Selvi Gibran Rakabuming Buka Syukuran HUT ke-46 Dekranas
Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming membuka secara resmi puncak syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas di Balair
Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming membuka secara resmi puncak syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (5/9). Acara yang berlangsung semarak itu dihadiri oleh jajaran pengurus Dekranas pusat dan daerah, perwakilan kementerian, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kriya, serta para perajin dari seluruh Nusantara. Ruangan dihiasi instalasi tenun, anyaman, dan ukiran yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
Perjalanan 46 Tahun Dekranas dan Peran Selvi Gibran
Dekranas yang berdiri sejak 1978 telah menjadi motor penggerak utama pelestarian dan komersialisasi kerajinan tradisional Indonesia. Di bawah kepemimpinan istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu, organisasi ini memasuki babak baru dengan fokus pada rebranding produk kriya agar mampu bersaing di pasar global. Selvi, yang dikenal aktif di dunia mode dan desain, membawa perspektif segar tentang pentingnya desain kontemporer tanpa meninggalkan akar budaya.
“Usia 46 tahun adalah usia matang. Saatnya Dekranas tidak hanya menjadi wadah pelatihan, tetapi juga lokomotif ekspor. Saya ingin setiap perajin kita merasakan langsung manfaat dari rantai pasok global, mulai dari kain tenun Sumba, songket Palembang, hingga anyaman rotan Kalimantan,” ujar Selvi dalam sambutannya.
Pameran Inovasi dan Peragaan Busana Nusantara
Puncak syukuran dimeriahkan oleh pameran produk unggulan dari 34 provinsi. Salah satu yang mencuri perhatian adalah stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Selatan yang menampilkan sutera bugis dengan motif hasil kolaborasi bersama desainer muda. Ada pula stan Papua yang memamerkan noken berbahan pewarna alami dengan sertifikasi Indikasi Geografis. Total lebih dari 200 booth hadir menampilkan beragam karya: dari batik tulis, perak, keramik, hingga furnitur ukiran Jepara.
Selain pameran, digelar peragaan busana yang mengangkat wastra tradisional. Koleksi “Pesona Hati” rancangan desainer Didiet Maulana yang menggunakan tenun ikat Troso mendapat sambutan meriah. Selvi hadir mengenakan kebaya encim berbahan batik Lasem bermotif flora dan fauna, tampil anggun sekaligus mengirim pesan pentingnya perlindungan terhadap batik tulis. “Ini bukan sekadar kain, ini identitas bangsa. Jika kita tidak bangga memakainya, siapa lagi yang akan menjaga?” cetusnya saat menyapa para tamu.
Transformasi Digital dan Akses Pembiayaan
Salah satu terobosan yang diumumkan dalam peringatan HUT ke-46 adalah kerja sama Dekranas dengan tiga platform e-commerce nasional untuk membuka “Rumah Kriya Indonesia” secara daring. Inisiatif ini memungkinkan perajin di pelosok memasarkan produk tanpa terkendala geografis. Menurut data Dekranas, saat ini tercatat lebih dari 700.000 perajin binaan dan ditargetkan bertambah 20% pada 2025 melalui ekosistem digital tersebut.
Tak hanya pemasaran, tantangan permodalan juga menjadi perhatian. Dekranas menggandeng perbankan BUMN untuk memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sektor kriya. “Kami ingin perajin naik kelas dari sekadar produksi rumahan menjadi industri kecil yang berdaya saing. Pelatihan manajemen keuangan dan kemasan produk sudah kami jalankan di 12 provinsi sebagai proyek percontohan,” terang Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian.
Harapan dan Komitmen Menuju Pasar Dunia
Di penghujung acara, Selvi memimpin pemotongan tumpeng yang diberikan kepada perajin tertua, Mbah Sarmi (78), pembatik asal Bantul yang telah menggeluti kerajinan membatik selama 60 tahun. Momen ini menjadi simbol penghargaan bagi generasi penjaga warisan yang kini mulai langka. “Selama masih ada orang seperti Mbah Sarmi, selama itu pula tangan-tangan terampil Indonesia tidak akan berhenti mencipta,” kata Selvi dengan suara bergetar.
HUT ke-46 Dekranas mengukuhkan komitmen kolektif bahwa kerajinan Indonesia bukan sekadar mata pencaharian alternatif, melainkan pilar ekonomi kreatif yang terus tumbuh. Dengan kepemimpinan baru, ekosistem yang semakin modern, dan semangat gotong royong, para perajin optimistis mampu menembus pasar internasional—sejalan dengan tema “Kriya Nusantara Menuju Panggung Dunia”.
[SOCIAL_TWEET]: Selvi Gibran Rakabuming resmi buka syukuran HUT ke-46 Dekranas. Pameran ribuan produk kriya Nusantara, komitmen dorong perajin go global. #Dekranas46 #KriyaNusantara #SelviGibran[SOCIAL_TG]: 🎋 HUT ke-46 Dekranas resmi dibuka! Selvi Gibran pastikan perajin dapat akses digital & pembiayaan. Pameran kriya 34 provinsi, tradisi dan inovasi bersatu. Baca detailnya di sini.
Comments (0)