Mbappe Hat-trick Antar Prancis Gulung Swedia 4-0
Kylian Mbappe memimpin pesta gol Prancis saat menggilas Swedia dengan skor telak 4-0 dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, 1 Juli 2026. Pe...
Kylian Mbappe memimpin pesta gol Prancis saat menggilas Swedia dengan skor telak 4-0 dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, 1 Juli 2026. Penyerang bernomor 10 itu mencetak trigol alias hat-trick untuk membawa Les Bleus melaju mulus ke babak 16 besar. Gol-gol Mbappe tercipta pada menit ke-8, 45+1, dan 62, sementara satu gol tambahan disumbangkan oleh Antoine Griezmann lewat eksekusi penalti di menit 81.
Dominasi Total Sejak Menit Awal
Babak pertama langsung menjadi milik Prancis. Mengandalkan formasi 4-3-3, tim asuhan Didier Deschamps mengurung pertahanan Swedia sejak peluit berbunyi. Mbappe membuka skor di menit ke-8 lewat aksi individu brilian. Menerima umpan terobosan dari Ousmane Dembele, ia melewati dua bek sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok kanan bawah tanpa bisa dihalau kiper Viktor Johansson. Sebelas menit berselang, Mbappe nyaris menggandakan keunggulan lewat sundulan yang masih membentur mistar gawang. Swedia berusaha keluar dari tekanan, namun lini tengah yang dikomandoi Eduardo Camavinga memutus hampir setiap upaya serangan. Penguasaan bola Prancis mencapai 68% sepanjang 45 menit pertama, dengan total 9 tembakan mengarah ke gawang. Sebaliknya, Swedia hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang babak pertama. Menit 45+1, Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor. Sebuah umpan silang mendatar dari Theo Hernandez dari sisi kiri berhasil disambut dengan sontekan cungkil melewati kiper. Skor 2-0 menutup paruh pertama.
Hat-trick Bersejarah dan Penalti Griezmann
Memasuki babak kedua, Swedia mencoba memperkecil ketertinggalan dengan memainkan tempo lebih cepat. Pelatih Janne Andersson memasukkan striker muda Alexander Isak untuk menambah daya gedor. Namun, lini belakang Prancis tampil disiplin. Raphael Varane dan Jules Kounde berhasil mengatasi setiap ancaman. Puncaknya adalah gol ketiga Mbappe pada menit ke-62. Berawal dari serangan balik cepat, Mbappe yang berlari dari garis tengah melepaskan umpan satu-dua dengan Olivier Giroud sebelum melesakkan bola ke sudut atas gawang. Gol ini memastikan hat-trick keenam Mbappe di level internasional dan ketiga di Piala Dunia—sebuah rekor yang terus ia ukir. Swedia sempat mendapat peluang emas lewat sepakan Emil Forsberg di menit 75, namun kiper Mike Maignan sigap menepis. Petaka bagi Swedia berlanjut ketika bek kanan mereka, Emil Holm, menjatuhkan Dembele di kotak terlarang pada menit 79. Wasit menunjuk titik putih setelah berkonsultasi dengan VAR. Antoine Griezmann yang menjadi eksekutor dengan tenang menuntaskan tugasnya, mengubah skor menjadi 4-0. Sebuah statistik penting: Prancis mencatatkan 14 tembakan tepat sasaran dari 20 percobaan, sementara Swedia hanya 2 dari 5 tembakan. Selain itu, Les Bleus menciptakan 10 peluang dari permainan terbuka, menunjukkan superioritas taktikal yang jelas.
Analisis: Formasi Fleksibel dan Kreativitas Lini Serang
Keberhasilan Prancis dalam menghancurkan Swedia tidak lepas dari taktik cerdas Deschamps. Adaptasi Mbappe sebagai false nine—kadang turun menjemput bola—membuka ruang bagi pergerakan Dembele dan Kingsley Coman dari sayap. Griezmann yang ditempatkan sebagai gelandang serang menjadi otak distribusi, dengan catatan akurasi umpan mencapai 90%. Camavinga tampil mengesankan sebagai pivot, memenangi 7 duel dan melakukan 5 sapuan kritis. Sementara itu, Swedia gagal menjalankan rencana permainan mereka. Formasi 4-4-2 yang diusung terlalu kaku menghadapi fluiditas permainan Prancis. Minimnya kreativitas dari lini kedua membuat Dejan Kulusevski dan Forsberg terisolasi. Statistik menunjukkan Swedia hanya mencatatkan 0,28 xG (expected goals) sepanjang laga, cerminan daya serang yang tumpul. Di sisi lain, Prancis mengumpulkan 2,86 xG, menandakan peluang-peluang berkualitas tinggi yang berhasil diciptakan.
Seusai pertandingan, Deschamps menyambut positif kinerja timnya. "Kami menyiapkan laga ini dengan detail. Kylian luar biasa, tapi yang paling saya suka adalah kerja kolektif. Semua pemain menjalankan peran mereka secara disiplin," ujarnya dalam konferensi pers. Mbappe sendiri mengaku puas dengan hat-trick-nya. "Target saya bukan jumlah gol, tetapi bagaimana membantu tim memenangkan Piala Dunia. Namun mencetak trigol di babak gugur tetaplah istimewa," kata pemain berusia 27 tahun itu. Dengan kemenangan ini, Prancis akan bersua pemenang laga Maroko versus Korea Selatan di babak 16 besar. Jika Mbappe mampu mempertahankan performa fantastis ini, impian untuk meraih bintang ketiga di jersey mereka bukanlah hal yang mustahil.
Baca juga:
Comments (0)