Petinggi Liverpool Hadiri Pemakaman Diogo Jota dan Sang Saudara
Keluarga besar Liverpool bersatu dalam duka. Pada Jumat (4/7/2025), sejumlah petinggi klub tiba di Kapel Pemakaman di Gondomar, pinggiran Porto, Portugal, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada...
Keluarga besar Liverpool bersatu dalam duka. Pada Jumat (4/7/2025), sejumlah petinggi klub tiba di Kapel Pemakaman di Gondomar, pinggiran Porto, Portugal, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Diogo Jota dan saudaranya, Andre Silva. Kehadiran mereka menandai ikatan emosional yang mendalam antara klub dan penyerang andalan mereka yang tewas dalam kecelakaan tragis hanya satu hari sebelumnya.
Menurut laporan otoritas setempat, kecelakaan maut itu terjadi di sebuah jalan di wilayah barat laut Spanyol pada Kamis (3/7/2025) dini hari. Diogo Jota, 28 tahun, dan saudara lelakinya, Andre Silva, meninggal di tempat setelah kendaraan yang mereka tumpangi kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan. Insiden nahas ini terjadi hanya beberapa jam setelah sang pemain baru saja melangsungkan pernikahan. Kabar duka itu sontak mengguncang dunia sepak bola global.
Kronologi Kecelakaan dan Pernikahan yang Berubah Duka
Detil kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian Spanyol. Namun, sumber awal menyebutkan bahwa mobil yang dikendarai Jota mengalami kecelakaan tunggal di sebuah tikungan tajam. Cuaca pagi itu dilaporkan berkabut, yang mungkin menjadi faktor penyebab. Jota dan sang istri baru tiba di Spanyol setelah resepsi pernikahan pada 2 Juli 2025 di Portugal. Andre Silva, yang menjadi pendamping pengantin pria, turut serta dalam perjalanan tersebut. Istri Jota dilaporkan selamat dan saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat. Pihak keluarga meminta privasi.
Kepergian mendadak ini sangat ironis mengingat momen bahagia yang baru saja dirayakan sang pemain. Sejumlah rekan setim yang hadir di pernikahan itu mengaku tak menyangka bahwa pesta tersebut akan menjadi perjumpaan terakhir mereka dengan penyerang bertubuh mungil namun bertenaga itu.
Petinggi Liverpool Hadiri Penghormatan Terakhir
Pada Jumat pagi, Direktur Teknik Julian Ward, Direktur Olahraga Richard Hughes, dan CEO Football Michael Edwards terlihat memasuki kapel di Gondomar. Ketiganya mengenakan setelan gelap, ekspresi wajah mereka menampakkan kesedihan yang mendalam. Kehadiran tiga figur kunci di balik layar Anfield itu menegaskan bahwa Jota bukan sekadar aset olahraga, melainkan anggota keluarga Liverpool yang sesungguhnya.
Upacara berkabung berlangsung khidmat. Keluarga, sahabat, dan rekan-rekan Jota dari tim nasional Portugal juga hadir. Dari pihak Liverpool, tidak ada pemain yang terlihat karena skuad utama telah kembali ke pusat latihan setelah libur musim panas. Namun, klub telah mengirimkan karangan bunga besar berwarna merah dan mawar putih—mewakili warna kebesaran Liverpool.
Respons Global dan Penghormatan dari Rekan Seprofesi
Kabar meninggalnya Diogo Jota memicu banjir ucapan belasungkawa dari seluruh penjuru dunia. Kapten Liverpool Virgil van Dijk menulis di Instagram, “Saya kehilangan kata-kata. Seorang pria luar biasa, rekan setim yang fantastis. Istirahatlah dalam damai, Diogo dan Andre.” Mohamed Salah turut mengunggah foto kebersamaan mereka dengan pesan singkat, “Selamat jalan, saudaraku.” Pelatih Arne Slot, yang baru menukangi Liverpool, mengatakan bahwa Jota adalah pemain dengan profesionalisme tinggi dan selalu ceria di ruang ganti.
Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) mengumumkan akan mengheningkan cipta pada pertandingan internasional berikutnya. Sementara itu, klub-klub seperti Wolverhampton Wanderers—tempat Jota pertama kali bersinar di Liga Inggris—dan raksasa Portugal FC Porto memasang foto sang pemain di stadion mereka. Liga Premier juga merilis pernyataan resmi yang menyebut Jota sebagai “salah satu penyerang paling klinis di generasinya”.
Warisan Diogo Jota: Dari Porto hingga Panggung Eropa
Diogo José Teixeira da Silva, lahir di Porto pada 4 Desember 1996, memulai karier di Gondomar dan Pacos Ferreira. Setelah menarik perhatian Atletico Madrid, ia justru bersinar bersama Porto pada musim 2018/19 dengan torehan 20 gol dalam 58 pertandingan. Kepindahan ke Wolves pada 2017 seharga £12,8 juta menjadi batu loncatan: 17 gol dalam 44 penampilan di musim perdananya di Premier League langsung membawanya ke pelukan Liverpool pada September 2020 dengan nilai transfer hingga £45 juta.
Di bawah asuhan Jurgen Klopp, Jota menjelma menjadi salah satu penyerang paling efisien di Eropa. Statistik mencatat ia mencetak 58 gol dan 19 assist dari 152 pertandingan bersama The Reds. Ia merupakan pemain ke-13 sepanjang sejarah klub yang mampu mencetak hat-trick di Liga Champions—sebuah pencapaian yang ia persembahkan dalam laga tandang ke Atalanta pada 2020. Gol-gol pentingnya membantu Liverpool meraih Piala FA (2022) dan Piala Liga (2022, 2024).
Di level tim nasional, Jota mengemas 14 gol dalam 44 caps. Ia menjadi bagian dari skuad Portugal yang menjuarai UEFA Nations League pada 2019. Kemampuannya bermain di kedua sayap maupun penyerang tengah membuatnya menjadi pelapis ideal sekaligus mitra Cristiano Ronaldo di sepertiga akhir lapangan. Kini, karier gemilang itu harus berakhir di usia 28 tahun akibat kecelakaan yang begitu tragis.
Solidaritas dan Duka Abadi dari Anfield
Petinggi Liverpool yang hadir di pemakaman adalah simbol bahwa klub ini merasakan kehilangan yang sama dalamnya dengan keluarga. Michael Edwards, yang kembali ke klub setelah sempat meninggalkan peran direktur olahraga, disebut-sebut sebagai salah satu otak di balik transfer Jota. Sementara itu, Julian Ward merupakan orang yang merampungkan kontrak sang pemain pada 2020. Kehadiran mereka seolah menutup lingkaran hubungan profesional sekaligus personal yang begitu erat.
Publik Portugal, terutama kota Porto dan Gondomar, menyelimuti kapel dengan bunga dan syal Liverpool. Seorang penggemar bernama Maria Oliveira, 43, berkata sambil terisak, “Kami kehilangan putra terbaik daerah ini. Diogo adalah kebanggaan kami.”
Pihak Liverpool telah mengonfirmasi bahwa akan ada seremoni penghormatan di Anfield pada laga kandang pertama musim depan. Sementara itu, nomor punggung 20 yang dikenakan Jota kemungkinan besar akan dipensiunkan sementara sebagai tanda penghormatan tertinggi.
Tragedi ini meninggalkan luka abadi bagi sepak bola. Kepergian Diogo Jota dan Andre Silva di puncak kebahagiaan pribadi menjadi pengingat bahwa hidup begitu rapuh. Enam ratus kilometer dari Anfield, para petinggi Liverpool berdiri bersama ribuan pelayat, mengantarkan salah satu putra terbaik Portugal menuju peristirahatan terakhirnya.
Comments (0)