Airlangga Hartarto Tutup Turnamen Golf AEI 2026: Jalinan Silaturahmi Pasar Modal
Minggu (12/8/2026), Sentul Highlands Golf Club menjadi saksi penutupan gelaran Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Golf Tournament 2026. Cuaca cerah dengan angin sepoi menyambut peserta sejak pukul 6.00 W...
Minggu (12/8/2026), Sentul Highlands Golf Club menjadi saksi penutupan gelaran Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Golf Tournament 2026. Cuaca cerah dengan angin sepoi menyambut peserta sejak pukul 6.00 WIB. Hiruk pikuk pagi itu diwarnai coffee break ringan sebelum tee-off dimulai, menandakan atmosfer kompetisi yang penuh keakraban. Turnamen yang mempertemukan ratusan pegiat pasar modal ini resmi ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan menekankan pentingnya kegiatan silaturahmi untuk memperkokoh ekosistem industri.
Turnamen tahun ini diikuti oleh lebih dari 240 peserta yang terdiri dari pimpinan emiten anggota AEI, bank investasi, manajer investasi, sekuritas, hingga regulator. Dengan format 18-hole stroke play, persaingan berlangsung sengit sejak pagi hingga sore. Hadirnya Menko Perekonomian tidak sekadar seremoni. Airlangga ikut bermain bersama beberapa pimpinan emiten dan menyempatkan diskusi santai di green course hole 9, membahas isu perekonomian global terkini serta dampaknya terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Silaturahmi sebagai Perekat Ekosistem
Airlangga Hartarto dalam sambutannya menyatakan bahwa golf bukan sekadar olahraga, melainkan medium pertemuan yang efektif. "Ini bagian dari silaturahmi lingkungan pasar modal. Di sini semua pihak bisa saling berdiskusi, bertukar pandangan, dan membangun kepercayaan," ujar Airlangga. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara emiten, regulator, dan investor sangat krusial dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia.
Ketua Umum AEI, Armand W. Hartono, menyebut turnamen ini sebagai agenda rutin yang dinantikan. "Antusiasme peserta terus meningkat setiap tahun. Ini membuktikan bahwa pendekatan informal seperti golf mampu mencairkan sekat formalitas dan menghasilkan relasi bisnis yang lebih solid," kata Armand.
Adu Akurasi di Lapangan Hijau
Setelah melalui pertandingan penuh taktik, sejumlah nama berhasil mencatatkan skor terbaiknya. Di kategori Best Gross Overall, trofi diraih oleh Andrianto Setyawan dengan total pukulan 73, satu di bawah par. Sementara itu, juara Best Nett Overall disabet oleh Riana Dewi, yang membukukan nett 67,1. Riana, seorang direksi emiten perbankan, tampil konsisten dengan handicap 14. Kategori lain seperti Longest Drive dimenangkan oleh Bobby Hartanto dengan pukulan sejauh 285 meter, sementara Nearest to Pin di hole 17 direbut oleh Dian Prasetyo yang bola pendaratannya hanya berjarak 1,2 meter dari pin.
Selain juara utama, panitia juga mengalokasikan hadiah untuk hole-in-one di hole 7 yang berhadiah mobil listrik. Sayang, tidak ada yang berhasil mendaratkan bola langsung ke lubang dari tee box. Hadiah lainnya meliputi bola golf premium, jam tangan, dan alat investasi.
Dari perspektif teknis, hole 12 par-3 sepanjang 165 yard menjadi titik kritis yang banyak memakan birdie sekaligus bogey. Angin pagi yang menantang memaksa pemain menghitung presisi club selection dengan cermat.
Pesan Optimisme untuk Pasar Modal
Tak hanya aspek olahraga, turnamen ini juga dimanfaatkan untuk menyemai optimisme. Di sela-sela acara, Airlangga kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga iklim investasi. "Pemerintah terus mendorong deregulasi dan simplifikasi perizinan. Pasar modal kita harus lebih dalam dan likuid agar dapat menopang pendanaan bagi dunia usaha," tandasnya. Seorang peserta dari perusahaan sekuritas, yang enggan disebutkan namanya, mengaku mendapatkan insight berharga. "Dari obrolan di lapangan, saya dapat gambaran bahwa beberapa emiten properti sedang mempersiapkan aksi korporasi besar. Komunikasi seperti ini jarang terjadi di rapat formal," katanya.
Menyambut pernyataan itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang hadir, Iman Rachman, menyatakan kesiapan BEI untuk mempercepat digitalisasi perdagangan dan menambah jumlah instrumen derivatif. "Kami berharap sinergi yang terjalin melalui forum seperti ini akan memicu lebih banyak aksi korporasi dan IPO di kuartal IV tahun ini," ujar Iman.
Dengan penutupan turnamen, para peserta meninggalkan lapangan dengan membawa koneksi baru dan semangat kolaborasi. AEI Golf Tournament 2026 sukses menjadi ajang yang memadukan olahraga dengan strategi bisnis, mempertegas bahwa hubungan personal adalah aset tak ternilai dalam dinamika pasar modal. Panitia memastikan turnamen serupa akan kembali digelar tahun depan dengan konsep yang lebih segar.
Baca juga:
Comments (0)