Drama Adu Penalti! Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Taklukkan Persib

Skor akhir 1-1 dalam 120 menit, dan Bajul Ijo menang 6-5 lewat adu penalti! Persebaya Surabaya resmi mengangkat trofi Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung dalam partai final yang ber...

Drama Adu Penalti! Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Taklukkan Persib

Skor akhir 1-1 dalam 120 menit, dan Bajul Ijo menang 6-5 lewat adu penalti! Persebaya Surabaya resmi mengangkat trofi Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung dalam partai final yang berjalan dramatis di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam WITA. Penyelamatan gemilang kiper Ernando Ari pada tendangan keenam Persib menjadi momen penentu, sekaligus memastikan gelar perdana Persebaya di turnamen pramusim elite Tanah Air ini.

Atmosfer stadion sudah mendidih sejak kick-off. Pelatih Persebaya menurunkan formasi 4-3-3 dengan starting XI terbaiknya: Ernando Ari di bawah mistar, duet Dusan Stevanovic dan Koko Ari di jantung pertahanan, serta trisula Malik Risaldi, Bruno Moreira, dan Francisco Rivera di lini depan. Kubu Maung Bandung menjawab dengan formasi 4-2-3-1, mengandalkan David da Silva sebagai ujung tombak yang ditopang Ciro Alves dan Beckham Putra, dengan Marc Klok sebagai jangkar di lini tengah.

Babak Pertama: Maung Bandung Mengaum Lebih Dulu

Persib langsung tancap gas dengan penguasaan bola mencapai 58 persen di 15 menit awal. Tekanan itu membuahkan hasil pada menit ke-23. Berawal dari pergerakan Ciro Alves di sisi kiri, winger asal Brasil itu melepaskan umpan silang akurat yang disambut David da Silva dengan sundulan keras ke pojok kanan gawang. Ernando Ari mati langkah. Skor 1-0 untuk Persib, dengan assist tercatat atas nama Ciro Alves.

Persebaya berusaha membalas lewat skema serangan balik cepat. Menit ke-35, Bruno Moreira melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, namun bola masih menyamping tipis dari sasaran. Statistik paruh pertama mencatat shots on target 4 berbanding 2 untuk keunggulan Persib, sementara penguasaan bola berakhir 55-45 persen. Wasit juga mengeluarkan dua kartu kuning di babak ini, masing-masing untuk gelandang kedua tim akibat pelanggaran taktis di lini tengah.

Babak Kedua: Bajul Ijo Bangkit, VAR Jadi Sorotan

Perubahan pendekatan taktis terlihat jelas seusai jeda. Persebaya menaikkan garis pertahanan dan memperagakan pressing tinggi. Hasilnya datang pada menit ke-67: Francisco Rivera mencuri bola di sepertiga akhir, mengirim umpan terobosan matang, dan Bruno Moreira menuntaskannya dengan sepakan mendatar ke tiang jauh. Skor imbang 1-1, Rivera mencatatkan assist krusial yang mengubah jalannya laga.

Ketegangan memuncak pada menit ke-78 ketika Malik Risaldi dijatuhkan di area terlarang. Wasit sempat melanjutkan permainan, namun tinjauan VAR berlangsung hampir tiga menit sebelum keputusan no penalty diumumkan — tayangan ulang menunjukkan kontak terjadi tepat di garis luar kotak. Hingga peluit panjang babak kedua, skor tetap 1-1. Persebaya menambah 7 attempts dengan 3 shots on target di babak ini, sementara Persib hanya menambah 2 tembakan tepat sasaran. Laga pun dilanjutkan ke babak tambahan 2x15 menit.

Babak Tambahan dan Lotere Adu Penalti

Babak tambahan berjalan hati-hati. Kedua tim tampak menjaga kondisi fisik, dengan pergantian pemain dimaksimalkan hingga slot keenam. Peluang terbaik lahir pada menit ke-104 saat tendangan bebas Marc Klok membentur mistar gawang Ernando Ari. Persebaya membalas lewat sundulan Stevanovic dari situasi sepak pojok menit ke-112 yang masih bisa diamankan kiper Persib. Tidak ada gol, tidak ada kartu merah — dan pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Drama sesungguhnya dimulai dari titik putih. Lima algojo pertama kedua tim sempurna: Bruno Moreira, Rivera, Risaldi, Stevanovic, dan Toni Firmansyah untuk Persebaya; David da Silva, Ciro Alves, Beckham Putra, Klok, dan Gustavo Franca untuk Persib. Skor 5-5, masuk babak sudden death. Eksekutor keenam Persebaya sukses mengecoh kiper, menjadikan skor 6-5. Tekanan berpindah ke pundak algojo keenam Persib — dan di sinilah Ernando Ari menjelma jadi pahlawan, membaca arah tendangan dan menepis bola dengan tangan kanannya. Stadion meledak. Persebaya juara.

Statistik Akhir dan Reaksi Pelatih

Data akhir laga menunjukkan betapa ketatnya final ini. Penguasaan bola berakhir 53-47 persen untuk Persib, total tembakan 14-12, shots on target 6-5, sepak pojok 7-5, dan offside 3-2. Wasit mengeluarkan total lima kartu kuning sepanjang 120 menit tanpa satu pun kartu merah. Ernando Ari mencatatkan 5 penyelamatan plus satu tepisan penalti penentu — meski tanpa clean sheet, performanya layak diganjar predikat pemain terbaik laga final.

"Ini hasil kerja keras 120 menit plus mental baja di titik putih. Para pemain tidak pernah berhenti percaya bahkan ketika tertinggal lebih dulu. Trofi ini untuk seluruh Bonek dan Bonita yang tidak berhenti bernyanyi sejak menit pertama," ujar pelatih Persebaya seusai laga.

Dengan hasil ini, Persebaya mengukir sejarah baru: trofi Piala Presiden pertama mereka, diraih di Pulau Dewata dengan cara paling dramatis. Sementara bagi Persib, kegagalan di adu penalti menjadi pelajaran pahit jelang bergulirnya musim kompetisi baru. Satu hal pasti — final malam ini akan dikenang sebagai salah satu partai paling menegangkan dalam sejarah turnamen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User