Oct 12, 2026
Olahraga

Spanyol Juara Euro 2024, Gelar Keempat Pecahkan Rekor

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Inggris di Olympiastadion, Berlin, menutup drama Euro 2024. La Roja kini mengoleksi empat gelar juara Eropa, menjadikannya tim tersukses dalam sejarah turnamen ini, u...

Spanyol Juara Euro 2024, Gelar Keempat Pecahkan Rekor

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Inggris di Olympiastadion, Berlin, menutup drama Euro 2024. La Roja kini mengoleksi empat gelar juara Eropa, menjadikannya tim tersukses dalam sejarah turnamen ini, unggul dari Jerman yang mengoleksi tiga trofi. Gol penentu lahir dari kaki Mikel Oyarzabal pada menit ke-86, memanfaatkan umpan terobosan cerdas di ruang sempit pertahanan Inggris.

Jalannya Pertandingan: Duel Taktik Dua Formasi

Sejak wasit meniup peluit kick-off, kedua tim langsung memperlihatkan identitas permainannya. Spanyol yang tampil dengan formasi 4-3-3 mengandalkan sirkulasi bola cepat melalui trio gelandang, sementara Inggris yang mengusung 4-2-3-1 lebih sabar membangun serangan dari lini belakang. Menit ke-11, Nico Williams nyaris membuka keunggulan lewat tendangan kaki kanan dari sisi kiri kotak penalti, tetapi bola masih melebar tipis di sisi gawang.

Statistik babak pertama mencatat Spanyol menguasai penguasaan bola 63 persen dengan empat shots on target, sedangkan Inggris hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran. Meski demikian, lini pertahanan Inggris yang digalang John Stones dan Marc Guehi beberapa kali berhasil memblokir umpan silang berbahaya. Peluang terbaik Inggris justru datang di menit ke-45+1 melalui sundulan yang masih bisa ditepis kiper Unai Simón.

Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat drastis. Menit ke-47, Lamine Yamal melepaskan umpan tarik yang tak disangka-sangka. Bola bergulir cepat dan disambar Nico Williams dengan tendangan mendatar ke sudut kanan bawah gawang. Skor 1-0 untuk Spanyol, dan gol itu tercatat berawal dari kombinasi dua pemain muda yang total usianya belum genap 40 tahun.

Balasan Inggris dan Momen Menentukan Menit ke-86

Inggris tak tinggal diam. Pelatih mereka memasukkan penyerang tambahan untuk mengubah skema menjadi 4-3-3 yang lebih agresif. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-73. Cole Palmer, yang masuk dari bangku cadangan, melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang mengelabui Simón. Skor imbang 1-1, dan pertandingan kembali terbuka.

Sejak menit itu, penguasaan bola berimbang di angka 50-50. Spanyol tercatat melepaskan total 16 tembakan sepanjang pertandingan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang, sementara Inggris mengoleksi sembilan tembakan dan tiga shots on target. Satu pelanggaran di area pertahanan Inggris yang sempat diperiksa lewat VAR pada menit ke-80 tidak berujung penalti karena bek Inggris dinilai lebih dulu menyentuh bola.

Momen krusial hadir saat pertandingan tampak menuju perpanjangan waktu. Menit ke-86, umpan matang dari sisi kanan penyerangan Spanyol menemukan Oyarzabal yang berlari masuk dari lini kedua. Penyerang pengganti itu menyapu bola dengan kaki kanan dari jarak dekat, mengecoh kiper Jordan Pickford yang sudah bergerak ke arah berlawanan. Skor 2-1, dan Olympiastadion seketika bergemuruh dengan sorakan pendukung La Roja.

"Kami tahu laga ini tidak akan mudah. Inggris tim yang sangat terorganisir, tetapi para pemain percaya pada rencana kami sampai menit terakhir. Gol Oyarzabal adalah buah dari kesabaran dan disiplin posisi," ujar pelatih Spanyol dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.

Clean Sheet yang Gagal, Dominasi yang Tetap Terjaga

Meski gagal mencatat clean sheet di laga final, kiprah Spanyol sepanjang turnamen tetap layak diacungi jempol. Mereka tercatat sebagai tim dengan jumlah gol terbanyak dan menjadi satu-satunya peserta yang menyapu bersih seluruh pertandingan fase gugur tanpa kekalahan. Inggris sendiri harus puas dengan posisi runner-up, mengulang capaian pahit tiga tahun lalu.

Dari sisi disiplin, laga final berjalan relatif bersih. Wasit hanya mengeluarkan tiga kartu kuning dan tidak ada kartu merah sepanjang 90 menit. Tidak ada gol yang dianulir karena offside, meski beberapa kali jebakan offside Spanyol hampir membahayakan pertahanan mereka sendiri.

Kemenangan ini menegaskan siklus baru sepak bola Spanyol. Perpaduan pemain senior berpengalaman dan talenta muda seperti Lamine Yamal serta Nico Williams membuat La Roja kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di pentas Eropa maupun dunia. Bagi Inggris, pertanyaan soal mentalitas di laga puncak kembali mengemuka. Dengan empat gelar di ajang Euro, Spanyol kini berdiri di puncak klasemen sejarah turnamen, sebuah pencapaian yang akan sulit dikejar tim mana pun dalam waktu dekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User