Rheza Ahrens Terbang dari Grid Belakang di ARRC 2026
Posisi akhir P6 dari start grid ke-14. Itulah catatan keras Rheza Danica Ahrens usai menuntaskan balapan pembuka ARRC 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu sore. Pebalap Astra Honda Racing Team itu...
Posisi akhir P6 dari start grid ke-14. Itulah catatan keras Rheza Danica Ahrens usai menuntaskan balapan pembuka ARRC 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu sore. Pebalap Astra Honda Racing Team itu membuktikan bahwa start dari baris belakang bukanlah akhir dari segalanya. Dalam lintasan 18 lap yang penuh dengan drama slipstream dan duel sengit, Rheza mencatatkan lap time tercepat 1 menit 59,842 detik di putaran ke-12, sebuah catatan yang bahkan lebih cepat dua per sepuluh detik dari pole position hari Sabtu.
Sejak lampu hijau menyala, Rheza langsung menggigit. Dari posisi 14, ia menyelip di antara celah dua pebalap Thailand sebelum tikungan pertama. Manuver berani itu membuatnya melompat ke posisi 11 hanya dalam satu lap. Pace-nya di lap pembuka mencapai 2 menit 1,334 detik, cukup agresif untuk mengejar kelompok depan yang terdiri dari pebalap Jepang dan Malaysia. Sayangnya, di lap ketiga, Rheza harus sedikit melebar menghindari kontak di chicane, membuatnya kehilangan momentum dan terlempar kembali ke posisi 13. Namun, justru dari situ comeback-nya dimulai.
Kualifikasi Pahit dan Strategi Ban
Masalah di sesi kualifikasi Sabtu menjadi momok bagi Rheza. Motor Honda CBR250RR-nya mengalami masalah mapping throttle di tengah sesi Q2, memaksanya masuk pit dan kehilangan waktu hampir empat menit. Akibatnya, ia hanya mampu melesatkan dua lap valid dengan waktu terbaik 2 menit 0,445 detik, tertahan di grid ke-14. Jaraknya dengan pole position adalah 0,987 detik, sebuah celah yang dalam kategori kelas AP250 bisa berarti lima posisi grid.
Tim Astra Honda memutuskan strategi berisiko: menggunakan kompon medium-soft untuk ban depan dan hard-medium untuk ban belakang. Pilihan itu bertujuan memaksimalkan grip di awal balapan saat Rheza harus menyalip dari belakang, sambil menjaga konsistensi pace di 10 lap terakhir ketika aspal Sepang mulai memakan ban. Data telemetry menunjukkan Rheza melakukan 12 manuver overtaking sepanjang balapan, dengan tiga di antaranya terjadi di lurusan back straight memanfaatkan draft maksimal hingga top speed 248,7 km/jam.
Duel Ketat di Lap-lap Akhir
Memasuki lap ke-15, Rheza sudah membayangi duo pebalap Vietnam dan Filipina yang bertarung untuk posisi lima besar. Di tikungan 9, ia melakukan braking dengan jarak 65 meter, lebih dalam dua meter dari rata-rata balapannya, untuk menyalip pebalap asal Vietnam. Namun, di lap berikutnya, pebalap Filipina itu membalas di tikungan 15 dengan manuver cut-back yang memaksa Rheza melebar sedikit. Momen itu membuat gap antara mereka mencapai 0,412 detik, terlalu dekat untuk nyaman namun terlalu jauh untuk kembali menyerang dalam dua lap tersisa.
"Saya tahu start dari belakang akan sulit, tapi pace motor hari ini luar biasa. Di lap ke-10 saya sudah merasa ban belakang mulai drop, tapi justru di situlah saya bisa menekan lebih keras karena lawan juga mulai kehilangan grip. Sayangnya waktu tidak cukup untuk kejar podium, tapi P6 dari P14 adalah hasil yang solid untuk pembuka musim," ujar Rheza usai balapan.
Statistik akhir balapan menunjukkan dominasi data di balik hasil tersebut. Race time Rheza adalah 28 menit 14,772 detik, dengan gap 4,891 detik dari pemenang balapan asal Jepang. Lebih mencolok lagi, sector time-nya di sektor tiga secara konsisten masuk tiga besar tercepat sejak lap ke-8, membuktikan bahwa setup motor dan pilihan garis balapnya tepat sasaran. Dari sisi konsumsi bahan bakar, tim melaporkan angka 28,4 km per liter, efisiensi yang memungkinkannya menyelesaikan balapan tanpa harus menghemat throttle di lap-lap penutup.
Implikasi untuk Klasemen ARRC 2026
Poin 10 dari posisi keenam memang bukan target utama Astra Honda, namun dalam konteks balapan dari belakang, ini adalah poin berharga. Rheza kini menempati peringkat ke-6 klasemen sementara ARRC 2026 dengan total 10 poin, tertinggal 15 poin dari pemuncak klasemen. Dengan format musim yang terdiri dari delapan seri, peluang untuk rebound masih sangat terbuka. Apalagi, performa pace-nya yang mampu menandingi lap time tercepat balapan menunjukkan bahwa potensi juara ada di tangan dan motor.
Tim Astra Honda kini akan fokus memperbaiki masalah elektronik yang menghantui sesi kualifikasi. Jika Rheza bisa menggabungkan grid position depan dengan race pace brutal yang ia tunjukkan di Sepang, maka podium bahkan kemenangan perdana di musim 2026 bukan lagi mimpi. Sirkuit Buriram di Thailand pada seri kedua nanti akan menjadi ujian berikutnya, di mana Rheza pernah meraih podium dua musim lalu. Satu yang pasti: start dari baris belakang di ARRC 2026 sudah ia buktikan bukan penghalang, melainkan bahan bakar untuk comeback yang lebih besar.
Comments (0)