Oct 14, 2026
Olahraga

Run for Good Journalism 2026, Forum Pemred Angkat Suara Publik

Jakarta — Dunia jurnalistik Indonesia bersiap menyambut sebuah perhelatan berbeda dari biasanya. Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) mengumumkan akan menggelar ajang bertajuk Run for Goo...

Run for Good Journalism 2026, Forum Pemred Angkat Suara Publik

Jakarta — Dunia jurnalistik Indonesia bersiap menyambut sebuah perhelatan berbeda dari biasanya. Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) mengumumkan akan menggelar ajang bertajuk Run for Good Journalism 2026 pada 18 Oktober 2026 di Jakarta, sebuah kegiatan yang menggabungkan semangat olahraga dengan pesan kuat tentang peran pers bagi masyarakat. Mengusung tema "Pers untuk Publik", acara ini menjadi semacam starting XI bagi industri media dalam menegaskan komitmennya kepada khalayak luas.

Berbeda dari konferensi pers atau diskusi panel yang biasa dihadiri para pemimpin redaksi, gelaran ini memilih lintasan lari sebagai medium. Pendekatannya sederhana namun efektif: menjemput aspirasi publik secara langsung, tanpa sekat ruang rapat. Jika biasanya ruang redaksi menjadi garis depan pertandingan informasi, kali ini Forum Pemred turun ke jalan, menyapa publik di ruang terbuka.

Lari Sebagai Metafora Kerja Jurnalistik

Dalam bahasa olahraga, lari jarak jauh menuntut stamina, konsistensi, dan kemampuan menjaga ritme. Tiga hal itu pula yang menjadi fondasi kerja pers yang sehat. Menjaga penguasaan bola informasi, memastikan setiap umpan fakta sampai ke publik secara akurat, dan tidak pernah kehilangan fokus meski tekanan datang dari berbagai arah.

Ketua Forum Pemred menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ada misi substantif: menyerap aspirasi publik yang selama ini mungkin belum terdengar di ruang-ruang editorial. "Kami ingin pers tidak hanya berbicara kepada publik, tetapi juga mendengar publik," ujarnya dalam pengantar acara. Pernyataan itu menjadi semacam assist bagi semangat keterbukaan yang ingin dibangun.

"Pers yang baik adalah pers yang tahu di mana ia berpijak: di tengah publik. Run for Good Journalism adalah cara kami mengingatkan diri sendiri akan hal itu."

Pilihan tanggal 18 Oktober 2026 juga menarik dicermati. Oktober kerap menjadi bulan refleksi bagi kebebasan pers di berbagai belahan dunia. Menempatkan acara di bulan itu seolah memberi kartu kuning bagi segala bentuk tekanan terhadap kerja jurnalistik, sekaligus kartu merah bagi praktik disinformasi yang merusak ekosistem informasi publik.

Format Acara dan Partisipasi Publik

Run for Good Journalism 2026 dirancang terbuka untuk umum. Para pemimpin redaksi, jurnalis, mahasiswa, komunitas media, hingga masyarakat umum dapat ambil bagian. Ini bukan kompetisi untuk mengejar catatan waktu tercepat, melainkan ajang kolektif untuk merayakan kebebasan berekspresi dan akses informasi yang sehat.

Panitia menyiapkan sejumlah kategori jarak, dengan harapan partisipasi bisa menembus angka signifikan. Jika diibaratkan pertandingan, target peserta menjadi shots on target yang ingin dicapai penyelenggara. Semakin banyak yang terlibat, semakin kuat pesan yang disampaikan: pers dan publik adalah satu tim, bukan dua kubu yang berseberangan.

Selain lari, agenda ini juga akan diisi dengan sesi dialog antara pemimpin redaksi dan perwakilan masyarakat. Di sinilah aspirasi publik benar-benar diserap — bukan hanya didengar sekilas. Isu-isu seperti literasi media, perlindungan jurnalis, keberlanjutan industri pers, dan tantangan era digital akan menjadi bahan pembahasan.

Beberapa pengamat media menilai langkah ini sebagai formasi baru dalam membangun hubungan pers dan publik. Selama ini hubungan keduanya kerap diwarnai jarak: publik mengkritik media, media merasa disalahpahami. Acara seperti ini menawarkan ruang netral untuk saling memahami, jauh dari offside prasangka.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Keberhasilan Run for Good Journalism 2026 tidak diukur dari seberapa meriah acaranya, tetapi dari seberapa nyata tindak lanjut yang dihasilkan. Aspirasi publik yang terserap harus diterjemahkan menjadi kebijakan redaksi yang lebih inklusif, pemberitaan yang lebih berpihak pada kepentingan publik, dan ruang dialog yang terus terbuka.

Jika semua itu terwujud, maka clean sheet pertama telah diraih: kepercayaan publik yang kembali tumbuh terhadap pers. Sebaliknya, jika acara hanya berhenti sebagai seremoni tahunan, maka ia hanya menjadi lari tanpa arah, tanpa gol, tanpa makna.

Forum Pemred tampaknya sadar betul akan hal itu. Tema "Pers untuk Publik" bukan sekadar slogan di spanduk. Ia adalah janji yang harus dibuktikan di lapangan, sepanjang 2026 dan seterusnya. Publik kini menunggu: apakah langkah kaki para pemimpin redaksi di lintasan akan sejalan dengan langkah nyata dalam memperjuangkan kepentingan publik?

Yang jelas, Run for Good Journalism 2026 telah meniup peluit pembuka. Pertandingan sesungguhnya baru akan dimulai setelah garis finis dilewati.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User