Oct 09, 2026
Olahraga

Persib Bandung Comeback Gemilang, Tekuk Port FC 3-1 di ASEAN Club Championship

Skor akhir 3-1 terpampang di papan skor Stadion Si Jalak Harupat, Kamis malam. Persib Bandung bangkit dari ketertinggalan lebih dulu untuk mengalahkan Port FC pada matchday perdana Grup B ASEAN Club C...

Persib Bandung Comeback Gemilang, Tekuk Port FC 3-1 di ASEAN Club Championship

Skor akhir 3-1 terpampang di papan skor Stadion Si Jalak Harupat, Kamis malam. Persib Bandung bangkit dari ketertinggalan lebih dulu untuk mengalahkan Port FC pada matchday perdana Grup B ASEAN Club Championship. Sebuah comeback yang tidak hanya menghibur 15 ribu penonton yang hadir, tetapi juga menegaskan kualitas sepak bola Indonesia di pentas regional.

Pertandingan berjalan hanya tujuh menit ketika kejutan itu datang. Port FC membuka keunggulan lewat serangan balik cepat yang diakhiri sepakan mendatar ke sudut kiri gawang. Kiper Persib tidak berkutik. Skor 0-1 untuk tim tamu, dan tuan rumah mendadak harus bermain mengejar.

Namun, respons Persib justru luar biasa. Pelatih Bojan Hodak tidak mengubah formasi 4-3-3 yang ia pasang sejak awal. Ia hanya menggeser posisi gelandang serang untuk menekan lini tengah Port FC. Hasilnya terlihat pada menit ke-23, ketika Ciro Alves melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola sempat membentur bek, tetapi tetap masuk ke gawang. Skor 1-1, dan stadion meledak.

Babak Kedua: Dominasi Statistik dan Gol Balasan

Memasuki babak kedua, Persib tampil lebih agresif. Penguasaan bola mereka naik dari 48 persen di babak pertama menjadi 62 persen sepanjang 45 menit kedua. Shots on target juga meningkat drastis: dari tiga menjadi delapan. Port FC mulai kesulitan keluar dari tekanan, dan umpan-umpan panjang mereka sering terputus di lini tengah.

Menit ke-58, David da Silva mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan terobosan dari Febri Hariyadi, striker asal Brasil itu melewati satu bek sebelum menempatkan bola ke sisi kanan gawang. Skor 2-1 untuk Persib. Assist Febri menjadi yang kelima baginya di kompetisi Asia musim ini, sebuah statistik yang menunjukkan peran krusialnya sebagai kreator serangan.

Port FC mencoba merespons dengan memasukkan dua pemain sayap tambahan. Namun, pertahanan Persib yang dikawal Nick Kuipers dan Achmad Jufriyanto tampil disiplin. Mereka mencatatkan lima blok dan tiga intersep di area sendiri. Kartu kuning diberikan kepada gelandang Port FC pada menit ke-71 setelah melanggar Ciro Alves di tengah lapangan.

Gol Penutup dan Catatan Taktis

Menit ke-84, Persib memastikan kemenangan. Berawal dari serangan sayap kiri, bola dikirim ke kotak penalti dan disambar oleh Beckham Putra yang masuk sebagai pemain pengganti. Skor 3-1. Gol itu menjadi buah dari keberanian Bojan Hodak mengganti formasi menjadi 4-2-3-1 pada 15 menit terakhir, memberikan ruang lebih bagi gelandang muda untuk menusuk ke depan.

Secara statistik, Persib unggul dalam hampir semua aspek. Mereka mencatatkan 14 tembakan berbanding tujuh milik Port FC, dengan delapan shots on target berbanding tiga. Penguasaan bola akhir berada di angka 58 persen. Passing accuracy mencapai 84 persen, jauh di atas lawan yang hanya 72 persen. Tidak ada offside yang terdeteksi melalui VAR, meski wasit sempat meninjau satu insiden di kotak penalti pada menit ke-66 yang tidak berujung penalti.

"Kami tahu Port FC tim yang kuat, tetapi para pemain menunjukkan mentalitas juara. Tertinggal lebih dulu bukan akhir segalanya. Kami terus menekan, dan gol-gol itu adalah hasil dari kerja keras seluruh tim," ujar Bojan Hodak dalam konferensi pers usai laga.

Kemenangan ini membuat Persib memuncaki Grup B dengan tiga poin dan selisih gol +2. Port FC harus puas di posisi juru kunci sementara. Selanjutnya, Persib akan menghadapi wakil Vietnam pada matchday kedua, sementara Port FC menjamu tim dari Malaysia. Jika konsisten, langkah Persib ke babak gugur ASEAN Club Championship bukan sekadar mimpi.

Pemain Kunci dan Proyeksi ke Depan

Ciro Alves menjadi man of the match dengan satu gol, tiga dribel sukses, dan dua peluang tercipta. David da Silva menambah koleksi golnya menjadi empat di kompetisi regional. Sementara Beckham Putra, yang masuk dari bangku cadangan, membuktikan dirinya sebagai super sub dengan gol penutup. Clean sheet gagal diraih, tetapi tiga poin tetap sempurna.

Yang menarik, Persib tidak pernah kalah dalam lima laga terakhir ketika mereka mencetak gol lebih dulu di babak kedua. Data ini menunjukkan kemampuan adaptasi taktik Hodak yang semakin matang. Port FC sendiri harus berbenah, terutama dalam menjaga intensitas di 30 menit terakhir. Mereka melepas sembilan pelanggaran di babak kedua, sebuah indikasi kelelahan dan hilangnya disiplin posisi.

Dengan performa seperti ini, Persib Bandung tidak hanya menjadi wakil Indonesia yang patut diperhitungkan, tetapi juga kandidat serius juara ASEAN Club Championship. Publik sepak bola nasional boleh berharap lebih, asalkan konsistensi dan fokus tetap terjaga di laga-laga berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User