Senat Demokrat AS Semakin Keras Menentang RUU Kripto 'Clarity Act', Sebut sebagai Undang-Undang Korup

Sebuah langkah politik baru kembali mengguncang industri aset kripto di Amerika Serikat. Beberapa senator dari Partai Demokrat kini semakin lantang menentang rancangan undang-undang struktur pasar kripto yang dikenal sebagai Clarity Act. Mereka menye

Senat Demokrat AS Semakin Keras Menentang RUU Kripto 'Clarity Act', Sebut sebagai Undang-Undang Korup

Sebuah langkah politik baru kembali mengguncang industri aset kripto di Amerika Serikat. Beberapa senator dari Partai Demokrat kini semakin lantang menentang rancangan undang-undang struktur pasar kripto yang dikenal sebagai Clarity Act. Mereka menyebut RUU tersebut sebagai 'korup' dan tidak layak didukung. Penolakan ini menjadi tantangan serius bagi pengesahan undang-undang yang sebelumnya dianggap sebagai angin segar bagi regulasi kripto di AS.

Konteks Penolakan yang Semakin Kuat

Dilansir dari CoinDesk (14 Juli 2026), sejumlah senator Demokrat secara terbuka menyatakan bahwa Clarity Act tidak hanya gagal melindungi investor, tetapi juga membuka celah bagi kepentingan industrialis kripto. Kritik utama mereka adalah bahwa RUU ini terlalu longgar dalam pengawasan bursa dan stablecoin, sehingga berpotensi menimbulkan risiko sistemik seperti yang terjadi pada kasus FTX dan Terra. Senator Elizabeth Warren, yang dikenal vokal terhadap kripto, bahkan menyebutnya sebagai 'undang-undang yang dirancang oleh pelobi untuk melindungi pelaku pasar nakal'.

RUU Clarity Act sendiri bertujuan untuk memberikan kerangka hukum yang jelas bagi bursa kripto, aset digital, dan stablecoin di bawah pengawasan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC). Namun, para penentangnya khawatir bahwa RUU ini justru akan melemahkan kewenangan SEC, yang selama ini dianggap sebagai pengawas paling ketat terhadap sekuritas kripto.

Dampak terhadap Pasar Kripto

Berita penolakan ini langsung berdampak pada sentimen pasar. Harga Bitcoin (BTC) mengalami tekanan jual ringan, turun sekitar 1,8% dalam 24 jam terakhir ke kisaran $62.400 per artikel ini ditulis. Ethereum (ETH) juga merosot 2,1% ke $3.150. Para analis mengaitkan koreksi ini dengan meningkatnya ketidakpastian regulasi di AS. Jika Partai Demokrat terus menghalangi RUU, maka prospek kepastian hukum bagi bursa kripto di Amerika menjadi suram, mendorong banyak perusahaan untuk mempertimbangkan relokasi ke yurisdiksi yang lebih ramah seperti Uni Eropa atau Singapura.

Namun, perlu dicatat bahwa penolakan ini belum bersifat mayoritas. Beberapa Demokrat moderat, seperti Senator Ron Wyden, justru mendukung Clarity Act dengan catatan tertentu. RUU ini membutuhkan setidaknya 60 suara di Senat untuk lolos filibuster, sehingga dukungan dari setidaknya 10 senator Demokrat sangat krusial. Saat ini, diperkirakan hanya 7–8 senator Demokrat yang siap mendukung, sementara sisanya masih ragu atau menentang keras.

Analisis dan Perspektif

Dari sudut pandang politik, penolakan ini mencerminkan polarisasi yang semakin tajam di Washington terkait kripto. Partai Republik umumnya mendukung Clarity Act karena dianggap mendorong inovasi dan mengurangi beban regulasi. Sementara itu, Partai Demokrat lebih khawatir tentang perlindungan konsumen dan risiko stabilitas keuangan. Istilah 'korup' yang digunakan para senator Demokrat menunjukkan bahwa mereka melihat RUU ini sebagai hasil lobi berat dari industri kripto yang belum siap diatur secara ketat.

Bagi investor, situasi ini mengingatkan bahwa regulasi kripto di AS masih jauh dari selesai. Meskipun Clarity Act bisa memberikan kepastian jangka panjang, proses politik yang berlarut-larut justru menambah volatilitas jangka pendek. Para pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap berita-berita regulasi dan mempertimbangkan diversifikasi aset ke yurisdiksi lain.

Penutup

Perkembangan ini masih akan terus berlanjut. Debat di Senat AS dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang. Keputusan akhir akan sangat menentukan arah regulasi kripto global, mengingat posisi AS sebagai pusat keuangan dunia. Investor dan pengamat disarankan untuk memantau pernyataan resmi dari para legislator, terutama dari kelompok Demokrat yang saat ini menjadi penentu keseimbangan suara.

Sumber: CoinDesk - "Some U.S. Senate Democrats come out against Clarity Act, calling it a 'corrupt' bill" (14 Juli 2026)

Sumber: CoinDesk

Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi dalam aset kripto. Harga aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User