Oct 15, 2026
Olahraga

Persib Bandung Vs The Cong Viettel: Duel Krusial di ACL 2

Pertandingan sengit tersaji di Grup F AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027 saat Persib Bandung menjamu wakil Vietnam, The Cong Viettel, di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (14/10). Laga ini menjad...

Persib Bandung Vs The Cong Viettel: Duel Krusial di ACL 2

Pertandingan sengit tersaji di Grup F AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027 saat Persib Bandung menjamu wakil Vietnam, The Cong Viettel, di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (14/10). Laga ini menjadi penentuan bagi Maung Bandung untuk menjaga asa lolos ke babak gugur. Skor akhir belum bisa dipastikan hingga peluit panjang, namun tensi pertandingan sudah terasa sejak kick-off.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menurunkan formasi 4-3-3 dengan starting XI yang mengandalkan kecepatan di sisi sayap. Sementara The Cong Viettel yang diasuh pelatih asal Korea Selatan, Kim Tae-hwan, memilih pendekatan 4-2-3-1 yang solid di lini tengah. Penguasaan bola di 15 menit pertama tercatat 55 persen untuk Persib, dengan dua shots on target yang masih bisa diantisipasi kiper lawan, Nguyen Van Hoang.

Jalannya Babak Pertama: Pressing Tinggi dan Peluang Emas

Menit ke-12, gelandang Persib, Marc Klok, melepaskan tendangan jarak jauh yang masih menyamping tipis di sisi kanan gawang. The Cong Viettel merespons cepat. Menit ke-23, striker asing mereka, Caique, menerima umpan terobosan dari Nguyen Hoang Duc dan melepaskan tendangan kaki kiri. Bola mengarah ke pojok kiri, namun kiper Persib, Kevin Ray Mendoza, melakukan penyelamatan gemilang.

Statistik mencatat, hingga menit ke-30, Persib unggul dalam penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen. Namun, The Cong Viettel lebih efektif dengan tiga shots on target berbanding dua milik tuan rumah. Wasit asal Jepang, Hiroki Kasahara, mengeluarkan kartu kuning pertama untuk bek Viettel, Bui Tien Dung, setelah pelanggaran keras terhadap Ciro Alves di menit ke-34.

Menit ke-41, hampir saja Persib membuka keunggulan. Umpan silang Beckham Putra dari sisi kanan disambut sundulan David da Silva. Sayangnya, bola masih membentur mistar gawang. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum. Pelatih Bojan Hodak terlihat memberikan instruksi intens di pinggir lapangan, meminta anak asuhnya lebih sabar dalam membangun serangan.

Babak Kedua: Intensitas Meningkat dan Perubahan Taktik

Memasuki babak kedua, The Cong Viettel mengubah formasi menjadi 3-4-3 untuk menambah daya gedor. Menit ke-52, Nguyen Hoang Duc nyaris mencetak gol lewat tendangan bebas. Bola masih membentur pagar betis Persib dan keluar menjadi sepak pojok. Dari situasi bola mati itu, bek Viettel, Nguyen Thanh Binh, menyundul bola namun masih melambung di atas mistar.

Persib merespons dengan memasukkan Ezra Walian untuk menambah kecepatan di lini depan. Menit ke-67, kerja sama apik antara Klok dan Alves membuka ruang bagi Da Silva. Tendangan kaki kanannya mengarah ke sudut kanan bawah gawang, tetapi Van Hoang kembali menyelamatkan gawangnya. Statistik shots on target kini berimbang, 4-4.

Menit ke-78, babak drama terjadi. Bek Persib, Nick Kuipers, terjatuh di kotak penalti setelah berduel dengan Caique. Wasit sempat menunjuk titik putih, namun setelah tinjauan VAR, keputusan dibatalkan karena dinilai tidak ada pelanggaran. Keputusan ini menuai protes dari bangku cadangan Persib, dan asisten pelatih menerima kartu kuning.

Hingga menit ke-85, penguasaan bola menurun untuk Persib menjadi 52 persen. The Cong Viettel justru lebih agresif dengan total 12 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran. Kiper Mendoza kembali menjadi pahlawan dengan dua penyelamatan krusial di menit ke-82 dan 87.

Analisis: Pertarungan Taktik di Lini Tengah

Pertandingan ini menunjukkan bagaimana kedua pelatih saling membaca kekuatan lawan. Bojan Hodak mengandalkan sirkulasi bola cepat melalui Klok dan Beckham Putra, sementara Kim Tae-hwan menempatkan dua gelandang bertahan, Nguyen Tuan Anh dan Bui Tien Dung, untuk memutus alur bola. Data menunjukkan The Cong Viettel lebih banyak melakukan intersepsi (14 berbanding 9) dan clearance (18 berbanding 11).

Meski demikian, Persib unggul dalam akurasi umpan, mencapai 84 persen. Kelemahan tuan rumah terletak pada penyelesaian akhir. Dari 10 tembakan, hanya tiga yang tepat sasaran. Striker David da Silva tercatat tiga kali offside, menandakan lini belakang Viettel cukup disiplin dalam menerapkan garis pertahanan tinggi.

"Kami kehilangan momentum di babak kedua. The Cong Viettel bermain sangat rapat. Namun saya bangga dengan kerja keras pemain. Semua masih terbuka di grup ini," ujar Bojan Hodak dalam konferensi pers usai laga.

Sementara itu, Kim Tae-hwan menyatakan timnya puas dengan satu poin di kandang Persib. "Kami tahu Persib tim kuat, terutama di babak pertama. Strategi kami adalah bertahan dan menyerang lewat serangan balik. Hasil ini adil," ucapnya.

Dengan hasil imbang ini, Persib Bandung mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan. Mereka masih berada di posisi kedua Grup F di bawah The Cong Viettel yang mengoleksi lima poin. Laga berikutnya akan menjadi penentu: Persib akan bertandang ke markas wakil Thailand, BG Pathum United, pada akhir Oktober mendatang. Jika ingin lolos, Maung Bandung wajib meraih kemenangan dan berharap hasil lain berpihak kepada mereka.

Secara keseluruhan, duel ini menjadi pelajaran berharga bagi Persib dalam menghadapi tim Asia Tenggara yang disiplin. Clean sheet yang diraih Mendoza menjadi modal positif, tetapi tumpulnya lini serang menjadi pekerjaan rumah Hodak. Statistik akhir: penguasaan bola 53-47 untuk Persib, shots on target 4-6 untuk The Cong Viettel, dan total kartu kuning tiga untuk tuan rumah serta dua untuk tim tamu. Tidak ada kartu merah dalam laga yang berjalan cukup keras ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User