Panggung balap Asia kembali berputar ke Lombok. Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat, dijadwalkan menjadi tuan rumah seri keempat Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 pada 9 hingga 11 Oktober 2026, dan dua pembalap binaan Astra Honda Motor sudah masuk daftar starter yang akan mengaspal di sana: Resky Yusuf dengan nomor punggung 22 serta Bintang Pranata Sukma yang memakai nomor 3. Dua nama itu menjadi wakil Indonesia yang paling disorot di kelas pembinaan usia muda paling kompetitif di kawasan Asia.
Sirkuit Mandalika sendiri bukan medan asing bagi para pembalap muda Tanah Air. Trek sepanjang 4,31 kilometer dengan 17 tikungan ini punya karakter unik: kombinasi tikungan cepat di sektor pertama, pengereman keras di area hairpin, lalu rangkaian tikungan lambat yang menuntut presisi garis balap. Bagi kelas Moto4 yang mengandalkan mesin kecil, sirkuit ini adalah ujian sesungguhnya soal manajemen kecepatan dan konsistensi.
Dua Nama di Garis Start
Resky Yusuf, pembalap bernomor 22, dikenal punya gaya berkendara agresif saat memasuki tikungan. Karakter itu cocok dengan sektor dua Mandalika yang menuntut keberanian dalam mengerem telat dan langsung membuka gas. Tantangannya jelas: menjaga ban tetap hidup sampai lap-lap akhir, terutama ketika suhu aspal Lombok memanas di sesi siang.
Di sisi lain, Bintang Pranata Sukma dengan nomor 3 tampil dengan pendekatan berbeda. Ia lebih dikenal rapi dalam menjaga ritme lap dan pintar membaca situasi balapan. Tipe pembalap seperti ini biasanya kuat pada balapan yang berjalan ketat, ketika selisih waktu antar-pembalap dihitung dalam sepersekian detik dan kesalahan sekecil apa pun langsung berbuah kehilangan posisi.
Dari sisi tim, kehadiran dua pembalap dalam satu payung pembinaan memberi keuntungan taktis. Data dari sesi latihan bebas bisa dibandingkan dan diolah bersama, mulai dari titik pengereman, pilihan rasio gir, hingga kompon ban yang paling cocok dengan kondisi trek. Kolaborasi semacam ini sering jadi pembeda di seri-seri akhir musim.
Format Balapan dan Bobot Seri Keempat
IM4AC memakai format balapan pendek yang menuntut sprint sejak lap pertama. Karena itu, kualitas start dan penempatan posisi di tikungan pertama menjadi faktor krusial. Di Mandalika, jalur luar pada tikungan pembuka sering menjadi jebakan: pembalap bisa kehilangan tiga sampai empat posisi dalam hitungan meter jika salah mengambil garis.
Seri keempat juga bertepatan dengan fase krusial musim. Poin yang diperebutkan di paruh kedua kompetisi punya bobot psikologis lebih besar, karena setiap pembalap mulai berhitung soal peluang juara. Strategi pun bergeser dari sekadar mengejar kemenangan menjadi mengamankan poin besar tanpa mengambil risiko berlebihan.
Faktor cuaca masih menjadi variabel tak terduga. Hujan sore yang kerap turun di kawasan Mandalika bisa mengubah peta kekuatan dalam sekejap. Perubahan kondisi trek dari kering ke basah menuntut adaptasi cepat, kemampuan membaca grip, dan keberanian menentukan pilihan ban. Pembalap yang lambat beradaptasi biasanya tersingkir dari perebutan podium.
Aspek Teknis yang Jadi Kunci
Secara teknis, ada tiga hal yang paling menentukan di Mandalika. Pertama, manajemen suhu ban di sisi kiri, karena sirkuit ini lebih banyak menuntut tikungan ke arah tersebut. Kedua, konsistensi trail braking, terutama pada rangkaian tikungan yang berurutan. Ketiga, efisiensi keluar tikungan, sebab trek lurus utama cukup panjang sehingga kecepatan keluar tikungan terakhir berdampak langsung pada posisi di garis finis.
Untuk pembalap nomor 22 dan nomor 3, kerja sama dengan tim teknis akan sangat penting. Penyesuaian setelan suspensi, tinggi dudukan, hingga geometri rangka harus disesuaikan dengan postur dan gaya masing-masing. Perbedaan satu klik pada penyetelan rebound bisa terasa signifikan saat pembalap memasuki tikungan cepat dengan kecepatan penuh.
Yang Dinantikan dari Seri Lomba Ini
Publik Tanah Air tentu berharap keduanya bisa tampil di barisan depan. Namun, target realistis biasanya disusun bertahap: lolos ke sesi kualifikasi dengan posisi kompetitif, konsisten finis di sepuluh besar, lalu mencuri podium bila momentumnya datang. Di kelas balap muda, proses pembinaan tetap jadi prioritas di atas hasil instan.
Apa pun hasilnya nanti, kehadiran dua pembalap binaan Astra Honda Motor di seri keempat IM4AC 2026 menegaskan satu hal: jalur pembinaan pembalap muda Indonesia terus berjalan. Mandalika, 9-11 Oktober 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi Resky Yusuf dan Bintang Pranata Sukma, dan sekaligus cermin sejauh mana kesiapan generasi muda Indonesia bersaing di level Asia.
Comments (0)