QUETTA — Shehbaz Janji Hak Pertama Warga Balochistan atas Kekayaan Provinsi

QUETTA — Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menegaskan pada Jumat (21 Agustus) bahwa masyarakat Balochistan akan mendapat hak pertama untuk menikmat

QUETTA — Shehbaz Janji Hak Pertama Warga Balochistan atas Kekayaan Provinsi

QUETTA — Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menegaskan pada Jumat (21 Agustus) bahwa masyarakat Balochistan akan mendapat hak pertama untuk menikmati kekayaan provinsi mereka. Ia menambahkan bahwa investasi dan sumber daya akan dibutuhkan untuk mengekstraksi logam dan mineral dari kawasan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan saat menutup Balochistan National Workshop di Quetta, sebuah forum yang dihadiri para pejabat senior pemerintah, tokoh masyarakat setempat, serta pemuka agama dari berbagai wilayah di provinsi tersebut.

"Hari ini, jika saya mengatakan Balochistan adalah provinsi terkaya di Pakistan, saya tidak akan keliru. Tetapi logam mulia dan mineral kita masih terkubur di bawah gunung-gunung dalam jumlah yang sangat besar," kata PM Shehbaz dalam pidatonya.
"Tidak boleh ada keraguan bahwa ini adalah kekayaan masyarakat Balochistan, baik mereka berasal dari Makran, Lasbela, Chaman, atau daerah mana pun," tambahnya.

Kekayaan Mineral: Perlu Investasi dan Keahlian

Di hadapan para peserta lokakarya, perdana menteri mengakui bahwa pertanyaan besar muncul mengenai apakah manfaat penuh dari logam dan mineral provinsi itu dapat benar-benar diekstraksi. Menjawab keraguan tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan hasil bumi Balochistan dinikmati pertama-tama oleh warga setempat.

"Untuk memastikan itu, kita membutuhkan investasi untuk menggali kekayaan dari gunung-gunung dan perairan," ujarnya. "Kita butuh keahlian, kita butuh sarana."

Ia juga menekankan perlunya kerja sama erat antara pemerintah Balochistan dan pemerintah federal untuk menghadirkan kekayaan ini kepada masyarakat Balochistan terlebih dahulu, dan kemudian kepada masyarakat Pakistan. Pernyataan tersebut disambut dengan perhatian serius, mengingat Balochistan selama ini kerap mengeluhkan minimnya porsi pembangunan dibandingkan sumbangsih sumber daya alamnya bagi kas negara.

Tantangan Besar: Pendidikan, Rumah Sakit, Jalan, dan Keamanan

Dalam kesempatan itu, perdana menteri tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang dihadapi Balochistan, mulai dari kebutuhan pendidikan, rumah sakit, jalan, hingga situasi keamanan. Luas wilayah yang menjadi yang terbesar di Pakistan justru menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan.

"Hal terbesar adalah, secara geografis, kalian adalah provinsi yang terluas. Jika orang-orang harus pergi ke berbagai daerah, jika mereka membutuhkan pendidikan, jika rumah sakit dan jalan harus dibangun, maka menyediakan sarana adalah tantangan yang nyata," katanya, seraya mencatat bahwa persoalan ini tidak unik bagi Balochistan.

"Jadi bagaimana kita memecahkan persoalan-persoalan ini? Melalui konsensus bersama dan distribusi sumber daya yang adil," demikian penegasan perdana menteri, yang menekankan bahwa penyelesaian masalah tersebut harus melibatkan semua provinsi secara setara dan berkeadilan.

Analisis: Janji Hak Pertama di Tengah Sejarah Ketimpangan

Balochistan selama ini dikenal sebagai provinsi dengan cadangan sumber daya alam yang melimpah, termasuk gas alam serta potensi tembaga dan emas yang tersebar di kawasan pegunungannya. Namun, wilayah terbesar di Pakistan itu juga kerap menjadi sorotan karena tingkat pembangunan dan akses layanan dasar yang masih tertinggal dibandingkan provinsi lain. Ketimpangan tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu akar ketidakpuasan lokal dan ketegangan keamanan di kawasan.

Menurut sejumlah pengamat, pernyataan Shehbaz soal hak pertama warga Balochistan merupakan sinyal politik yang penting, terlebih di tengah tuntutan lama masyarakat setempat agar hasil bumi provinsi mereka tidak hanya dinikmati daerah lain. Namun, para analis mengingatkan bahwa janji tersebut baru bermakna jika diikuti kebijakan konkret, seperti skema bagi hasil yang jelas, investasi infrastruktur yang memadai, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya.

Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan ini juga dibaca sebagai upaya pemerintah federal meredam sentimen separatisme di Balochistan. Selama lebih dari dua dekade, provinsi ini menjadi medan konflik berkepanjangan, dengan kelompok-kelompok bersenjata menuntut otonomi lebih besar dan hak atas sumber daya alam. Pemerintah Pakistan beberapa kali menggulirkan paket pembangunan khusus, namun implementasinya kerap tersendat di lapangan.

Menanggapi hal itu, sejumlah ekonom menilai bahwa kunci utama justru terletak pada tata kelola. Tanpa transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan tambang, kekayaan melimpah tidak otomatis menjamin kesejahteraan, demikian pandangan yang berkembang di kalangan analis. Pemerintah Balochistan pun diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan alokasi dana sampai ke desa-desa terpencil.

Lokakarya nasional Balochistan sendiri digambarkan sebagai forum untuk merumuskan arah pembangunan provinsi melalui dialog antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian lebih lanjut mengenai mekanisme distribusi hasil kekayaan Balochistan yang akan diterapkan pemerintah.

[SOCIAL_TWEET]: PM Shehbaz: warga Balochistan punya hak pertama atas kekayaan provinsi. Investasi dan keahlian dibutuhkan untuk menggarap logam dan mineral yang masih terkubur. #ShehbazSharif #Balochistan[SOCIAL_TG]: 🟢 PM Shehbaz janjikan hak pertama warga Balochistan atas kekayaan provinsi: logam dan mineral butuh investasi besar. Baca selengkapnya di Beritainti.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User