Oct 21, 2026
Olahraga

Persib Desak Polisi Usut Penyerangan Bus EPA U-18 di Batang

BANDUNG — Insiden hitam kembali menodai sepak bola nasional. Bus yang membawa rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 menjadi sasaran penyerangan oknum suporter saat melintas di wi...

Persib Desak Polisi Usut Penyerangan Bus EPA U-18 di Batang

BANDUNG — Insiden hitam kembali menodai sepak bola nasional. Bus yang membawa rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 menjadi sasaran penyerangan oknum suporter saat melintas di wilayah Batang, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut memaksa manajemen Persib Bandung angkat bicara dan mendesak aparat kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.

Skor akhir pertandingan di lapangan nyaris terlupakan oleh kejadian di luar lapangan. Yang seharusnya menjadi momen pembinaan pemain muda justru berubah menjadi situasi mencekam. Rombongan pemain muda Maung Bandung yang tengah dalam perjalanan pulang usai menjalani kompetisi EPA harus menerima kenyataan pahit: bus yang mereka tumpangi dirusak oleh massa tak bertanggung jawab.

Kronologi dan Dampak Insiden

Menit demi menit perjalanan yang semula berjalan normal berubah drastis ketika bus memasuki kawasan Batang. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa rombongan diserang secara tiba-tiba tanpa provokasi yang jelas. Kaca bus dilaporkan mengalami kerusakan akibat lemparan benda keras. Para pemain U-18, yang rata-rata masih berusia belasan tahun, berada dalam kondisi syok dan ketakutan. Tim pelatih dan ofisial berupaya maksimal melindungi para pemain agar tidak menjadi korban lebih lanjut.

Persib Bandung memandang serius peristiwa ini bukan sekadar aksi vandalisme biasa. Klub berjuluk Maung Bandung itu menilai penyerangan terhadap bus tim akademi merupakan ancaman nyata bagi dunia pembinaan sepak bola Indonesia. Pemain muda yang sedang menempuh proses panjang menuju level profesional tidak seharusnya menghadapi risiko keselamatan seperti ini. Penguasaan bola, formasi, dan taktik menjadi tidak berarti ketika keselamatan nyawa pemain dipertaruhkan di jalan raya.

"Kami sangat menyayangkan insiden ini. Pemain U-18 adalah generasi masa depan sepak bola. Mereka harus dilindungi, bukan diteror di jalan. Kami meminta kepolisian mengusut tuntas siapa dalang di balik penyerangan bus ini," tegas pihak manajemen Persib dalam pernyataannya.

Desakan Kepada Aparat

Manajemen Persib tidak hanya sekadar mengeluarkan pernyataan keprihatinan. Klub secara resmi mendorong aparat kepolisian untuk menindak tegas setiap pelaku yang terbukti terlibat. Proses hukum yang transparan dan menyeluruh menjadi tuntutan utama. Menurut Persib, hanya dengan penegakan hukum yang jelas efek jera bisa tercipta, sehingga insiden serupa tidak terulang menimpa klub mana pun.

Persib juga menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi ruang yang aman bagi semua pihak, terutama atlet muda. Segala bentuk kekerasan, baik di dalam maupun di luar lapangan, bertentangan dengan nilai-nilai sportivitas. Klub berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari federasi, operator kompetisi, hingga aparat keamanan, duduk bersama mencari solusi sistemik agar keselamatan kontingen tim terjamin sepanjang perjalanan kompetisi.

Dari sisi pembinaan, EPA Persib U-18 sendiri dikenal sebagai salah satu tim yang konsisten mengembangkan talenta muda dengan penguasaan bola rapi dan pressing tinggi. Namun fokus pelatih dan pemain kini teralihkan. Pemulihan mental para pemain menjadi prioritas sebelum mereka kembali berlatih dan bertanding. Psikolog tim disebut akan dilibatkan untuk memastikan tidak ada trauma berkepanjangan.

Panggilan Perubahan

Insiden di Batang menjadi alarm keras bagi ekosistem sepak bola Tanah Air. Jika bus tim akademi saja bisa diserang, apa jaminan keamanan bagi tim-tim lain yang tengah melakoni kompetisi? Persib berharap kasus ini menjadi titik balik untuk memperkuat regulasi keamanan, termasuk pengawalan khusus bagi rombongan tim usia muda yang melakukan perjalanan antardaerah.

Statistik pahit mencatat bahwa insiden kekerasan terhadap bus tim bukan pertama kali terjadi. Klub pemilik sejarah panjang ini menuntut agar kejadian serupa menjadi yang terakhir. Dukungan pun mengalir dari berbagai kalangan, termasuk sesama klub Liga 1 dan penggemar yang mengecam aksi anarkis tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan masih berlangsung. Polisi diharapkan segera mengungkap pelaku dan membeberkan motif di balik penyerangan. Persib Bandung menegaskan sikapnya: mereka tidak akan berhenti mendesak hingga keadilan ditegakkan dan keselamatan pemain muda benar-benar terjaga. Sepak bola Indonesia layak bebas dari kekerasan, dan para pemain U-18 berhak menggapai mimpi mereka tanpa rasa takut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User