Real Madrid Tekuk Ferencvaros 3-1 di Laga Pramusim Budapest

Menit ke-90+2, peluit panjang mengakhiri pertandingan pramusim antara Ferencvaros dan Real Madrid di Budapest, Hungaria, Sabtu 8 Agustus 2026. Skor akhir 3-1 menjadi milik Los Blancos, meski tuan ruma...

Real Madrid Tekuk Ferencvaros 3-1 di Laga Pramusim Budapest

Menit ke-90+2, peluit panjang mengakhiri pertandingan pramusim antara Ferencvaros dan Real Madrid di Budapest, Hungaria, Sabtu 8 Agustus 2026. Skor akhir 3-1 menjadi milik Los Blancos, meski tuan rumah sempat memberi perlawanan sengit di babak kedua. Kemenangan ini sekaligus menutup rangkaian tur pramusim Real Madrid dengan catatan tiga kemenangan dari empat laga, sebuah data yang akan dibawa Jose Mourinho menatap musim kompetisi 2026/2027.

Menariknya, laga ini bukan sekadar uji coba biasa. Di tepi lapangan, pelatih asal Portugal itu terlihat beberapa kali memanggil para pemainnya untuk memberi instruksi taktis, pemandangan yang menjadi sorotan utama sepanjang pertandingan. Mourinho datang ke Budapest dengan membawa eksperimen formasi, rotasi besar-besaran, dan satu misi utama: menguji kedalaman skuad sebelum kompetisi resmi bergulir.

Babak Pertama: Uji Kesabaran yang Berbuah Dua Gol

Real Madrid tampil dengan formasi 4-3-3 sejak menit pertama, sementara tuan rumah menurunkan susunan 4-2-3-1 yang lebih defensif. Starting XI Real Madrid dihiasi sejumlah nama besar, namun Mourinho sengaja merotasi setidaknya lima posisi dari laga sebelumnya. Penguasaan bola pada 45 menit pertama mencapai 64 persen untuk tim tamu, dan hasilnya baru terlihat di menit ke-12.

Menit ke-12, Federico Valverde melepaskan umpan terobosan ke sisi kiri, lalu Vinícius Júnior menuntaskannya dengan sepakan first-time ke tiang jauh. Gol pembuka itu lahir dari transisi cepat yang hanya memakan tiga operan, dengan assist tercatat untuk Valverde. Skor berubah 1-0. Tuan rumah mencoba keluar dari tekanan, tetapi pressing tinggi Real Madrid membuat Ferencvaros kesulitan membangun serangan dari lini belakang.

Menit ke-39, giliran Jude Bellingham yang mencetak gol kedua. Berawal dari assist Kylian Mbappé di dalam kotak penalti, gelandang Inggris itu menempatkan bola ke pojok kiri gawang dengan tenang. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Statistik mencatat Real Madrid melepaskan delapan tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang, sedangkan Ferencvaros baru mengancam sekali lewat tendangan jarak jauh yang masih melambung di atas mistar.

Babak Kedua: Rotasi, Gol Ketiga, dan Drama VAR

Memasuki babak kedua, Mourinho menarik dua starter dan memasukkan pemain-pemain muda sebagai bagian dari evaluasi skuad. Pergantian itu justru membuat ritme Real Madrid sedikit menurun, dan tuan rumah mulai berani menekan. Menit ke-54, Ferencvaros sempat merayakan gol setelah sundulan penyerang mereka masuk ke gawang, tetapi VAR menganulirnya karena posisi offside lebih dulu. Keputusan itu sempat memicu protes keras dari kubu tuan rumah di sisi lapangan.

Menit ke-58, justru Real Madrid yang menambah keunggulan. Rodrygo mengirim umpan silang mendatar dari sisi kanan, dan Mbappé menyambutnya dengan penyelesaian satu sentuhan di tiang dekat. Skor menjadi 3-0, sekaligus gol ketiga Mbappé dalam dua laga pramusim terakhir. Assist Rodrygo tercatat sebagai kontribusi keduanya di laga ini.

Tuan rumah akhirnya membalas di menit ke-71 lewat sundulan penyerang tengah mereka memanfaatkan sepak pojok. Gol balasan itu lahir setelah kiper Real Madrid gagal meninju bola dengan sempurna. Skor berubah 3-1, dan Ferencvaros nyaris memperkecil kedudukan lagi di menit ke-83 andai tembakan voli mereka tidak membentur tiang gawang. Hingga laga usai, penguasaan bola akhir tercatat 63 persen untuk Real Madrid, dengan perbandingan shots on target 7-3.

Analisis: Eksperimen yang Menggembirakan bagi Mourinho

Dari sisi taktik, laga ini memberi banyak sinyal positif. Rotasi yang dilakukan Mourinho menunjukkan kedalaman skuad yang sehat, sementara gol-gol yang lahir dari transisi cepat membuktikan bahwa filosofi serangan langsung masih menjadi senjata utama tim. Di sisi lain, gol balasan Ferencvaros di menit ke-71 menjadi catatan kecil: konsentrasi lini belakang saat menghadapi bola mati masih perlu perbaikan sebelum kompetisi resmi dimulai.

Statistik tambahan: Ferencvaros mengoleksi dua kartu kuning dan satu kartu kuning untuk Real Madrid, dengan total pelanggaran 14-11 untuk keunggulan tuan rumah. Catatan offside 3-1 juga menunjukkan betapa tinggi garis pertahanan yang coba diterapkan Mourinho sepanjang laga, sebuah strategi berisiko yang sejauh ini berjalan sesuai rencana.

“Saya senang dengan cara tim bermain, terutama di babak pertama,” ujar Mourinho seusai laga. “Ini pramusim, jadi yang kami cari adalah pola, bukan hasil. Tapi menang di kandang lawan tetaplah kebiasaan yang baik untuk dibawa pulang.”

Dengan hasil ini, Real Madrid menutup tur pramusim dengan tiga kemenangan, satu kekalahan, serta total 11 gol masuk dan 5 gol kebobolan. Laga resmi berikutnya sudah menanti, dan Mourinho tampaknya telah memiliki gambaran lebih jelas tentang starting XI utama musim ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User