Bitcoin Tembus $65.500, Inflasi PPI AS Kembali Kejutkan Pasar
Bitcoin mencatat level harga tertinggi dalam tiga minggu terakhir, menembus angka $65.500 setelah data inflasi Produsen (PPI) Amerika Serikat dirilis lebih rendah dari perkiraan. Pergerakan ini menandai kelanjutan reli yang dimulai sejak data Indeks
Bitcoin mencatat level harga tertinggi dalam tiga minggu terakhir, menembus angka $65.500 setelah data inflasi Produsen (PPI) Amerika Serikat dirilis lebih rendah dari perkiraan. Pergerakan ini menandai kelanjutan reli yang dimulai sejak data Indeks Harga Konsumen (CPI) pekan lalu, menunjukkan bahwa pelaku pasar semakin optimistis terhadap potensi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve.
Data PPI AS yang Surprise
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Produsen (PPI) untuk bulan Juni hanya naik 0,1% secara bulanan, di bawah ekspektasi pasar sebesar 0,2%. Sementara itu, PPI inti yang tidak termasuk makanan dan energi juga tercatat lebih rendah dari perkiraan, yaitu 0,1% (month-over-month), jauh di bawah konsensus 0,3%. Angka ini memperkuat sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda, setelah sebelumnya data CPI menunjukkan penurunan ke level 3,0% YoY dari 3,3% di bulan sebelumnya.
Reaksi pasar kripto sangat positif. Bitcoin melonjak dari level support $63.000 ke puncak intraday $65.520, level tertinggi sejak 22 Juni lalu. Volume perdagangan juga melonjak, mencerminkan minat beli yang kuat dari investor institusional maupun ritel. Analis pasar mencatat bahwa pergerakan ini didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga lebih awal dari The Fed, yang membuat aset berisiko seperti kripto semakin menarik.
Dampak Terhadap Pasar Kripto
Kenaikan Bitcoin juga mendorong apresiasi pada altcoin utama. Ethereum naik 3,5% ke $3.520, sementara Solana memimpin di antara kripto berkapitalisasi besar dengan kenaikan 5,2% ke $162. Total kapitalisasi pasar kripto global bertambah sekitar $40 miliar dalam 24 jam, mencapai $2,4 triliun. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa posisi short likuidasi mencapai $120 juta, dengan Bitcoin menyumbang hampir $50 juta dari total tersebut.
Konteks makroekonomi menjadi katalis utama. Pelemahan dolar AS setelah rilis data PPI juga mendorong harga emas dan obligasi pemerintah naik. Bitcoin, yang sering disebut sebagai "emas digital", berhasil memanfaatkan sentimen risk-on ini. Namun, beberapa analis mengingatkan bahwa volatilitas masih bisa terjadi menjelang rilis data penjualan ritel AS pekan depan dan keputusan suku bunga The Fed pada akhir Juli.
Perspektif dan Analisis Singkat
Dari sisi teknikal, Bitcoin berhasil menembus resistance psikologis $65.000 dengan volume yang kuat, mengindikasikan momentum bullish jangka pendek. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) harian berada di level 58, masih dalam zona netral dan belum overbought, memberi ruang untuk kenaikan lebih lanjut menuju resistance $67.000. Namun, level support $63.500 harus dipertahankan jika terjadi koreksi.
Fundamental jangka panjang tetap didukung oleh adopsi institusional dan aliran dana masuk ke ETF Bitcoin spot yang mencatat arus masuk bersih $380 juta dalam sepekan terakhir. Data on-chain menunjukkan bahwa akumulasi dompet jangka panjang (holders) terus meningkat, mengurangi pasokan yang beredar di bursa.
Penutup
Perlu diingat bahwa pasar kripto bersifat sangat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi di atas tidak dimaksudkan sebagai saran investasi atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Selalu lakukan riset sendiri dan konsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi. Artikel ini ditulis berdasarkan data dari sumber asli CoinTelegraph.
Sumber: CoinTelegraph
Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi dalam aset kripto. Harga aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi.
Comments (0)