Prabowo Tetapkan KDKMP sebagai Offtaker Petani dan Penyalur Bansos

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7), yang menghasilkan keputusan strategis: Ko

Prabowo Tetapkan KDKMP sebagai Offtaker Petani dan Penyalur Bansos

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7), yang menghasilkan keputusan strategis: Komando Daerah Ketahanan Pangan Milenial (KDKMP) resmi ditunjuk sebagai offtaker hasil panen petani sekaligus penyalur bantuan sosial (bansos) pangan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga di tingkat produsen dan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.

Kronologi Rapat Terbatas

  1. Pukul 14.00 WIB: Presiden Prabowo memasuki ruang rapat didampingi Menteri Sekretaris Negara dan jajaran terkait.
  2. Paparan Menteri Pertanian tentang kondisi terkini serapan gabah petani yang belum optimal, serta potensi penurunan harga akibat panen raya di beberapa sentra.
  3. Diskusi intensif antara Presiden, Menteri Pertanian, Menteri Sosial, dan Menteri BUMN tentang mekanisme offtaker oleh KDKMP.
  4. Presiden memberikan arahan agar KDKMP segera menyiapkan infrastruktur pembelian dan penyaluran, termasuk memanfaatkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) untuk bansos.
  5. Pukul 16.30 WIB: Keputusan final ditandatangani dalam bentuk Instruksi Presiden yang langsung berlaku.

Peran Ganda KDKMP

Berdasarkan hasil ratas, KDKMP akan menjalankan dua fungsi utama. Pertama, sebagai offtaker: KDKMP berkewajiban membeli seluruh hasil panen petani—terutama beras, jagung, dan kedelai—pada harga acuan pemerintah (HAP). Tujuannya mencegah tengkulak bermain harga dan memutus rantai distribusi panjang yang merugikan petani. Kedua, sebagai penyalur bansos pangan: beras yang dibeli dari petani langsung didistribusikan kepada 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan cadangan beras pemerintah.

"KDKMP harus menjadi tameng bagi petani kita. Mereka tidak boleh lagi menjual gabah di bawah HPP karena ada kepastian pasar yang disediakan negara," tegas Presiden Prabowo dalam ratas.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan, penunjukan KDKMP memperpendek rantai pasok dari tujuh menjadi tiga mata rantai. "Efisiensi ini akan menghemat biaya logistik hingga 23 persen dan mempercepat penyaluran," ujarnya.

Implementasi dan Target

Untuk merealisasikan kebijakan ini, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis:

  • Pembangunan 1.200 gudang penyimpanan pangan berkapasitas total 2,5 juta ton di seluruh sentra produksi.
  • Pengadaan 500 unit armada pengangkut berpendingin untuk menjaga kualitas.
  • Integrasi data petani dengan basis data P3KE melalui sistem digital terpadu.
  • Penyaluran bansos dalam bentuk beras 10 kg per KPM per bulan, dimulai Agustus 2026.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menyuntikkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 4,2 triliun kepada KDKMP guna memperkuat modal kerja dan infrastruktur. "Dengan PMN ini, KDKMP dapat langsung melakukan pembelian tunai di tingkat petani sehingga tidak ada lagi penundaan pembayaran," kata Menteri BUMN Erick Thohir.

Dampak bagi Petani dan Penerima Bansos

Kebijakan ini diyakini memberi dampak signifikan. Petani akan menikmati kepastian harga dan pasar, sementara penerima bansos mendapatkan beras berkualitas dari hasil panen dalam negeri. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, harga gabah kering panen di tingkat petani sempat anjlok 12 persen pada panen raya Juli lalu, namun dengan intervensi ini diharapkan kembali ke level HPP Rp 5.400 per kg.

Sementara itu, Kemensos menegaskan penyaluran bansos akan menggunakan mekanisme doorstep delivery. "Beras langsung diantar ke rumah KPM oleh petugas KDKMP. Ini mengurangi potensi kebocoran dan memudahkan kelompok rentan," jelas Menteri Sosial.

Pengamat pertanian dari IPB, Dr. Hermanto, mengapresiasi langkah ini namun mengingatkan perlunya pengawasan ketat. "KDKMP harus transparan dalam operasionalnya, terutama soal volume pembelian dan kualitas beras. Tanpa akuntabilitas, program ini rentan diselewengkan," katanya.

Dengan ditetapkannya KDKMP sebagai ujung tombak offtaker dan penyalur bansos, pemerintah menargetkan peningkatan Nilai Tukar Petani sebesar 5 persen pada akhir 2026 dan penurunan angka kemiskinan ekstrem di pedesaan. Program ini menjadi salah satu pilar utama transformasi ketahanan pangan nasional yang digaungkan Presiden Prabowo.

[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo tetapkan KDKMP sebagai offtaker petani & penyalur bansos. Petani dapat harga pasti, bansos tepat sasaran. #KetahananPangan #BansosTepatSasaran #KDKMP[SOCIAL_TG]: 🚜 Presiden Prabowo resmi tunjuk KDKMP sebagai offtaker panen petani + penyalur bansos. Harga pasti, distribusi door-to-door. #KetahananPangan

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User