Pemerintah Luncurkan Sukuk Tabungan ST006, Investasi Syariah Mulai Rp1 Juta
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi menerbitkan Sukuk Tabungan seri ST006, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel terakhir di tahu
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi menerbitkan Sukuk Tabungan seri ST006, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel terakhir di tahun 2019. Langkah ini menandai penutupan tahun dengan produk investasi berbasis syariah yang bisa diakses secara daring oleh seluruh warga negara Indonesia.
Pada Kamis (7/11/2019), seorang pekerja tampak serius memantau informasi tentang ST006 melalui laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu di Jakarta. Momen ini, yang terekam oleh fotografer Liputan6.com, merepresentasikan antusiasme masyarakat terhadap instrumen pembiayaan negara yang aman, terjangkau, dan sepenuhnya digital.
Apa Itu Sukuk Tabungan ST006?
Sukuk Tabungan adalah produk investasi syariah yang diterbitkan pemerintah untuk mendukung pembiayaan APBN. Berbeda dengan obligasi konvensional, sukuk menggunakan akad wakalah (perwakilan) sehingga sesuai prinsip syariah. ST006 menjadi seri keenam sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2016. Instrumen ini menawarkan imbal hasil berupa kupon mengambang (floating rate) yang mengacu pada BI 7-Day Reverse Repo Rate, sehingga investor terlindungi dari fluktuasi inflasi dan tetap mendapatkan imbalan kompetitif saat suku bunga acuan naik.
“Sukuk Tabungan bukan hanya instrumen investasi, tetapi juga bentuk partisipasi masyarakat dalam membangun negeri,” ujar Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR, dalam keterangan resmi. Seri sebelumnya, ST005, berhasil menghimpun lebih dari Rp2 triliun dari puluhan ribu investor, menunjukkan kepercayaan publik yang tinggi.
Fitur Unggulan ST006
Pemerintah menawarkan ST006 dengan masa tenor 2 tahun dan minimum pemesanan Rp1 juta, sehingga menjangkau investor pemula, pelajar, dan pekerja muda. Kupon bersifat mengambang dengan imbal hasil minimal 6,5% per tahun (indikatif), lebih tinggi dari rata-rata deposito bank konvensional. Selain itu, ST006 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga pemegang harus menahan hingga jatuh tempo, kecuali terdapat fasilitas early redemption pada periode tertentu yang diumumkan kemudian. Hal ini menjaga stabilitas dana pemerintah sekaligus memberi jaminan kepastian imbalan.
Beberapa fitur kunci ST006 meliputi:
- Akad wakalah, bebas riba dan sesuai fatwa DSN-MUI
- Pembelian dilakukan 100% secara online melalui 28 mitra distribusi, termasuk bank umum (seperti Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah), fintech (seperti Bareksa, Modalku), dan perusahaan sekuritas
- Tenor 2 tahun, tidak dapat dipindahtangankan, dengan opsi pelunasan awal terbatas
- Kupon referensi BI7DRR plus spread, dibayar bulanan langsung ke rekening investor
- Pajak kupon hanya 15%, lebih rendah dari deposito yang dikenakan 20%
| Fitur | ST006 | Deposito (rata-rata) |
|---|---|---|
| Minimum Investasi | Rp1 juta | Rp8 juta (rata-rata bank) |
| Imbal Hasil (indikatif) | 6,5% | 5,5–6,0% |
| Pajak | 15% atas kupon | 20% atas bunga |
| Likuiditas | Terbatas (early redemption) | Dapat dicairkan sewaktu-waktu dengan penalti |
Proses Pembelian Serba Daring
Pemerintah mendorong digitalisasi penjualan SBN ritel. ST006 hanya bisa dipesan melalui platform online mitra distribusi. Calon investor cukup mendaftar di situs atau aplikasi mitra, memilih produk ST006, mengisi SID (Single Investor Identification) yang sudah dimiliki atau membuat baru, kemudian melakukan transfer dana sesuai nominal yang diinginkan, dan akan menerima konfirmasi secara elektronik. “Ini sejalan dengan upaya inklusi keuangan dan menjangkau generasi milenial yang akrab dengan transaksi digital,” tambah pernyataan resmi.
Masa penawaran ST006 dibuka selama beberapa minggu, biasanya hingga akhir November, dengan kuota yang bisa diperpanjang sesuai minat pasar. Pada hari pertama pemesanan, sejumlah mitra distribusi seperti Bareksa dan platform bank syariah melaporkan antrean virtual karena tingginya permintaan. Investor disarankan untuk segera mendaftar agar tidak kehabisan kuota.
Mengapa ST006 Menarik?
Selain keamanan karena dijamin undang-undang dan didukung penuh oleh APBN, ST006 menawarkan diversifikasi portofolio dengan risiko hampir nol. Kupon bulanan cocok untuk pensiunan yang membutuhkan pendapatan pasif, pekerja yang ingin menabung sistematis, atau mahasiswa yang baru mulai berinvestasi. Instrumen ini bebas dari biaya administrasi bulanan dan tidak memerlukan pemantauan harga pasar harian karena tidak diperdagangkan. Dengan pajak yang lebih rendah dibanding deposito, imbal hasil bersih yang diterima investor lebih optimal.
Pengamat pasar modal syariah, Andri Gunawan, menilai “Sukuk Tabungan adalah pilar penting pembiayaan negara yang inklusif. Partisipasi masyarakat luas dalam sukuk ritel membuat utang negara lebih mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada investor institusi.” Menurutnya, minat investor ritel terhadap sukuk terus meningkat seiring literasi keuangan syariah yang membaik, terutama di kalangan muda perkotaan.
Dengan peluncuran ST006, pemerintah menargetkan dana segar minimal Rp1 triliun untuk menutup kebutuhan pembiayaan akhir tahun. Data historis menunjukkan setiap seri selalu kelebihan permintaan. Jika proyeksi tercapai, total penerbitan SBN ritel tahun 2019 bisa menembus rekor baru, memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar sukuk ritel terbesar di dunia.
[SOCIAL_TWEET]: Pemerintah resmi luncurkan Sukuk Tabungan ST006, investasi syariah ritel terakhir 2019. Minimum Rp1 juta, kupon 6,5%, 100% online. Buruan ikut berpartisipasi! #SukukTabungan #InvestasiSyariah #ST006[SOCIAL_TG]: 🕌 Sukuk Tabungan ST006 telah terbit! Investasi syariah mulai Rp1 juta, kupon mengambang hingga 6,5%, bisa beli online. Yuk, dukung pembangunan negeri sambil dapat cuan halal. Detail klik link.
Comments (0)