Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Macron Beri Hormat

LOS ANGELES — Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Spanyol atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 yang digelar di SoFi Stadium, Rabu malam waktu setempat, mengakhiri perjalanan Les Bleus secara drama...

Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Macron Beri Hormat

LOS ANGELES — Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Spanyol atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 yang digelar di SoFi Stadium, Rabu malam waktu setempat, mengakhiri perjalanan Les Bleus secara dramatis. Gol telat Alvaro Morata pada menit ke-118 memastikan tempat La Roja di partai puncak, sekaligus memupus harapan Prancis mengulang kejayaan edisi 2018. Presiden Emmanuel Macron yang hadir langsung di tribun VIP menyampaikan apresiasi mendalam kepada skuad asuhan Didier Deschamps melalui pernyataan resmi seusai laga.

Jalannya pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Prancis unggul lebih dulu lewat aksi individu brilian Kylian Mbappé yang menusuk dari sisi kiri pertahanan Spanyol pada menit ke-34, melepaskan tendangan mendatar yang tak mampu dijangkau Unai Simón. Keunggulan itu bertahan hingga turun minum, namun intensitas serangan Spanyol meningkat tajam di babak kedua. Statistik penguasaan bola mencatat La Roja menguasai 52 persen berbanding 48 persen milik Prancis, dengan total shots on target masing-masing lima berbanding empat — angka yang mencerminkan ketatnya duel di lapangan tengah.

Dominasi Awal Prancis dan Respon Taktis Luis de la Fuente

Pada 45 menit pertama, strategi Didier Deschamps dengan formasi 4-3-3 berjalan sesuai rencana. Lini tengah yang digalang Aurélien Tchouaméni, Eduardo Camavinga, dan Antoine Griezmann mampu memutus aliran bola Spanyol yang mengandalkan penguasaan. Griezmann menjadi kreator utama dengan mencatatkan tiga key passes dan satu assist untuk gol pembuka Mbappé. Menit ke-34, umpan terobosan Griezmann berhasil dimaksimalkan sang kapten yang lolos dari jebakan offside setelah tinjauan VAR mengonfirmasi posisinya onside tipis.

Namun memasuki paruh kedua, pelatih Spanyol Luis de la Fuente melakukan dua perubahan krusial. Masuknya Nico Williams dan pengalihan posisi Pedri ke area lebih ofensif membuat ritme permainan berubah total. Menit ke-61, sepakan first-time Pedri dari luar kotak penalti membentur tiang kanan gawang Mike Maignan, sinyal bahaya yang akhirnya terbayar pada menit ke-73. Dani Olmo yang tampil sebagai pemain pengganti melepaskan tembakan spekulatif dari jarak 25 meter yang menghantam punggung bek Prancis dan berbelok arah, membuat Maignan tak berkutik. Skor imbang 1-1 memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.

Kelelahan Fisik dan Kartu Merah yang Menentukan

Babak extra time menjadi ujian ketahanan fisik sekaligus disiplin taktik bagi kedua kubu. Prancis yang mulai kehabisan tenaga terpaksa menurunkan intensitas pressing, memberikan ruang lebih bagi gelandang Spanyol untuk mengatur serangan. Puncaknya terjadi pada menit ke-107, ketika bek tengah Prancis, William Saliba, menerima kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan setelah pelanggaran terhadap Morata. Keputusan wasit Wilton Sampaio sempat memicu protes, namun tayangan ulang VAR memperlihatkan kontak yang cukup keras di area Achilles pemain Spanyol tersebut.

Bermain dengan 10 orang sejak menit tersebut, struktur pertahanan Prancis langsung porak-poranda. Spanyol memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan melancarkan serangan bergelombang. Menit ke-118, umpan silang akurat Alex Baena dari sisi kanan pertahanan Prancis disambut sundulan terukur Morata yang bersarang di pojok kiri bawah gawang. Gol tersebut menjadi pukulan telak yang tak mampu dibalas Les Bleus di sisa waktu yang ada.

Reaksi Macron dan Masa Depan Les Bleus

Kekecewaan jelas terpancar dari raut wajah Presiden Macron yang turun ke ruang ganti pemain setelah pertandingan. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Istana Élysée, Macron menegaskan rasa bangganya.

"Terima kasih Les Bleus. Kalian telah bertarung dengan hati dan semangat yang luar biasa. Kekalahan ini tidak mengurangi kebanggaan kami sebagai bangsa. Masa depan tetap cerah bagi tim ini,"
ujar Macron yang juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Mbappé dan Griezmann sebagai motor permainan sepanjang turnamen.

Dari sisi taktikal, kegagalan Deschamps menyiapkan antisipasi terhadap transisi cepat Spanyol menjadi catatan evaluasi utama. Rotasi pemain yang minim selama turnamen — hanya lima perubahan dari starting XI reguler — turut disorot sebagai penyebab menurunnya kebugaran menjelang fase krusial. Namun demikian, gelaran Piala Dunia 2026 tetap menunjukkan potensi regenerasi Pran

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User