Spanyol Raih Gelar Juara Piala Dunia 2026 Usai Tumbangkan Argentina 2-1 di Final

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol. Di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, para pemain Timnas Argentina berjalan gontai meninggalkan lapangan usai laga final Piala Dunia 2026, Minggu (20/7) waktu ...

Spanyol Raih Gelar Juara Piala Dunia 2026 Usai Tumbangkan Argentina 2-1 di Final

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol. Di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, para pemain Timnas Argentina berjalan gontai meninggalkan lapangan usai laga final Piala Dunia 2026, Minggu (20/7) waktu setempat. Sebuah malam yang seharusnya jadi puncak pesta sepak bola La Albiceleste berubah menjadi pil pahit setelah Lamine Yamal mencetak gol kemenangan di menit ke-112 babak perpanjangan waktu. Laga panjang ini menutup perjalanan Argentina yang sebelumnya tak terkalahkan sejak babak grup, namun harus tumbang di laga paling krusial dalam dua tahun terakhir.

Wasit meniup peluit panjang dan seketika itu pula para pemain Argentina menunduk lesu. Di sisi lain, para pemain Spanyol merayakan gelar juara dunia keempat mereka di depan 82.000 penonton. Pertandingan yang berlangsung intens selama 120 menit itu menyajikan drama taktis, VAR, dan momen-momen akurat dari kedua tim.

Babak Pertama: Tiki-Taka Spanyol Pecah Kebuntuan

Menit ke-34, Spanyol membuka keran gol. Starting XI La Roja dengan formasi 4-3-3 yang diplot Luis de la Fuente berhasil mengalirkan bola dengan cepat di area tengah. Lamine Yamal yang beroperasi di sayap kanan melepaskan umpan silang rendah yang dijemput Dani Olmo. Tanpa kontrol bola berlebihan, Olmo langsung melepaskan half-volley yang bersarang di sudut kiri gawang Emiliano Martinez. Skor 1-0 untuk Spanyol.

Sebelum gol tersebut, penguasaan bola Spanyol sudah mencapai 58 persen dengan enam shots on target yang terus menguji konsentrasi lini belakang Argentina. Pedri dan Rodri membentuk double pivot yang efektif memutus aliran umpan dari Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister. Argentina yang diturunkan dengan formasi 4-2-3-1 kesulitan mengembangkan serangan dari build-up phase. Di menit ke-19, Julian Alvarez sempat melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, namun kiper Unai Simon melakukan diving save yang mengagumkan. Tiga menit berselang, Nico Williams melepaskan tembakan kaki kiri yang hanya menyamping tipis di mistar gawang.

Babak Kedua: Alvarez Nyalakan Api Perlawanan

Masuk babak kedua, Lionel Scaloni melakukan adjustment taktis dengan memasukkan Alejandro Garnacho untuk memperkuat lini serang. Tekanan perlahan membuahkan hasil. Menit ke-67, Argentina menyamakan kedudukan. Sebuah serangan balik cepat dimulai dari Enzo Fernandez yang merebut bola di area tengah. Umpan terobosannya menembus celah pertahanan Spanyol dan dijemput Julian Alvarez. Striker Manchester City itu dengan dingin mengecoh Simon sebelum melepaskan tendangan rendah ke pojok kanan gawang. Assist gemilang dari Enzo dan finishing klinis Alvarez membawa skor menjadi 1-1.

Gol itu memaksa Spanyol menurunkan intensitas high pressing-nya. Di menit ke-74, Argentina hampir membalikkan keadaan ketika Garnacho melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti, namun Unai Simon kembali tampil gemilang. Laga semakin panas di menit ke-81 ketika Cristian Romero menerima kartu kuning setelah melakukan sliding tackle keras terhadap Yamal. Spanyol mendapatkan free kick berbahaya, namun tendangan Pedri masih bisa dihalau Martinez.

Extra Time: Gol Emas Yamal Tutup Pahit Impian Argentina

Tidak ada gol tambahan di 90 menit reguler. Pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu dengan penguasaan bola Spanyol naik menjadi 62 persen. Argentina yang kelelahan mulai kehilangan ritme. Di menit ke-106, drama VAR sempat terjadi ketika gol Nicolas Otamendi untuk Argentina dianulir karena posisi offside yang sangat tipis. Keputusan wasit setelah meninjau monitor sisi lapangan memicu protes keras dari bangku cadangan Argentina.

Menit ke-112, Spanyol memastikan gelar juara. Nico Williams yang berlari kencang di sisi kiri berhasil melewati Nahuel Molina. Umpan silangnya ke tiang jauh disambut oleh Lamine Yamal dengan volley satu sentuhan yang tak bisa dijangkau Martinez. Skor akhir 2-1 untuk Spanyol. Gol itu sekaligus menutup performa brilian Yamal sepanjang turnamen dengan total lima gol dan tiga assist.

Argentina sempat melakukan desperate push di sisa waktu, namun benteng pertahanan Spanyol yang dipimpin Aymeric Laporte dan Dani Vivian tetap kokoh. Bahkan di menit ke-118, Rodrigo De Paul mendapatkan peluang emas dari luar kotak penalti, namun tendangannya melambung di atas mistar.

Data dan Statistik: Penguasaan Bola Jadi Kunci

Dari sisi statistik, dominasi Spanyol cukup mencolok. Penguasaan bola La Roja mencapai 62 persen dibandingkan Argentina yang hanya 38 persen. Spanyol juga mencatatkan 14 shots on target dari total 22 tendangan, sementara Argentina hanya mengemas lima shots on target dari delapan percobaan. Passing akurat Spanyol mencapai 89 persen, menunjukkan efektivitas permainan possession-based mereka.

Dari segi disiplin, Spanyol lebih rapi dengan hanya dua kartu kuning, sementara Argentina harus menerima empat kartu kuning dan satu kartu merah untuk Cristian Romero di menit ke-118 setelah protes berlebihan. Clean sheet pun mustahil didapatkan kedua tim mengingat intensitas serangan yang terus terjadi dari kedua sisi.

"Kami kecewa, tapi anak-anak sudah berjuang maksimal. Spanyol memang unggah dalam mengontrol tempo dan kami kehabisan tenaga di perpanjangan waktu. Ini bukan akhir, melainkan pelajaran untuk generasi berikutnya," ujar Lionel Scaloni usai laga.

Kekalahan ini memastikan Argentina gagal menyamai catatan tiga gelar juara dunia seperti Brasil, sementara Spanyol berhasil meraih hat-trick partisipasi final dalam dua dekade terakhir dengan dua kali jadi juara. Para pemain Argentina kini harus memulihkan mental setelah perjalanan panjang berakhir pilah di depan mata mereka sendiri di East Rutherford.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User