Mikel Merino Kembali Jadi Penentu, Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026

AR-RAYYAN — Spanyol memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor tipis 1-0 dalam laga perempat final yang berlangsung di Ahmad bin Ali Stadium, Sabtu (11/7)...

Mikel Merino Kembali Jadi Penentu, Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026

AR-RAYYAN — Spanyol memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor tipis 1-0 dalam laga perempat final yang berlangsung di Ahmad bin Ali Stadium, Sabtu (11/7). Sebuah sundulan presisi gelandang tengah Mikel Merino pada menit ke-78 menjadi pembeda di tengah pertarungan sengit dua raksasa Eropa. Kemenangan ini menegaskan reputasi Merino sebagai aset paling berharga La Roja dalam perjalanan mereka merebut bintang kedua.

Dominasi Penguasaan Bola yang Tak Membuahkan Gol di Babak Pertama

Sejak peluit kick-off, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan lewat formasi 4-3-3 andalan pelatih Luis de la Fuente. Trio lini depan Lamine Yamal, Alvaro Morata, dan Nico Williams terus menekan pertahanan tiga bek Belgia yang dikomandoi Wout Faes. Statistik mencatat penguasaan bola Tim Matador mencapai 63 persen pada paruh pertama, dengan 8 tembakan dilepaskan dan 3 di antaranya tepat sasaran. Sayangnya, penyelesaian akhir kerap kandas di kaki kiper Thibaut Courtois yang tampil gemilang di bawah mistar Belgia.

Belgia yang mengandalkan skema 3-4-2-1 sesekali mengancam lewat serangan balik cepat. Kevin De Bruyne mengirimkan umpan terobosan matang kepada Romelu Lukaku pada menit ke-34, tetapi tendangan sang striker masih menyamping tipis di sisi kiri gawang Unai Simon. Sepanjang 45 menit pertama, anak asuh Domenico Tedesco hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran dari total tiga percobaan. Soliditas bek tengah Pau Torres dan Aymeric Laporte menjadi kunci yang meredam agresivitas lini depan The Red Devils.

Gol Tunggal Merino dan Kejelian Taktik Spanyol di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat. De la Fuente memasukkan Pedri pada menit ke-63 untuk menambah kreativitas di lini tengah. Keputusan itu berbuah manis pada menit ke-78. Berawal dari skema sepak pojok pendek yang dieksekusi Pedri, bola dialirkan ke sisi kiri kepada Nico Williams. Williams melepaskan umpan silang melengkung ke tiang jauh, dan di sana Merino melompat lebih tinggi dari Amadou Onana untuk menyundul bola ke pojok kanan atas gawang Courtois. Gol ini tidak hanya memecah kebuntuan, tetapi juga mengubah total ritme permainan.

Merino, yang tercatat melakukan 2 tembakan dan 1 tepat sasaran, kembali menunjukkan insting mencetak gol dari lini kedua. Selama turnamen, gelandang milik Arsenal itu telah mengoleksi tiga gol, semuanya tercipta di fase gugur—sebuah angka yang mengonfirmasi ketajamannya di momen-momen krusial. Assist dari Williams menjadi assist ketiganya di Piala Dunia ini, menempatkannya sebagai salah satu kreator sayap paling produktif bersama Lamine Yamal.

Setelah tertinggal, Belgia mencoba merespons dengan memasukkan Charles De Ketelaere dan Jeremy Doku. Namun, tekanan mereka gagal menghasilkan gol balasan karena disiplinnya lini belakang Spanyol. Hingga peluit panjang ditiupkan, skor 1-0 tetap bertahan. Timnas Belgia harus pulang dengan hanya membukukan 2 shots on target dari total 7 percobaan, berbanding 6 shots on target milik Spanyol dari 15 tembakan.

Mikel Merino: Dari Pencetak Gol Krusial Menjadi Kartu AS La Roja

Bukan kali ini saja Merino menjadi penyelamat Spanyol di Qatar 2026. Pada babak 16 besar melawan Kroasia, ia juga mencetak gol penentu di menit ke-105 yang mengakhiri perlawanan Luka Modric dan kawan-kawan lewat kemenangan 2-1. Kemampuannya datang dari kedalaman lini tengah untuk menyelesaikan peluang membuatnya dijuluki "Kartu AS" oleh media Spanyol, meski pelatih De la Fuente lebih suka menyebutnya sebagai "gelandang serbabisa dengan naluri penyerang murni".

Secara statistik, peran Merino kian krusial. Di laga melawan Belgia, ia mencatat akurasi oper 91 persen (47 dari 52 operan sukses), memenangi 4 duel udara dari 6 percobaan, serta melakukan 2 intersep dan 1 tekel bersih. Kontribusi defensifnya di area tengah menjadi fondasi keseimbangan Spanyol yang sering terlihat terlalu ofensif. "Dia adalah mimpi setiap pelatih. Bisa bertahan seperti gelandang bertahan, tapi mencetak gol seperti striker. Hari ini, dia kembali menunjukkan mengapa kami selalu mempercayainya di starting XI," puji De la Fuente dalam konferensi pers usai pertandingan.

Kutipan itu punya dasar. Merino menjadi pemain Spanyol pertama yang mencetak tiga gol dalam dua laga fase gugur Piala Dunia berturut-turut sejak Fernando Torres di 2010. Selain itu, sundulannya ke gawang Belgia membuat ia kini sejajar dengan David Villa sebagai pencetak gol terbanyak Spanyol di satu edisi Piala Dunia melalui sundulan (2 gol). Data dari FIFA+ menunjukkan, Spanyol kini telah mencatat 4 clean sheet dalam 5 pertandingan, sebuah bukti bahwa kombinasi serangan mematikan dan pertahanan kokoh masih jadi formula terbaik mereka.

Jalan Menuju Final: Semifinal Berat Menanti

Dengan hasil ini, Spanyol melaju ke semifinal untuk menghadapi pemenang laga Brasil versus Portugal yang akan bergulir malam ini. Jika Brasil yang menang, La Roja akan berhadapan dengan tim yang memiliki rekor tak terkalahkan dalam 18 laga terakhir di Piala Dunia. Sementara itu, Portugal juga punya ancaman lewat ketajaman Rafael Leao yang sudah mengemas 4 gol.

Terlepas dari siapa lawannya, kehadiran Mikel Merino sebagai pahlawan dadakan jelas menjadi kekuatan mental tambahan bagi skuad muda Spanyol. "Kami belum memenangkan apa pun. Tapi dengan semangat seperti ini, kami yakin bisa melangkah lebih jauh. Saya hanya ingin terus membantu tim dengan cara apa pun," ujar Merino dengan rendah hati. Namun bagi dunia, ia sudah menjelma menjadi simbol harapan baru Spanyol—sebuah kartu AS yang terus dikeluarkan di momen paling tepat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User