Spanyol Tumbangkan Belgia 3-2 di Perempat Final Piala Dunia 2026

Perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Belgia di SoFi Stadium, Los Angeles, tuntas dengan kemenangan dramatis 3-2 untuk La Roja. Gol kemenangan dicetak oleh Pedri pada menit ke-89 melalui ...

Spanyol Tumbangkan Belgia 3-2 di Perempat Final Piala Dunia 2026

Perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Belgia di SoFi Stadium, Los Angeles, tuntas dengan kemenangan dramatis 3-2 untuk La Roja. Gol kemenangan dicetak oleh Pedri pada menit ke-89 melalui sepakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak terjangkau Thibaut Courtois. Laga ini menyajikan lima gol, intervensi VAR, kartu merah, dan momentum yang berubah-ubah sepanjang 90 menit.

Babak Pertama: Dominasi Spanyol dan Balasan Cepat

Spanyol langsung menggebrak sejak menit awal. Formasi 4-3-3 dengan trio Pedri, Rodri, dan Gavi di lini tengah mendikte ritme permainan. Pada menit ke-8, Lamine Yamal mengirim umpan terobosan akurat ke ruang kosong yang dihuni Alvaro Morata. Striker Atletico Madrid itu melepaskan tembakan rendah mendatar ke pojok kiri gawang – skor 1-0. Spanyol terus menekan dan mendapatkan gol kedua di menit ke-22. Pedri menusuk dari lini kedua, mengirim assist tarik kepada Nico Williams yang menyambut bola dengan tendangan first-time tanpa bisa dihentikan Courtois. Penguasaan bola Spanyol sempat mencapai 65% dan mereka mencatatkan 7 shots on target di babak pertama.

Belgia yang bermain dengan formasi 3-4-2-1 perlahan menemukan celah melalui serangan balik cepat. Menit ke-45+1, wasit menghentikan laga untuk meninjau insiden bola terkena tangan Robin Le Normand di kotak terlarang. Setelah pemeriksaan VAR, penalti diberikan untuk Belgia. Romelu Lukaku maju sebagai eksekutor dan menaklukkan Unai Simon dengan sepakan keras ke sudut kanan atas, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 tepat sebelum turun minum.

Babak Kedua: Kebangkitan Belgia dan Kartu Merah Krusial

Belgia memulai babak kedua dengan intensitas tinggi. Menit ke-56, Jeremy Doku melakukan akselerasi melewati Dani Carvajal di sisi kiri, lalu mengirim operan pendek kepada Kevin De Bruyne. De Bruyne mengembalikan bola dengan cerdik, dan Doku menyambar di tiang dekat – gol! Skor berubah imbang 2-2. Belgia hampir berbalik unggul pada menit ke-63 melalui sundulan Lukaku memanfaatkan umpan silang Yannick Carrasco, tetapi Unai Simon melakukan penyelamatan spektakuler dengan menepis bola ke atas mistar.

Momentum berubah drastis pada menit ke-78. Amadou Onana, yang sudah mengantongi kartu kuning pertama, melanggar Pedri dengan tekel keras di tengah lapangan. Tinjauan VAR mengonfirmasi pelanggaran tersebut, dan wasit memberikan kartu kuning kedua sekaligus kartu merah. Belgia harus melanjutkan laga dengan 10 pemain. Situasi ini dimanfaatkan Spanyol yang langsung meningkatkan tekanan. Statistik menunjukkan Spanyol menciptakan 4 peluang emas di kotak penalti setelah keunggulan jumlah pemain.

Gol Penentu Pedri dan Taktik Kemenangan Spanyol

Menit ke-89, skema umpan pendek khas Spanyol membuahkan hasil spektakuler. Pedri, yang tidak terkawal ketat setelah masuknya Sergio Busquets sebagai pemain pengganti, menerima operan di depan kotak penalti. Ia melepaskan tendangan melengkung indah ke sudut kiri atas gawang Courtois yang tak mampu dijangkau. Gol ini memastikan Spanyol unggul 3-2 sekaligus mengamankan tiket ke semifinal.

Secara keseluruhan, Spanyol mencatat penguasaan bola 62% berbanding 38%, total shots 16-10, dan shots on target 9-5. Rodri menjadi jangkar lini tengah dengan akurasi umpan 93% dan 12 recoveries. Di kubu Belgia, De Bruyne tampil impresif dengan 4 umpan kunci, 3 crossing akurat, dan satu assist, meski harus menerima kekalahan pahit. Kartu merah Onana menjadi titik balik yang merugikan rencana Roberto Martinez. Stabilitas formasi Belgia runtuh, sementara Spanyol di sisi lain memaksimalkan keunggulan jumlah pemain dengan mengirim bola-bola ke sayap dan mengeksploitasi celah di pertahanan lawan.

"Kami menunjukkan karakter setelah sempat kehilangan kendali di babak kedua. Gol Pedri layak menjadi penentu karena ia bekerja luar biasa sepanjang laga. Sekarang fokus kami adalah semifinal," ujar Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Pedri dinobatkan sebagai pemain terbaik laga dengan kontribusi satu gol dan satu assist, serta statistik tiga dribel sukses dan 86% umpan akurat di sepertiga akhir lapangan. Lamine Yamal juga layak diapresiasi karena assist pembuka dan pergerakannya yang terus merepotkan lini pertahanan Belgia. Spanyol kini menatap semifinal dengan percaya diri, sementara Belgia harus pulang meski telah memberikan perlawanan sengit hingga menit akhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User