Oct 19, 2026
Olahraga

Rooney Kembali ke Wembley: Dari Legenda Lapangan ke Layar Kaca

Wembley, 7 Juni 2024 — Wayne Rooney kembali menginjakkan kaki di Stadion Wembley, tetapi bukan sebagai pemain yang siap melepaskan tendangan. Pria berusia 38 tahun itu tampil dalam kapasitas berbeda...

Rooney Kembali ke Wembley: Dari Legenda Lapangan ke Layar Kaca

Wembley, 7 Juni 2024 — Wayne Rooney kembali menginjakkan kaki di Stadion Wembley, tetapi bukan sebagai pemain yang siap melepaskan tendangan. Pria berusia 38 tahun itu tampil dalam kapasitas berbeda: sebagai komentator untuk Channel 4 TV menjelang laga persahabatan internasional antara Inggris dan Islandia. Momen ini menandai babak baru karier Rooney setelah resmi pensiun sebagai pemain, sekaligus mengingatkan publik sepak bola Inggris pada sosok yang pernah menjadi ujung tombak utama Timnas Inggris selama lebih dari satu dekade.

Kehadiran Rooney di Wembley bukan sekadar nostalgia. Ia datang sebagai bagian dari tim penyiaran yang bertugas menganalisis pertandingan jelang kick-off. Dalam perannya itu, Rooney berdiri di area pinggir lapangan, mengenakan setelan rapi, jauh dari kostum nomor punggung 10 yang dulu identik dengannya. Meski begitu, aura mantan kapten The Three Lions itu tetap terasa, terutama ketika kamera menyorotnya di tribun dan layar besar stadion.

Rekam Jejak Rooney di Wembley dan Timnas Inggris

Rooney bukan nama sembarangan dalam sejarah sepak bola Inggris. Ia mencatatkan 120 penampilan bersama Timnas Inggris dengan total 53 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa The Three Lions sebelum akhirnya dilampaui Harry Kane. Selama kariernya, Rooney menorehkan berbagai statistik impresif: 208 gol di Premier League bersama Everton dan Manchester United, 5 gelar juara Premier League, 1 gelar Liga Champions, dan 1 gelar Piala Dunia Antarklub. Di level internasional, ia tampil di tiga edisi Piala Dunia (2006, 2010, 2014) serta tiga edisi Piala Eropa (2004, 2012, 2016).

Wembley menjadi saksi banyak momen penting Rooney. Ia pernah mencetak gol ke gawang Islandia dalam kualifikasi Euro 2016, dan kini ia menyaksikan kembali pertemuan kedua tim dari sisi yang berbeda. Laga persahabatan ini sendiri digelar sebagai persiapan Inggris menuju Euro 2024, turnamen yang akan berlangsung di Jerman. Pelatih Gareth Southgate memanfaatkan pertandingan ini untuk menguji komposisi terbaik, termasuk memberi menit bermain bagi pemain-pemain yang baru bergabung dalam skuad.

Analisis Taktik: Apa yang Bisa Dibaca dari Persiapan Inggris

Dari sudut pandang penyiaran, kehadiran Rooney memberikan lapisan analisis yang kaya. Sebagai mantan penyerang yang pernah bermain di beberapa sistem taktik berbeda, mulai dari 4-4-2 klasik era Manchester United bersama Sir Alex Ferguson hingga peran gelandang serang di Timnas Inggris, Rooney memiliki pemahaman mendalam soal eksekusi di sepertiga akhir lapangan. Ia bisa membedah pergerakan tanpa bola, penciptaan ruang, dan efektivitas lini depan Inggris dengan bahasa teknis yang jarang dimiliki komentator murni.

Inggris sendiri datang ke laga ini dengan catatan penguasaan bola yang dominan dalam beberapa pertandingan terakhir. Dalam laga kualifikasi terakhir sebelum Euro, Inggris rata-rata mencatat penguasaan bola di atas 60 persen dengan shots on target mencapai 6-7 per pertandingan. Melawan Islandia, tim yang dikenal disiplin dalam bertahan dengan formasi 4-4-2 rapat, Inggris perlu memaksimalkan lebar lapangan dan permainan sayap. Southgate kemungkinan menurunkan starting XI dengan kombinasi pemain senior dan muda, mengingat pentingnya menjaga kebugaran jelang turnamen besar.

Islandia bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim asuhan Åge Hareide itu punya sejarah mengalahkan Inggris di Euro 2016 dengan skor 2-1, salah satu kekalahan paling memalukan dalam sejarah modern The Three Lions. Momen itu masih segar di ingatan publik Inggris, dan laga persahabatan ini menjadi kesempatan untuk mengukur seberapa jauh perkembangan tim sebelum bertarung di Jerman.

Dari Lapangan ke Studio: Transisi Karier Seorang Legenda

Peran Rooney sebagai komentator menandai fase transisi yang menarik. Setelah pensiun dari sepak bola profesional pada 2021, ia sempat menangani Derby County, DC United, dan Birmingham City. Namun, karier kepelatihannya belum berjalan mulus, dengan catatan kemenangan yang tidak terlalu mengesankan di beberapa klub. Langkah ke dunia penyiaran bisa jadi jalan baru untuk tetap dekat dengan sepak bola sambil membangun kredibilitas sebagai analis.

Channel 4 sendiri dikenal sebagai penyiar yang menghadirkan sudut pandang berbeda dalam liputan sepak bola Inggris, sering menampilkan mantan pemain sebagai komentator tamu. Kehadiran Rooney di Wembley memberi nilai jual tersendiri: ia bukan hanya mantan pemain, tetapi ikon yang pernah merasakan tekanan bermain di panggung terbesar. Pengalamannya menghadapi kritik publik, cedera, dan ekspektasi tinggi menjadikannya narasumber yang otentik ketika membahas mentalitas pemain di level internasional.

Bagi penggemar Inggris, pemandangan Rooney di Wembley menjelang laga melawan Islandia membangkitkan dua hal sekaligus: kenangan akan gol-gol pentingnya di masa lalu, dan harapan bahwa generasi baru bisa membawa pulang trofi dari Euro 2024. Rooney mungkin tidak lagi mencetak gol di lapangan, tetapi suaranya kini menjadi bagian dari narasi besar sepak bola Inggris. Skor akhir pertandingan nanti akan menjadi catatan statistik, tetapi kehadiran seorang legenda di pinggir lapangan menambah dimensi emosional yang tak terukur oleh angka apa pun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User