Skor Akhir Final Piala Dunia 2026: Argentina Kalahkan Spanyol 2-1

Skor akhir: Argentina 2-1 Spanyol. Final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, New Jersey, pada Minggu 20 Juli 2026 berakhir dengan salah satu malam paling dramatis dalam s...

Skor Akhir Final Piala Dunia 2026: Argentina Kalahkan Spanyol 2-1

Skor akhir: Argentina 2-1 Spanyol. Final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, New Jersey, pada Minggu 20 Juli 2026 berakhir dengan salah satu malam paling dramatis dalam sejarah sepak bola. Saat peluit panjang berbunyi, para pemain Albiceleste berjalan keluar lapangan dengan langkah gemetar — campuran kelelahan dan euforia — sementara 82.500 penonton memenuhi tribun dengan sorakan yang mengguncang stadion. Ini bukan sekadar partai puncak: ini bentrok dua filosofi, dua generasi, dan satu momen yang ditunggu jutaan pasang mata.

Sebelum kick-off, duel taktik sudah terasa dari susunan starting XI. Spanyol tampil dengan formasi 4-2-3-1: Unai Simón di bawah mistar, lini belakang Carvajal–Le Normand–Laporte–Cucurella, ganda pivot Rodri dan Fabián Ruiz, lalu trio Lamine Yamal, Pedri, dan Nico Williams di belakang Morata. Argentina menjawab dengan formasi 4-3-3: Emiliano Martínez menjaga gawang, barisan Molina–Romero–Lisandro Martínez–Tagliafico di belakang, poros Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, dan De Paul, serta trio Messi, Julián Álvarez, dan Nico González di depan.

Babak Pertama: Spanyol Menekan, Argentina Menunggu

25 menit pertama menjadi milik La Roja. Penguasaan bola Spanyol menembus 63% dan umpan-umpan pendek Pedri membuat Argentina sibuk bertahan. Menit ke-23, tekanan itu akhirnya berbuah: Nico Williams melepaskan diri di sayap kiri, memotong ke dalam, lalu mengirim assist terukur ke kotak penalti. Lamine Yamal menyambutnya dengan first-time finish ke pojok kiri bawah — 1-0 untuk Spanyol. Stadion terbelah, namun Argentina tidak panik. Scaloni tetap bertahan dengan blok rendah, dan hanya De Paul yang sesekali keluar dari posisinya untuk menekan Rodri.

Menit ke-38, giliran Argentina nyaris menyamakan. Messi menerima bola di sisi kanan, melepaskan umpan silang yang disambut sundulan Julián Álvarez — namun Unai Simón bereaksi cepat dengan penyelamatan satu tangan. Babak pertama ditutup dengan keunggulan Spanyol 1-0, meski Argentina sebenarnya mencatat 3 shots on target berbanding 2 milik Spanyol. Satu-satunya keluhan tim tamu: kartu kuning De Paul di menit ke-45 akibat pelanggaran taktis yang menghentikan serangan balik cepat Pedri.

Babak Kedua dan Drama VAR: Momentum Berbalik

Scaloni mengubah ritme di babak kedua dengan meninggikan garis pertahanan dan meminta Mac Allister maju mendekati kotak penalti lawan. Hasilnya langsung terlihat. Menit ke-58, Morata menggetarkan gawang Emiliano Martínez — tetapi wasit menunggu pemeriksaan VAR dan gol itu dianulir karena offside setengah badan. Spanyol sempat protes, namun gambar ulang memperlihatkan posisi Morata sudah melewati garis saat umpan dilepaskan. Keputusan tepat.

Tiga menit kemudian, Argentina menghukum. Menit ke-61, Messi turun menjemput bola di tengah, melepaskan umpan terobosan yang menembus dua pemain belakang, dan Julián Álvarez menuntaskannya dengan tendangan keras ke tiang dekat — skor berubah 1-1. Assist itu menjadi assist krusial Messi, sekaligus sinyal bahwa penguasaan bola mulai berpindah tangan: setelah menit ke-60, Argentina memegang 57% penguasaan bola. Menit ke-71, drama lain datang — tendangan Lisandro Martínez mengenai tangan Le Normand di kotak terlarang, wasit menunjuk titik putih, tetapi VAR kembali campur tangan: tayangan ulang menunjukkan bola lebih dulu mengenai dada sebelum memantul ke tangan. Penalti dicabut, Spanyol bernapas lega.

Menit ke-78, Tagliafico diganjar kartu kuning bagi Argentina setelah menahan Yamal yang sedang melaju kencang. Skor masih 1-1 memasuki masa injury time, dan kedua tim tampak siap menuju perpanjangan waktu.

Menit 90+4: Messi Menulis Babak Terakhir

Lalu, di menit ke-90+4, momen yang mengubah segalanya. Enzo Fernández memenangi duel udara di tengah lapangan, langsung melepaskan umpan lambung ke sisi kanan. Messi, yang berlari dari posisinya, menerima bola di dalam kotak, mengontrol dengan dada, dan melepaskan tendangan voli yang melengkung ke sudut jauh. Gol! 2-1 untuk Argentina, dan Messi, di usia 39 tahun, resmi menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah final Piala Dunia. Scaloni berlari di sepanjang garis lapangan, sementara para pemain bertumpuk di sudut stadion. Spanyol tidak punya waktu tersisa untuk membalas — peluit akhir memastikan trofi keempat bagi Argentina setelah 1978, 1986, dan 2022.

"Kami tidak pernah berhenti percaya, bahkan saat tertinggal di babak pertama. Tim ini punya karakter," ujar Scaloni dalam konferensi pers usai laga. Sebaliknya, Luis de la Fuente tak bisa menyembunyikan kekecewaan: "Malam ini detail kecil yang menentukan. Kami menguasai permainan di babak pertama, tapi harus mengakui Argentina lebih klinis."

Statistik Lengkap di Balik Final 2026

Angka-angka akhir menegaskan betapa tipisnya jarak kedua tim. Penguasaan bola: Argentina 52%, Spanyol 48% — namun di 30 menit pertama, Spanyol sempat unggul hingga 63%. Shots on target: Argentina 7, Spanyol 4, dari total tembakan 16 berbanding 11. Assist tercatat tiga kali: Nico Williams (Spanyol, menit ke-23), Messi (Argentina, menit ke-61), dan Enzo Fernández (Argentina, menit ke-90+4). Spanyol lebih banyak melanggar offside dengan 3 catatan, sementara Argentina 2. Kartu kuning berimbang 2-2: Rodri (32') dan Le Normand (67') untuk Spanyol; De Paul (45') dan Tagliafico (78') untuk Argentina. Tidak ada kartu merah dan tidak ada clean sheet — dua gawang kebobolan, dua penjaga gawang yang sama-sama tampil heroik.

Final 2026 akan dikenang bukan karena penguasaan bola, melainkan karena ketajaman. Spanyol memenangi pertarungan statistik di babak pertama, tetapi Argentina memenangi pertarungan yang sesungguhnya — gol, drama VAR, dan satu malam di East Rutherford yang berakhir dengan para pemain berjalan keluar lapangan membawa trofi, meninggalkan stadion yang masih bergemuruh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User