Oct 15, 2026
Olahraga

STY Kejar Rekor 14 Laga Tak Terkalahkan Thomas Doll di Persija

Jakarta — Shin Tae Yong menorehkan catatan impresif bersama Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu kini mengoleksi 13 pertandingan beruntun tanpa kekalahan di ajang Liga 1, sebuah rentetan ...

STY Kejar Rekor 14 Laga Tak Terkalahkan Thomas Doll di Persija

Jakarta — Shin Tae Yong menorehkan catatan impresif bersama Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu kini mengoleksi 13 pertandingan beruntun tanpa kekalahan di ajang Liga 1, sebuah rentetan yang membuat Macan Kemayoran bertengger kokoh di papan atas klasemen. Satu laga lagi, dan ia akan menyamai rekor legendaris Thomas Doll yang pernah membawa Persija tak terkalahkan dalam 14 pertandingan beruntun pada periode 2018-2019.

Jalur Tak Terkalahkan STY dan Statistik Pendukung

Rentetan positif ini bukan kebetulan. Sejak mengambil alih kursi pelatih, STY menerapkan formasi 4-3-3 dengan pressing tinggi dan transisi cepat. Data menunjukkan penguasaan bola Persija rata-rata mencapai 58 persen dalam 13 laga tersebut, dengan shots on target menembus angka 6,2 per pertandingan. Lini belakang pun tampil disiplin: enam clean sheet tercipta, termasuk kemenangan 2-0 atas Madura United dan kemenangan tipis 0-1 di kandang PSIS Semarang.

Menit ke-67 pada laga terakhir melawan Barito Putera menjadi contoh konkret. Berawal dari high press gelandang bertahan, bola direbut di area tengah, lalu disalurkan ke sayap kanan. Umpan silang datar menemui striker, yang dengan tenang menuntaskan peluang menjadi gol. Skor akhir 2-1, dan STY kembali mengukir satu laga tanpa kalah.

Membandingkan Rentetan STY dengan Era Thomas Doll

Rekor Thomas Doll menjadi tolok ukur karena ia bukan hanya menghindari kekalahan, tetapi juga menampilkan sepak bola menyerang yang atraktif. Bersama Doll, Persija sempat mencetak rata-rata 1,9 gol per laga selama 14 pertandingan tak terkalahkan. Menariknya, STY memiliki potensi melampaui capaian tersebut. Dalam 13 laga terakhir, Persija mencetak 28 gol atau rata-rata 2,15 gol per pertandingan, lebih produktif dibanding era Doll.

Perbedaan pendekatan taktik menjadi kunci. Doll mengandalkan build-up pendek dari belakang dengan penguasaan bola sabar. STY lebih vertikal: begitu merebut bola, ia menginstruksikan operan langsung ke ruang kosong. Bek tengah dan bek sayap dituntut aktif naik membantu serangan, sehingga jumlah assist dari lini belakang pun meningkat. Tercatat sembilan assist lahir dari bek sayap selama periode ini, kontribusi yang jarang terjadi di era sebelumnya.

Bahkan, dalam beberapa laga krusial, STY berani mengubah formasi menjadi 3-4-2-1 saat menghadapi tim yang bermain rapat. Fleksibilitas ini membuat lawan sulit membaca pola serangan Persija. Wasit pun beberapa kali harus berurusan dengan VAR untuk memastikan gol, namun tak ada keputusan yang merugikan tim ibu kota secara signifikan.

Tantangan Terdekat dan Peluang Menyamai Rekor

Peluang menyamai rekor Thomas Doll bergantung pada laga selanjutnya melawan PSM Makassar, tim yang dikenal solid di lini belakang. PSM musim ini mencatatkan penguasaan bola 51 persen dan baru kebobolan 12 gol. Namun, Persija punya modal kepercayaan diri tinggi, terutama karena bermain di hadapan pendukung sendiri.

Jika berhasil melewati laga itu tanpa kalah, STY akan menyamai capaian Doll. Satu pertandingan setelahnya, ia bahkan bisa melewatinya dan mencetak rekor baru sebagai pelatih asing dengan rentetan tak terkalahkan terpanjang di Liga 1 modern.

"Rekor bukan target utama. Fokus kami adalah performa dan progres pemain. Jika hasil positif datang, itu bonus," ujar STY dalam sesi konferensi pers, tanpa mengurangi rasa hormatnya terhadap pencapaian Thomas Doll.

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menyadari bahwa konsistensi adalah hal tersulit. Ia menekankan pentingnya rotasi pemain untuk menjaga kebugaran, terutama dengan jadwal padat. Beberapa pemain muda mendapat menit bermain, sementara pemain senior tetap menjadi tulang punggung.

Yang perlu diwaspadai, kartu kuning mulai menumpuk di barisan gelandang. Tiga pemain kunci sudah mengoleksi tiga kartu, artinya mereka berisiko absen dalam satu laga. Manajemen rotasi STY akan diuji di sisa putaran pertama.

Jika mampu menjaga momentum, bukan tidak mungkin Persija kembali mengangkat trofi. Kombinasi kedalaman skuad, taktik adaptif, dan mentalitas juara membuat Macan Kemayoran dijagokan. Semua mata kini tertuju pada laga berikutnya: akankah STY menyamai rekor Thomas Doll, atau justru terpeleset sebelum garis akhir?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User