Swiss Paksa Argentina Main Ekstra Time Usai Imbang 1-1
Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss harus berlanjut ke babak extra time setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam waktu normal 90 menit. Argentina sempat unggul lebih dulu...
Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss harus berlanjut ke babak extra time setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam waktu normal 90 menit. Argentina sempat unggul lebih dulu melalui gol Julian Alvarez pada menit ke-34, namun Swiss berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan Breel Embolo di menit ke-78 yang membuat pertandingan kembali terbuka lebar. Hasil ini memaksa sang juara bertahan untuk bekerja ekstra keras demi mengamankan tiket ke babak semifinal.
Pertandingan yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, ini menyajikan duel taktik yang menarik antara dua filosofi sepak bola yang berbeda. Argentina di bawah asuhan pelatih Lionel Scaloni tampil dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan penguasaan bola dan serangan terstruktur, sementara Swiss asuhan Murat Yakin memilih pendekatan 4-2-3-1 yang lebih pragmatis dengan transisi cepat sebagai senjata utama.
Babak Pertama: Dominasi Argentina Berbuah Gol Alvarez
Sejak menit pertama, Argentina langsung mengambil inisiatif serangan. Menit ke-7, Enzo Fernandez melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Swiss, Gregor Kobel. Statistik mencatat Argentina menguasai bola sebesar 62% di babak pertama dengan total 8 tembakan dan 3 shots on target.
Gol yang dinanti akhirnya datang pada menit ke-34. Berawal dari pergerakan cerdik Lautaro Martinez di sisi kiri pertahanan Swiss, ia mengirimkan umpan tarik yang disambut Julian Alvarez dengan tendangan first-time dari dalam kotak penalti. Bola meluncur deras ke pojok kanan bawah gawang Kobel tanpa bisa dijangkau. Assist dari Martinez itu menjadi yang keempat baginya sepanjang turnamen ini.
Swiss sendiri bukan tanpa peluang. Menit ke-28, sundulan Manuel Akanji dari situasi sepak pojok nyaris menyamakan kedudukan andai Emiliano Martinez tidak melakukan penyelamatan gemilang. Hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan Argentina tetap bertahan.
Babak Kedua: Swiss Bangkit dan Memaksa Extra Time
Memasuki babak kedua, Swiss tampil dengan intensitas yang berbeda. Mereka meningkatkan pressing dan lebih berani keluar menyerang. Hasilnya, penguasaan bola Argentina menurun menjadi 54% secara keseluruhan di akhir 90 menit, sementara Swiss mencatatkan 46% — peningkatan signifikan dari babak pertama.
Menit ke-56, Granit Xhaka nyaris mencetak gol penyama kedudukan lewat tendangan bebas yang membentur tiang gawang. Tekanan Swiss semakin intens, dan Argentina terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Scaloni merespons dengan memasukkan Giovani Lo Celso menggantikan Rodrigo De Paul pada menit ke-65 untuk menambah kreativitas di lini tengah.
Gol penyeimbang Swiss akhirnya tercipta pada menit ke-78. Sebuah skema sepak pojok yang dieksekusi Xhaka menghasilkan kemelut di kotak penalti Argentina. Bola hasil sapuan tidak sempurna dari Nicolas Otamendi jatuh ke kaki Breel Embolo yang dengan sigap menyundul bola melewati Emiliano Martinez. Gol ini menjadi yang ketiga bagi Embolo di Piala Dunia 2026, menjadikannya topskor sementara tim Swiss.
Setelah gol tersebut, pertandingan semakin sengit. Argentina berusaha kembali memimpin, namun pertahanan disiplin Swiss yang digalang Akanji dan Nico Elvedi mampu meredam setiap ancaman. Menit ke-88, tembakan jarak jauh Lionel Messi dari luar kotak penalti masih melambung tipis di atas mistar gawang. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya 90 menit, skor 1-1 tak berubah.
Statistik Kunci dan Catatan Pertandingan
Secara keseluruhan, Argentina mencatatkan 14 total tembakan dengan 5 shots on target, sementara Swiss melepaskan 9 tembakan dengan 3 tepat sasaran. Penguasaan bola akhir dimenangkan Argentina dengan 54% berbanding 46%. Jumlah operan sukses Argentina mencapai 487 dibanding Swiss yang mencatatkan 364 operan sukses.
Disiplin pertahanan Swiss patut diacungi jempol. Mereka mencatatkan 19 clearances dan 4 blok tembakan, menunjukkan betapa solidnya lini belakang mereka dalam meredam agresivitas La Albiceleste. Kartu kuning diberikan kepada Remo Freuler pada menit ke-41 dan Cristian Romero pada menit ke-62, menambah tensi pertandingan yang sudah tinggi.
"Kami tahu ini akan menjadi laga yang sulit. Swiss adalah tim yang terorganisir dengan sangat baik. Kami memiliki peluang untuk menang di 90 menit, tapi sekarang kami harus fokus ke extra time. Tim ini punya mentalitas juara," ujar Lionel Scaloni dalam wawancara singkat sebelum babak tambahan dimulai.
Dengan hasil ini, pertandingan akan dilanjutkan ke babak extra time 2x15 menit. Argentina harus mencari gol kemenangan jika tidak ingin pertandingan ditentukan lewat adu penalti. Sementara Swiss berpeluang menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan juara bertahan. Mampukah Argentina mempertahankan gelar, ataukah Swiss yang akan menulis sejarah baru di Piala Dunia 2026?
Baca juga:
Comments (0)