Privatisasi Gepco Serap Minat 11 Investor dari Turki dan Saudi

ISLAMABAD — Komisi Privatisasi Pakistan (Privatisation Commission/PC) mengumumkan respons yang luar biasa dari investor domestik dan internasional terhadap

Privatisasi Gepco Serap Minat 11 Investor dari Turki dan Saudi

ISLAMABAD — Komisi Privatisasi Pakistan (Privatisation Commission/PC) mengumumkan respons yang luar biasa dari investor domestik dan internasional terhadap rencana privatisasi Perusahaan Listrik Gujranwala (Gepco). Pada Jumat, yang merupakan hari terakhir pengumpulan Surat Pernyataan Minat (EOI), komisi menerima 11 EOI dari calon investor yang berniat mengakuisisi 51 hingga 100 persen saham Gepco beserta kendali manajemen.

"Hari ini, pada tanggal penutupan pengajuan EOI, Komisi telah menerima EOI dari 11 calon investor yang mencari akuisisi 51 hingga 100 persen saham Gepco bersama dengan kendali manajemen," demikian pernyataan resmi komisi, Jumat.

Para pihak yang berminat mencakup investor dari Turki dan Arab Saudi, serta sejumlah kelompok bisnis terkemuka Pakistan. Menariknya, sebagian besar grup yang mengajukan EOI untuk Gepco juga telah melakukannya untuk Perusahaan Listrik Faisalabad (Fesco) awal bulan ini, dan saat ini seluruhnya masih dalam proses peninjauan.

Empat Investor Asing: Tiga dari Turki, Satu dari Saudi

Dari 11 EOI yang masuk, empat berasal dari investor asing — tiga di antaranya dari Turki dan satu dari Arab Saudi — sementara tujuh lainnya datang dari kelompok bisnis lokal. Ketiga perusahaan Turki tersebut adalah Aktor Elektrik Enerji Yatırımları, Genvera Enerji, dan Cengiz Enerji Sanayii. Ketiganya juga telah menyatakan minat terhadap Fesco sebelumnya.

Satu catatan menarik: Gepco tidak menarik investor dari Tiongkok — berbeda dengan Fesco yang menerima satu EOI dari perusahaan Tiongkok — tetapi justru menarik minat investor Saudi, Al Sharif Contracting and Commercial Development Company.

Raksasa Bisnis Lokal Berebut Saham Gepco

Di kancah domestik, persaingan dipastikan sengit. Sejumlah nama besar ikut serta, antara lain Engro Energy Limited, Sapphire Fibers Limited, Hub Power Holdings, Lucky Cement, Shirazi Investments, Artistic Milliners, Fatima Group, dan K-Electric Limited, serta konsorsium yang terdiri dari AKD Securities, Fast Cable, dan Mughal Steel Group.

Kecuali konsorsium AKD, seluruh penawar ini juga akan bersaing memperebutkan Fesco. Artinya, dua aset listrik strategis Pakistan akan diincar oleh kelompok investor yang hampir sama, sebuah sinyal bahwa sektor kelistrikan negara itu semakin menarik bagi investor jangka panjang.

Sementara itu, tiga grup yang mengajukan EOI untuk Fesco tetapi tidak berminat pada Gepco adalah Maple Leaf Cement bersama Kohinoor Textile, Nishat Mills Limited, dan Pak Elektron Ltd.

Perbandingan Minat Investor Gepco dan Fesco

AspekGepcoFesco
Total EOI11 calon investorSebagian grup yang sama, masih ditinjau
Investor asing4 EOI (3 Turki, 1 Saudi)Termasuk 1 perusahaan Tiongkok
Investor lokal7 grup usahaMayoritas grup yang sama dengan Gepco
Grup khusus FescoMaple Leaf-Kohinoor, Nishat Mills, Pak Elektron

Langkah Selanjutnya dalam Proses Privatisasi

Komisi menyambut hangat minat komunitas investor terhadap Gepco. Respons yang besar ini dinilai sebagai pertanda baik bagi program privatisasi sektor kelistrikan Pakistan yang selama ini menjadi sorotan, mengingat defisit keuangan perusahaan-perusahaan listrik negara (discos) yang membebani anggaran publik.

Setelah tahap EOI ditutup, komisi diperkirakan akan melanjutkan proses dengan peninjauan kelayakan para calon investor, sebelum akhirnya melangkah ke tahap penawaran. Keberhasilan privatisasi Gepco dan Fesco nantinya akan menjadi tolok ukur bagi privatisasi perusahaan listrik lainnya di Pakistan.

Langkah ini juga menjadi ujian bagi komitmen pemerintah dalam mereformasi sektor energi, yang selama bertahun-tahun dirundung persoalan circular debt atau utang berantai antara produsen listrik, perusahaan distribusi, dan pemerintah. Para pengamat menilai, masuknya investor asing seperti Turki dan Arab Saudi dapat membawa teknologi serta efisiensi manajemen yang dibutuhkan untuk memutus lingkaran kerugian tersebut.

Meski demikian, proses privatisasi tetap harus melewati berbagai tahapan regulasi dan kemungkinan menghadapi penolakan dari serikat pekerja. Sejarah privatisasi di Pakistan menunjukkan bahwa setiap langkah pelepasan aset negara selalu diiringi perdebatan politik yang sengit, sehingga kepastian jadwal lelang Gepco masih perlu menunggu pengumuman resmi komisi.

[SOCIAL_TWEET]: 11 investor berebut saham Gepco: 3 dari Turki, 1 dari Saudi, 7 lokal. Privatisasi listrik Pakistan makin panas. #Gepco #Pakistan[SOCIAL_TG]: Gepco menarik minat 11 investor: 4 asing (Turki & Saudi) dan 7 lokal. Menariknya, tidak ada investor Tiongkok, berbeda dengan Fesco. Baca selengkapnya di Beritainti.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User