Review Drama The First Jasmine: Akting Mempesona Selamatkan Cerita yang Mengecewakan
Drama China terbaru berjudul The First Jasmine (judul asli: Mo Li) akhirnya tayang perdana pada pekan ini, menyedot perhatian penggemar drama romantis fant
Drama China terbaru berjudul The First Jasmine (judul asli: Mo Li) akhirnya tayang perdana pada pekan ini, menyedot perhatian penggemar drama romantis fantasi di seluruh Asia. Diadaptasi dari novel web populer dengan latar dinasti fiksi, serial ini dibintangi oleh aktor ternama Liu Yuning dan aktris berbakat Zhao Lusi sebagai pasangan utama. Ekspektasi tinggi sudah terbangun sejak teaser pertama dirilis enam bulan lalu. Namun setelah enam episode awal mengudara, performa akting luar biasa para bintang utama justru menjadi penyelamat di tengah narasi yang terasa kurang matang.
Plot yang Ambisius Namun Tersendat
The First Jasmine mengisahkan Mo Li, seorang gadis desa yang ternyata adalah reinkarnasi dari peri melati terakhir yang tersisa. Ia memiliki kekuatan untuk menyembuhkan luka dan melihat masa lalu seseorang melalui aroma bunga. Takdir mempertemukannya dengan pangeran mahkota kerajaan Chang’an, Xiao Jing (Liu Yuning), yang tengah berjuang melawan intrik istana dan kutukan kelam yang mengancam nyawanya. Di sisi lain, sosok penjaga spiritual bernama Feng Ling, yang diperankan aktor pendatang baru Wang Anyu, hadir untuk melindungi Mo Li dari ancaman dunia kegelapan—sekaligus menciptakan cinta segitiga yang menjadi inti drama ini.
Sayangnya, meskipun premisnya menjanjikan, eksekusi skenario gagal memenuhi potensi cerita. Alur bergerak lambat dengan terlalu banyak kilas balik yang berulang tanpa memberikan kedalaman baru. Transisi antar adegan seringkali terasa kaku, dan beberapa sub-plot—seperti misteri pembunuhan selir istana—justru mengaburkan fokus utama. Adegan-adegan yang seharusnya menjadi momen klimaks emosional malah datar karena dialog yang terlalu ekspositoris dan kurang natural. Beberapa penggemar novel asli mengeluhkan penyederhanaan karakter antagonis yang tadinya kompleks menjadi hitam-putih belaka.
"Saya membaca novelnya dan sangat antusias. Tapi di episode 4 saya mulai kecewa karena banyak detail kunci dihilangkan. Beruntung akting Liu Yuning dan Zhao Lusi membuat saya tetap bertahan," ujar salah satu penonton di forum Douban.
Panggung Akting Para Bintang Utama
Di tengah berbagai kekurangan naskah, penampilan para aktor menjadi nyawa sejati drama ini. Liu Yuning berhasil menghadirkan karisma pangeran yang terluka namun tegar; matanya berbicara jauh lebih dalam daripada dialog yang diucapkan. Salah satu momen terbaik adalah ketika karakternya harus memilih antara tahta dan cinta—ekspresi konflik batinnya disampaikan dengan mikro-ekspresi yang memukau. Sementara itu, Zhao Lusi membuktikan lagi kemampuannya memerankan karakter perempuan kuat namun polos. Chemistry mereka sebagai pasangan terlarang tumbuh secara organik, menjadikan setiap adegan kebersamaan begitu hangat dan menyentuh.
Wang Anyu juga memberikan kejutan sebagai Feng Ling, sang pelindung misterius. Gesturnya yang dingin berhasil menciptakan ketegangan romantis yang berbeda, membuat penonton terbelah antara dua kubu 'shipper'. Akting pendukung dari aktor senior Chen Daoming sebagai kaisar licik menambah bobot drama, meskipun porsinya masih kurang digali.
Produksi dan Tata Artistik yang Memanjakan Mata
Dari aspek visual, The First Jasmine patut diacungi jempol. Sinematografi menampilkan lanskap pedesaan Tiongkok klasik yang memesona, dengan dominasi warna pastel dan efek bunga melati yang menyelimuti setiap adegan sihir. Kostum dan tata rias periode dinasti fiksi dikerjakan dengan detail yang sangat rinci—dari bordiran benang emas pada jubah pangeran hingga aksesori rambut Mo Li yang berubah seiring perkembangan karakternya. Musik ilustrasi karya komposer ternama Lin Hai juga memperkuat atmosfer romantis dan melankolis, meskipun terkadang penempatannya terasa terlalu dramatis untuk adegan yang sebenarnya ringan.
Respons Penonton dan Rating Awal
Di platform streaming iQiyi, drama ini langsung menduduki peringkat ketiga pada hari penayangan dengan skor pencarian tinggi. Namun rating agregat di Douban hanya mencapai 6,8 dari 10, menunjukkan penerimaan yang terbelah. Komentar positif mayoritas memuji akting dan visual, sementara kritik terfokus pada alur yang terasa dipaksakan dan ritme penyutradaraan yang inkonsisten. Beberapa kritikus menilai drama ini gagal memanfaatkan kekuatan novel adaptasinya yang terkenal dengan twist tak terduga, malah terjebak dalam formula klise romansa wuxia yang sudah sering kita lihat.
Meski begitu, bagi penggemar berat kedua aktor utama, drama ini tetap layak ditonton. Momentum-moment tertentu—seperti pengungkapan identitas asli Mo Li di episode 5—disajikan dengan intensitas tinggi berkat kekuatan visual dan akting. Jika Anda mencari tontonan yang mengedepankan perjalanan emosi karakter dan estetika sinematik, The First Jasmine masih bisa menjadi pilihan, asal jangan berharap kejutan cerita yang revolusioner.
- Episode unggulan: episode 3 (pertemuan rahasia di taman melati) dan episode 5 (adegan pengorbanan Feng Ling).
- Episode yang bisa dilewati kilasnya: episode 2 dan 4 yang terlalu banyak eksposisi.
- Target penonton: penggemar drama kolosal ringan, pecinta akting Liu Yuning dan Zhao Lusi, serta penyuka sinematografi indah.
Kesimpulannya, The First Jasmine adalah pengalaman menonton yang tidak seimbang: narasi yang mengecewakan namun diselamatkan oleh performa akting kelas atas dan paket produksi premium. Drama ini adalah bukti bahwa bintang bisa menjadi penyangga utama ketika fondasi cerita retak.
[SOCIAL_TWEET]: Review #TheFirstJasmine: Akting Liu Yuning dan Zhao Lusi luar biasa sayang narasi drama ini gagal penuhi ekspektasi. Sinematografi indah tapi alurnya klise. Skor Douban 6.8, bagaimana menurutmu? #DramaChina #MoLi[SOCIAL_TG]: 🌸 *The First Jasmine* udah tayang! Akting Liu Yuning & Zhao Lusi bikin baper, tapi naskahnya zonk. Visual bak lukisan, plot keteteran. Layak ditonton gak nih? Cek reviewnya 👇
Comments (0)