Scaloni Akui Argentina Beruntung, Swiss Tetap Tangguh Meski 10 Pemain

Argentina memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dengan skor dramatis 2-1 melalui babak tambahan di MetLife Stadium, Sabtu dini hari. Kemenangan yang diraih La Albic...

Scaloni Akui Argentina Beruntung, Swiss Tetap Tangguh Meski 10 Pemain

Argentina memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dengan skor dramatis 2-1 melalui babak tambahan di MetLife Stadium, Sabtu dini hari. Kemenangan yang diraih La Albiceleste ini tak lepas dari keberuntungan setelah Swiss harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-67 akibat kartu merah Manuel Akanji.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Hasil

Sejak peluit awal dibunyikan, Argentina langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan formasi 4-3-3 dengan trisula Lionel Messi, Julian Alvarez, dan Angel Di Maria, penguasaan bola mencapai 62 persen di 45 menit pertama. Namun, rapatnya pertahanan Swiss yang dikomandoi Granit Xhaka membuat tiga tembakan tepat sasaran Argentina selalu mampu dimentahkan Yann Sommer. Swiss sendiri sesekali mengancam lewat skema serangan balik cepat Breel Embolo, yang hampir membobol gawang Emiliano Martinez pada menit ke-23 melalui tendangan rendah yang membentur tiang.

Momen Krusial: Kartu Merah Akanji

Babak kedua belum genap 20 menit berjalan, insiden penentu terjadi. Lionel Messi yang menerima bola di sepertiga akhir lapangan dijatuhkan secara keras oleh Manuel Akanji. Wasit Slavko Vincic awalnya memberikan kartu kuning kedua bagi bek tengah Borussia Dortmund itu, namun setelah meninjau video asisten wasit (VAR), jenis pelanggaran dinilai membahayakan dan langsung diganjar kartu merah. Swiss pun harus melanjutkan laga dengan 10 pemain, memaksa pelatih Murat Yakin menarik Xherdan Shaqiri untuk memperkuat lini belakang.

Argentina Masih Kesulitan, Swiss Bikin Kejutan

Unggul jumlah pemain tak serta-merta membuat Argentina mudah mencetak gol. Transisi cepat Swiss justru beberapa kali merepotkan. Data menunjukkan bahwa sejak menit ke-67 hingga 90, tembakan tepat sasaran Argentina hanya bertambah satu, sementara Swiss tetap mencatat dua peluang emas melalui sundulan Nico Elvedi. Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-81 melalui aksi individu Messi yang melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti, membuat skor menjadi 1-0. Namun, publik MetLife terhenyak saat Swiss menyamakan kedudukan delapan menit kemudian. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, Embolo dengan tajam menyundul bola liar hasil sepak pojok, memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dengan skor 1-1.

Gol Penentu di Extra Time

Pada menit ke-108, Argentina akhirnya mengakhiri perlawanan heroik Swiss. Angel Di Maria, yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-75, melakukan tusukan dari sisi kiri dan mengirimkan umpan cutback terukur. Julian Alvarez yang berdiri bebas di kotak penalti tanpa ragu melepaskan tendangan one-touch yang merobek jala Sommer. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang, memastikan Argentina melaju ke semifinal untuk keempat kalinya secara beruntun di bawah era Scaloni.

Statistik Kunci dan Pengakuan Scaloni

Secara keseluruhan, Argentina mencatatkan penguasaan bola 59 persen, dengan tujuh tembakan tepat sasaran dari total 18 percobaan. Swiss, meski hanya 41 persen penguasaan bola, mampu melepaskan tiga tembakan tepat sasaran dan memberikan perlawanan gigih. Dalam konferensi pers usai laga, Lionel Scaloni mengakui timnya tidak dalam performa terbaik dan sedikit beruntung. "Swiss adalah tim yang sangat sulit ditaklukkan, bahkan ketika mereka hanya bermain dengan 10 pemain. Kami tidak menemukan ritme seperti biasa. Kartu merah mungkin sedikit membantu, tetapi saya salut dengan ketangguhan mereka," ujarnya. Pengakuan ini menegaskan bahwa keberuntungan turut menjadi faktor penentu langkah Argentina di Piala Dunia 2026, di tengah performa pasukan tangguh dari permainan Swiss yang nyaris menggagalkan mimpi sang juara bertahan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User