Airlangga Hartarto Paparkan Ketahanan Ekonomi Indonesia di Forum Kadin
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keynote speech yang penuh optimisme dalam acara yang diselenggarakan oleh Kamar Dagan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keynote speech yang penuh optimisme dalam acara yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Di hadapan para pelaku usaha dan pemangku kepentingan, ia memaparkan peta jalan ekonomi nasional serta langkah-langkah strategis yang tengah dijalankan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah gejolak perekonomian global.
Fundamental Ekonomi yang Tangguh
Dalam pidatonya, Airlangga menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid meskipun dunia sedang menghadapi fragilitas sektor keuangan dan ancaman resesi di sejumlah negara maju. Ia merujuk pada capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang konsisten di atas 5 persen, tingkat inflasi yang terkendali di kisaran target, serta rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang relatif rendah dibandingkan negara-negara G20 lainnya.
“Kami tidak bisa mengatakan tidak ada tantangan, tetapi Indonesia telah membuktikan diri sebagai salah satu ekonomi paling resilien di kawasan,” ujar Airlangga, disambut anggukan para peserta. Ia menambahkan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas makroekonomi tidak lepas dari bauran kebijakan fiskal dan moneter yang ditempuh secara hati-hati, termasuk pengendalian inflasi pangan melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Daerah (TPID).
Sinergi Pemerintah dan Swasta
Acara Kadin menjadi panggung untuk menegaskan komitmen kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Airlangga menyebut Kadin sebagai mitra strategis dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan pasar. Ia memaparkan berbagai program yang membuka ruang partisipasi swasta, seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) dan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang terus diperluas.
“Konektivitas infrastruktur yang kita bangun tidak akan memberikan dampak pengganda jika tidak diisi oleh kegiatan usaha yang produktif. Karena itu, kami mengajak teman-teman Kadin untuk menjadi garda terdepan investasi,” tegasnya. Di layar presentasi, data menunjukkan realisasi investasi yang tumbuh dua digit pada kuartal pertama tahun berjalan, didorong oleh hilirisasi mineral dan pengembangan industri padat karya.
Hilirisasi dan Transformasi Digital
Salah satu sorotan utama pidato Menko Airlangga adalah akselerasi hilirisasi sumber daya alam. Mengacu pada keberhasilan program hilirisasi nikel yang melonjakkan nilai ekspor, pemerintah kini memperluas kebijakan serupa ke komoditas lain seperti bauksit, tembaga, dan timah. “Kita tidak boleh hanya menjadi pengekspor bahan mentah. Nilai tambah harus dinikmati di dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong alih teknologi,” katanya.
Di sisi lain, transformasi digital mendapat porsi penjelasan yang mendalam. Airlangga menyinggung perkembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia yang menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai transaksi yang diproyeksikan menembus ratusan miliar dolar. Ia mendorong Kadin untuk mendorong anggotanya mengadopsi teknologi terkini, termasuk kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT), guna meningkatkan daya saing produk nasional baik di pasar domestik maupun global.
Antisipasi Ancaman Eksternal
Tidak semua isi pidato bernada optimistis. Airlangga secara terbuka membahas potensi pelemahan ekonomi global yang bisa menggerus permintaan ekspor Indonesia. Ketegangan geopolitik, lonjakan harga energi, dan kebijakan proteksionisme sejumlah negara disebutnya sebagai faktor eksternal yang perlu diwaspadai. Meski demikian, ia meyakini bahwa konsumsi rumah tangga yang kokoh—didukung bonus demografi—tetap menjadi bantalan krisis yang efektif.
Ia memerinci, “Pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen buffer, mulai dari insentif fiskal yang tepat sasaran, penguatan cadangan devisa, hingga jaring pengaman sosial yang mampu menopang daya beli masyarakat lapisan bawah.” Para pengusaha yang hadir pun tampak antusias ketika dialog dibuka, mengajukan pertanyaan mengenai kemudahan perizinan dan kepastian regulasi.
“Kita sudah punya Undang-Undang Cipta Kerja yang menyederhanakan regulasi. Kami mendengar masukan dari dunia usaha dan akan terus menyempurnakan implementasinya di lapangan. Jangan ragu untuk menyampaikan hambatan yang ada agar bisa segera kami evaluasi,” jawab Airlangga saat menanggapi keluhan perizinan yang masih birokratis di beberapa daerah.
Mendorong Iklim Investasi dan Lapangan Kerja
Menko Airlangga juga memanfaatkan momentum untuk memaparkan capaian penciptaan lapangan kerja. Data yang dirilis menunjukkan penurunan angka pengangguran secara signifikan sejak pandemi, dan ia menargetkan penurunan lebih lanjut melalui program Kartu Prakerja serta pelatihan vokasi yang terintegrasi dengan industri. Di hadapan para pengusaha, ia menekankan pentingnya investasi berkualitas yang menghasilkan pekerjaan layak.
“Investasi yang masuk harus menciptakan ‘good jobs‘—pekerjaan yang memberikan upah layak, jaminan sosial, dan jenjang karir. Inilah yang membedakan kita dari sekadar mengejar angka pertumbuhan semata,” tuturnya. Ia juga menyinggung perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mulai menunjukkan hasil positif, seperti di Kendal, Mandalika, dan Nongsa Digital Park, yang berhasil menarik minat investor global ternama.
Peran Strategis Kadin dalam Ekosistem Ekonomi
Ketua Umum Kadin Indonesia dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran dan arahan dari Menko Airlangga. Ia menegaskan bahwa Kadin akan terus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan ekonomi, sekaligus menjadi motor penggerak sektor swasta agar inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara Kadin dan Kemenko Perekonomian diharapkan mampu merumuskan peta jalan menuju Indonesia Emas 2045.
Pada sesi penutup, Airlangga kembali mengingatkan bahwa keberhasilan ekonomi bukan hanya tentang angka statistik, melainkan tentang kesejahteraan yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen yang hadir untuk menanamkan pola pikir optimis namun tetap waspada, serta siap beradaptasi dengan dinamika global yang berubah dengan sangat cepat.
Momen keynote speech ini menegaskan kembali bahwa komunikasi antara pembuat kebijakan dan pelaku usaha tetap menjadi elemen krusial dalam menjaga iklim ekonomi yang sehat. Kadin sebagai representasi dunia usaha pun diharapkan mampu menerjemahkan arahan strategis pemerintah menjadi aksi nyata di lapangan, mulai dari korporasi besar hingga UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
[SOCIAL_TWEET]: Menko Airlangga: Fundamental ekonomi Indonesia solid & resilien, sinergi dengan swasta jadi kunci. Hilirisasi & digitalisasi terus digenjot demi lapangan kerja berkualitas. #EkonomiIndonesia #Kadin #Hilirisasi [SOCIAL_TG]: 📊 Menko Airlangga gebrak Kadin: “Fundamental ekonomi kita kuat!” Dia soroti hilirisasi & transformasi digital sebagai game changer. Kolaborasi swasta diperkuat untuk Indonesia Emas 🇮🇩🔥
Comments (0)