’ Beliau banyak memberikan video analisis dan meminta saya fokus pada timing serta koneksi dengan setter,” kenang Megawati. Pendekatan personal ini membuatnya lebih percaya diri untuk mengekspresikan kemampuan naturalnya sebagai opposite hitter.
Perubahan Positif dan Performa Gemilang
Seminggu pertama yang penuh keraguan itu kini tinggal kenangan. Megawati mulai menunjukkan taringnya di lapangan. Statistik latihan mencatat peningkatan signifikan dalam akurasi spike dan blocking-nya. Dalam sesi internal game, ia beberapa kali menjadi top skor dan mendapat tepuk tangan meriah dari rekan setim. Kepercayaan diri yang tumbuh membuatnya lebih vokal di lapangan, bahkan sudah berani meneriakkan instruksi sederhana dalam bahasa Korea kepada rekan satu timnya.
Pelatih Kang mengaku puas dengan perkembangan anak asuhnya. “Dia punya bakat alami yang luar biasa. Begitu rasa malunya hilang, potensi sesungguhnya langsung terpancar,” puji sang pelatih. Kini, Megawati tidak hanya merasa nyaman, tetapi juga siap bersaing merebut posisi inti di starting six Hillstate untuk musim reguler yang akan datang.
Perjalanan adaptasi Megawati menjadi cerminan bahwa talenta besar memang butuh waktu untuk mekar. Dukungan lingkungan yang positif dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci. Dari yang semula hanya tersenyum malu-malu, kini pebola voli berusia 24 tahun itu menjelma menjadi sosok yang siap menggebrak Liga Voli Korea Selatan. Masa depan cerah telah menanti di Hillstate, dan Megawati Hangestri Pertiwi tampaknya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Comments (0)