Jafar/Felisha Sapu Bersih Wakil Korea di Istora, Fokus ke Babak 16 Besar
Skor akhir 21-14, 21-12. Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, melenggang ke babak 16 besar Indonesia Open 2026 setelah menundukkan wakil Korea Selatan, Kim Jae Hyeon...
Skor akhir 21-14, 21-12. Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, melenggang ke babak 16 besar Indonesia Open 2026 setelah menundukkan wakil Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, dalam duel sengit yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (03/06/2026). Kemenangan telak ini bukan sekadar hasil, melainkan pernyataan keras bahwa tuan rumah tak bisa dianggap remeh di depan publiknya sendiri.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi sejak wasit mengangkat kartu servis. Kim/Jang mencoba menguasai ritme melalui pukulan drive datar dan rotasi servis cepat, namun Jafar/Felisha tampil dengan formasi ofensif yang rapat. Di menit ke-8, Jafar melepaskan smash tajam dari belakang yang diprediksi jatuh di luar lapangan, namun kok mendarat di garis belakang dengan presisi milimetrik. Poin krusial itu membuka keunggulan 6-3 dan menjadi momen kebangkitan pasangan Indonesia.
Dominasi Net dan Kontrol Rally di Set Pertama
Statistik menunjukkan dominasi nyata dari pasangan tuan rumah. Jafar/Felisha mencatatkan 68 persen penguasaan net di set pertama, memaksa Kim/Jang beroperasi jauh dari garis depan. Felisha, yang berposisi di depan, tampil gemilang dengan netting yang mematikan dan putaran pergelangan tangan yang mengelabui blok lawan. Dari total 35 rally yang dimenangkan Indonesia di set pertama, 14 diantaranya berasal dari smash on target yang dibangun dari assist placement Jafar dari area belakang.
Di menit ke-23, terjadi rally terpanjang dalam laga. Kedua pasangan saling jual beli pukulan dengan kecepatan di atas 300 km/jam. Jafar melakukan defense sigap dengan dua blok berturut-turut, sebelum Felisha menutup dengan crosscourt dropshot yang tak bisa dijangkau Jang Ha Jeong. Poin itu membawa skor menjadi 17-11 dan membuat Istora bergemuruh. Tekanan mental yang dibangun dari momen itu membuat pasangan Korea kehilangan ritme, menyerah di set pertama dengan skor 21-14 setelah Jafar mengeksekusi jump smash lurus ke arah tubuh Kim Jae Hyeon.
Adaptasi Taktik dan Starting Pair yang Solid
Masuk ke set kedua, pelatih kepala tim ganda campuran Indonesia melakukan penyesuaian taktis. Jafar/Felisha beralih ke formasi semi-defensif saat menerima servis, mengurangi risiko unforced error di awal rally. Strategi itu berhasil. Mereka menciptakan run of 5 poin beruntun di awal set kedua, dengan Felisha mencatatkan 3 assist net lift yang disambut smash winner oleh Jafar. Kim/Jang terlihat frustrasi, terutama ketika challenge mereka atas pukulan out ditolak oleh VAR line call pada skor 11-6.
Kartu kuning wasit sempat keluar—bukan untuk pemain, melainkan warning kepada official bangku Korea yang protes berlebihan. Momen itu justru menambah api di dalam arena. Jafar/Felisha memanfaatkan suport publik, meningkatkan tempo permainan. Di menit ke-31, dengan skor 18-10, Jafar kembali melepaskan backhand smash yang menjadi shots on target ke-22 bagi pasangan Indonesia sepanjang pertandingan. Statistik ini mencerminkan efisiensi tinggi, di mana hampir 78 persen serangan mereka mendarat di area target dan menghasilkan poin langsung atau setup winner.
"Kami memang menang telak di skor akhir, tapi ini bukan waktunya untuk puas. Masih ada enam pertandingan lagi menuju gelar, dan level lawan akan semakin sulit. Fokus kami sekarang adalah recovery dan analisis video untuk laga besok," ujar Jafar Hidayatullah usai pertandingan.
Jalan Masih Panjang Menuju Podium Juara
Kemenangan ini memperpanjang rekor positif Jafar/Felisha di Istora Senayan, di mana mereka belum terkalahkan dalam tiga turnamen berturut-turut di depan publik sendiri. Namun, seperti yang disampaikan Felisha Pasaribu, mentalitas juara menuntut standar yang lebih tinggi. "Kami masih melihat beberapa forced error di transisi defense-to-attack. Lawan-lawan di babak 16 besar dan perempat final pasti akan memotong durasi rally dan memaksa kami bermain lebih cepat," tambahnya.
Dari sisi data, pasangan Indonesia mencatatkan clean sheet di sektor servis error—tidak ada satu pun servis fault sepanjang dua set. Disiplin tinggi ini menjadi fondasi kemenangan, mengingat ganda campuran modern sangat bergantung pada kualitas servis dan penerimaan awal. Dengan durasi pertandingan 38 menit, Jafar/Felisha juga berhasil menghemat energi dibandingkan rival-rival mereka yang bertarung rubber game di lapangan sebelah.
Dengan kemenangan ini, Jafar/Felisha resmi melaju ke babak 16 besar Indonesia Open 2026. Mereka akan menunggu pemenang antara pasangan Malaysia dan India yang masih bertanding di sesi malam. Satu hal yang jelas: meski skor akhir tampak mudah, perjuangan sesungguhnya baru dimulai, dan lapangan Istora akan kembali menjadi saksi bisu apakah pasangan ini mampu menjaga momentum menuju hari Sabtu yang lebih sengit.
Comments (0)