Menit ke-90+4, wasit meniup peluit panjang. Skor akhir 2-1 untuk PSIM Yogyakarta saat menjamu Persija Jakarta di lanjutan BRI Super League 2026/2027. Laga yang berlangsung di Stadion Mandala Krida ini berjalan dramatis, dengan gol kemenangan tuan rumah lahir di menit-menit akhir pertandingan. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Laskar Mataram untuk menjaga posisi di papan tengah klasemen, sekaligus memutus tren negatif dalam lima pertandingan terakhir.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Sejak menit awal, PSIM Yogyakarta tampil agresif dengan formasi 4-3-3. Pelatih tuan rumah menurunkan starting XI yang mengandalkan kecepatan di sektor sayap. Menit ke-12, winger kanan PSIM melepaskan umpan silang terukur yang disambut sundulan striker, namun bola masih melebar tipis di sisi kanan gawang Persija. Penguasaan bola babak pertama tercatat 54 persen untuk tuan rumah, sementara Persija Jakarta yang bermain dengan formasi 4-2-3-1 lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.
Menit ke-23, Persija Jakarta nyaris membuka keunggulan lewat eksekusi tendangan bebas gelandang asingnya. Bola melengkung ke sudut kanan gawang, tetapi kiper PSIM berhasil melakukan penyelamatan gemilang dengan menjatuhkan diri. Statistik shots on target babak pertama mencatat 3 berbanding 2 untuk keunggulan PSIM. Meski begitu, tidak ada gol tercipta di 45 menit pertama. Kedua tim masuk ruang ganti dengan skor kacamata 0-0.
Insiden VAR dan Gol Pembuka Tuan Rumah
Babak kedua berjalan lebih terbuka. Menit ke-52, PSIM Yogyakarta akhirnya memecah kebuntuan lewat aksi individu striker andalan yang lolos dari jebakan offside. Tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti gagal diantisipasi kiper Persija. Skor berubah 1-0 untuk tuan rumah. Gol ini sempat dicek VAR selama beberapa menit karena indikasi offside, namun wasit memutuskan gol sah.
Persija Jakarta tidak tinggal diam. Menit ke-67, serangan balik cepat berbuah kartu kuning bagi bek tengah PSIM yang melakukan pelanggaran taktis. Dari tendangan bebas tersebut, Persija Jakarta akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol sundulan memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri pertahanan PSIM. Penguasaan bola setelah gol berubah menjadi 48 persen untuk PSIM, menandakan Persija mulai menguasai jalannya pertandingan.
"Kami tahu Persija punya kualitas dalam transisi. Kami kehilangan konsentrasi selama lima menit dan itu mereka manfaatkan. Tapi anak-anak menunjukkan mentalitas juara dengan kembali bangkit di akhir pertandingan," ujar pelatih PSIM Yogyakarta dalam sesi konferensi pers usai laga.
Dramatis Menit Akhir dan Analisis Statistik
Menit ke-78, pelatih PSIM melakukan rotasi dengan memasukkan dua pemain muda untuk menambah daya gedor. Pergantian ini terbukti efektif. Menit ke-86, PSIM mendapatkan hadiah penalti setelah pemain Persija Jakarta dinilai melakukan handsball di dalam kotak terlarang. Eksekusi penalti diambil oleh gelandang senior dengan tenang, mengirim kiper ke arah berlawanan. Skor akhir 2-1 untuk PSIM Yogyakarta bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Statistik akhir pertandingan menunjukkan PSIM Yogyakarta mencatat penguasaan bola 52 persen, dengan 6 shots on target dari total 11 percobaan. Sementara Persija Jakarta mencatat 48 persen penguasaan bola dan 4 shots on target dari 8 percobaan. Tuan rumah juga unggul dalam jumlah tendangan sudut, 7 berbanding 3. Kartu kuning tercatat 3 untuk PSIM dan 2 untuk Persija, tanpa ada kartu merah sepanjang laga.
Dengan tambahan tiga poin ini, PSIM Yogyakarta mengoleksi poin penting untuk menjauh dari zona degradasi. Sementara Persija Jakarta harus menerima kekalahan kedua dalam lima pertandingan terakhir, sebuah catatan yang menjadi sorotan tajam mengingat ambisi mereka di kompetisi musim ini. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian berat bagi kedua tim, terutama bagi Persija yang wajib meraih kemenangan demi menjaga momentum di papan atas BRI Super League 2026/2027.
Comments (0)