Momen tak terduga terjadi di Old Trafford, Manchester, Kamis malam (13/3/2025), jelang kick-off pertandingan Liga Europa antara Manchester United dan Real Sociedad. Legenda Setan Merah, Paul Scholes, tertangkap kamera sedang menatap layar ponselnya di area tribune VIP, beberapa saat sebelum starting XI kedua tim memasuki lapangan. Pemandangan itu langsung menjadi sorotan publik, mengingat sosok gelandang legendaris berusia 50 tahun tersebut dikenal sebagai kritikus tajam performa mantan klubnya dalam beberapa musim terakhir.
Momen Sebelum Kick-off di Old Trafford
Scholes hadir di stadion dengan mengenakan pakaian kasual, duduk di barisan kehormatan bersama sejumlah mantan pemain Manchester United lainnya. Kamera siaran resmi menangkap dirinya beberapa kali mengalihkan pandangan dari lapangan ke gawai di tangannya. Momen tersebut terjadi sekitar 15 menit sebelum wasit meniup peluit panjang tanda dimulainya babak pertama, di tengah atmosfer Old Trafford yang sudah terisi sekitar 73.000 penonton sesuai kapasitas maksimal stadion.
Kehadiran Scholes tentu bukan hal baru bagi publik Old Trafford. Sepanjang kariernya, ia mencatat 718 penampilan bersama Manchester United dengan total 155 gol dan 11 gelar Premier League. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, namanya lebih sering mencuat karena komentar kritis terhadap taktik dan performa tim asuhan pelatih saat ini.
Jeda yang Menarik Perhatian Media
Meski tidak ada pernyataan resmi dari pihak Scholes maupun Manchester United soal isi layar ponselnya, momen kecil itu cukup menyita perhatian media. Sejumlah jurnalis yang meliput dari tribune pers mengabadikan detail tersebut, terutama karena pertandingan ini berstatus laga krusial di babak 16 besar Liga Europa. Manchester United membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa melaju ke perempat final, setelah hasil imbang pada leg pertama.
Sebagai informasi, sepanjang musim ini Manchester United mencatat penguasaan bola rata-rata 53 persen di kompetisi Eropa, dengan rasio shots on target sekitar 4,8 per laga. Real Sociedad sendiri datang dengan reputasi solid, mengandalkan formasi 4-3-3 dan disiplin pressing tinggi di lini tengah.
Kritik yang Kerap Dilontarkan
Scholes bukan tipe legenda yang diam. Dalam berbagai kesempatan, ia pernah menyoroti minimnya kreativitas lini tengah, lemahnya transisi bertahan, hingga keputusan rotasi pemain yang dinilai tidak konsisten. Kritik itu kerap disampaikan lewat podcast dan acara televisi, bukan melalui media sosial. Karena itu, gaya komunikasinya yang cenderung blak-blakan membuat setiap kemunculannya di stadion selalu mendapat perhatian ekstra.
"Pertandingan seperti ini butuh pemain yang berani mengambil risiko di sepertiga akhir lapangan. Statistik boleh bagus, tetapi tanpa keberanian menembak dari luar kotak penalti, peluang akan sia-sia," ujar seorang pengamat taktik yang juga hadir di Old Trafford, mengomentari gaya permainan kedua tim.
Dampak ke Pertandingan
Terlepas dari sorotan kamera, fokus utama tetap tertuju pada jalannya pertandingan. Wasit mencatat sejumlah momen penting, termasuk peluang emas di menit ke-23 dan sebuah insiden yang sempat ditinjau melalui VAR terkait potensi offside di area pertahanan Real Sociedad. Hingga peluit akhir, pertarungan berjalan ketat dengan kartu kuning yang harus dikeluarkan untuk kedua pihak.
Bagi Manchester United, hasil di laga ini menjadi penentu arah musim mereka di kompetisi Eropa. Sementara bagi Scholes, malam itu sekali lagi mengingatkan bahwa sosoknya tetap menjadi bagian dari narasi besar klub, baik saat berbicara di depan kamera maupun saat hanya duduk menatap layar ponsel di tribune Old Trafford.
Comments (0)