Safety Car Mandalika Gunakan Pertamax Turbo di MotoGP Indonesia

MANDALIKA — Sirkuit Internasional Pertamana Mandalika menjadi saksi bagaimana performa mesin tidak hanya ditentukan oleh pembalap, tetapi juga oleh kualitas bahan bakar yang mengalir ke dalam ruang ...

Oct 14, 2026 - 18:23
0 1
Safety Car Mandalika Gunakan Pertamax Turbo di MotoGP Indonesia

MANDALIKA — Sirkuit Internasional Pertamana Mandalika menjadi saksi bagaimana performa mesin tidak hanya ditentukan oleh pembalap, tetapi juga oleh kualitas bahan bakar yang mengalir ke dalam ruang bakar. Pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia, mobil safety car resmi yang bertugas mengawal jalannya balapan dipastikan menggunakan Pertamax Turbo, bahan bakar beroktan tinggi yang menjadi standar performa kendaraan berperforma tinggi. Keputusan ini bukan sekadar simbol sponsorship, melainkan bagian dari strategi teknis untuk memastikan keselamatan dan responsivitas kendaraan pengawal di lintasan sepanjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan tersebut.

Safety car memiliki peran krusial dalam setiap balapan MotoGP. Ketika cuaca berubah drastis, insiden terjadi, atau lintasan dinilai tidak aman, safety car akan turun ke trek dan memimpin rombongan pembalap dengan kecepatan terkontrol. Di momen itulah kualitas bahan bakar, respons throttle, dan stabilitas mesin menjadi faktor penentu. Penggunaan Pertamax Turbo memastikan mobil safety car mampu menjaga kecepatan konstan, akselerasi instan, dan performa pengereman yang presisi saat mengawal para pembalap di tikungan tajam seperti Tikungan 10 dan 11 yang terkenal teknis.

Spesifikasi Teknis dan Alasan Pemilihan Bahan Bakar

Pertamax Turbo memiliki angka oktan 98 dengan kandungan sulfur rendah serta aditif yang dirancang untuk membersihkan injektor dan ruang bakar. Dalam konteks balapan, bahan bakar ini memberikan pembakaran yang lebih sempurna, mengurangi risiko knocking pada mesin berkompresi tinggi, dan mempertahankan tenaga mesin pada suhu operasional ekstrem. Safety car yang beroperasi di Mandalika menghadapi tantangan unik: suhu aspal yang bisa mencapai 50 derajat Celsius, kelembapan tinggi, serta perubahan cuaca tropis yang cepat. Kombinasi ini menuntut bahan bakar dengan stabilitas oksidasi yang baik agar tidak mengalami degradasi performa selama sesi balapan berlangsung.

Secara statistik, penggunaan bahan bakar beroktan tinggi pada kendaraan pengawal balapan memberikan respons mesin hingga 15 persen lebih responsif dibandingkan bahan bakar oktan rendah. Dalam simulasi safety car di Mandalika, mobil pengawal harus mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam hitungan detik untuk mengejar rombongan pembalap yang sudah berada di kecepatan tinggi. Tanpa bahan bakar yang tepat, keterlambatan respons bisa berujung pada situasi berbahaya, terutama saat pembalap MotoGP berada dalam formasi rapat di belakang safety car.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap elemen dalam ekosistem balapan, termasuk kendaraan pendukung, memenuhi standar tertinggi. Pertamax Turbo adalah pilihan yang tepat karena telah teruji dalam berbagai kondisi ekstrem, termasuk di sirkuit dengan karakter teknis seperti Mandalika," ujar perwakilan tim teknis Pertamina dalam keterangan resminya.

Peran Safety Car dalam Dinamika Balapan MotoGP Mandalika

Dalam sejarah MotoGP, safety car sering menjadi penentu momentum balapan. Ketika safety car masuk ke lintasan, jarak antar pembalap yang sebelumnya terpaut beberapa detik bisa langsung terhapus, menciptakan balapan ulang yang lebih kompetitif. Di Mandalika, dengan karakter trek yang memiliki kombinasi tikungan cepat dan pengereman keras, safety car harus mampu menjaga ritme yang konsisten. Penggunaan Pertamax Turbo memastikan mobil pengawal tidak mengalami penurunan performa saat harus berakselerasi keras di lintasan lurus utama yang panjangnya lebih dari 600 meter.

Dari sisi keselamatan, bahan bakar beroktan tinggi juga mengurangi emisi karbon dan partikel halus, yang berarti udara di sekitar sirkuit tetap lebih bersih bagi para pembalap, marshal, dan penonton. Ini sejalan dengan komitmen MotoGP untuk mengurangi jejak karbon dalam setiap penyelenggaraan balapan. Safety car yang menggunakan Pertamax Turbo menjadi contoh bagaimana teknologi bahan bakar dapat mendukung aspek keselamatan sekaligus keberlanjutan lingkungan.

Secara keseluruhan, keputusan menggunakan Pertamax Turbo pada mobil safety car Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan sekadar formalitas. Ini adalah pernyataan teknis bahwa performa dan keselamatan berjalan seiring. Ketika lampu hijau menyala dan para pembalap melesat, safety car dengan bahan bakar oktan 98 siap mengawal setiap momen kritis di Sirkuit Mandalika, memastikan balapan berjalan aman, adil, dan penuh adrenalin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User