Liverpool Bidik Ederson, Mesin Gelandang Atalanta yang Telah Teruji
Kekalahan menyakitkan Liverpool dari Atalanta di babak perempat final Liga Europa musim lalu meninggalkan satu nama yang terus terngiang di benak para pengambil keputusan di Anfield: Ederson José dos...
Kekalahan menyakitkan Liverpool dari Atalanta di babak perempat final Liga Europa musim lalu meninggalkan satu nama yang terus terngiang di benak para pengambil keputusan di Anfield: Ederson José dos Santos Lourenço da Silva, atau yang dikenal dengan nama Ederson. Gelandang bertahan berusia 25 tahun asal Brasil itu tampil dominan dalam dua leg yang membuat The Reds tersingkir dengan agregat memalukan 1-3. Kini, saat bursa transfer mendekat, Liverpool di bawah arahan Arne Slot dilaporkan menjadikan Ederson sebagai target utama untuk memperkuat lini tengah mereka yang kerap kehilangan keseimbangan musim lalu.
Kenangan Pahit di Liga Europa: Panggung Ederson
Pada leg pertama di Anfield, 11 April 2024, Atalanta mencuri kemenangan 3-0 yang mengejutkan. Ederson menjadi sosok kunci dalam skema Gian Piero Gasperini. Beroperasi dari posisi box-to-box midfielder dalam formasi 3-4-1-2, pemain bernomor punggung 13 itu mencatatkan jarak tempuh 11,8 kilometer, tertinggi di antara pemain Atalanta. Statistik bertahannya pun mencengangkan: 5 tekel sukses, 3 intersep, dan 8 kali memenangi duel darat. Tidak hanya sebagai perusak serangan lawan, Ederson juga menunjukkan kemampuan progresifnya dengan 87% akurasi operan dan 2 operan kunci yang memecah pertahanan Liverpool. Satu momen paling diingat adalah ketika ia memenangi duel udara dengan Virgil van Dijk di menit ke-38, yang berujung pada serangan balik cepat dan gol kedua Atalanta.
Di leg kedua di Gewiss Stadium, meski Liverpool menang tipis 1-0, Ederson kembali tampil solid. Ia melakukan 4 sapuan, 2 blok tembakan, dan mencatatkan penguasaan bola sebesar 46% di lini tengah yang dikuasai Atalanta secara keseluruhan. Whoscored memberikan rating 7,8 dalam laga itu, tertinggi di antara gelandang bertahan yang tampil di kedua tim. Penampilan selama 180 menit itulah yang kini menjadi bahan pertimbangan utama tim perekrut Liverpool.
Profil dan Statistik Musim 2023/24 Ederson
Ederson bergabung dengan Atalanta pada Juli 2022 dari Salernitana, dan dengan cepat menjadi pilar tak tergantikan. Musim lalu, ia tampil dalam 36 pertandingan Serie A, menyumbang 6 gol dan 1 assist—sebuah catatan ofensif yang impresif untuk seorang gelandang bertahan. Namun, justru kontribusi defensif dan kemampuan membangun serangan dari lini kedua yang menjadi nilai jual utamanya. Rata-rata per 90 menit, Ederson membukukan 2,3 tekel, 1,1 intersep, dan 1,8 sapuan, sambil mencatatkan tingkat keberhasilan dribel 62% dan 1,4 tembakan per laga. Tidak heran ia masuk dalam radar sejumlah klub top Eropa.
Yang menarik bagi Liverpool adalah kemampuan Ederson dalam melakukan progressive carries dan progressive passes. Berdasarkan data StatsBomb, ia berada di persentil ke-78 untuk progressive passes dan persentil ke-82 untuk pressures di antara gelandang di lima liga top Eropa. Gaya bermainnya yang agresif namun terukur sangat cocok dengan filosofi gegenpressing yang ingin diterapkan Arne Slot. Selain itu, Ederson memiliki tinggi 1,83 meter dan kekuatan fisik yang mumpuni, sesuatu yang mungkin kurang di lini tengah Liverpool pasca-kepergian Jordan Henderson dan Fabinho.
Situasi Kontrak dan Nilai Transfer
Ederson saat ini terikat kontrak dengan Atalanta hingga Juni 2027. Kesepakatan itu diteken pada Desember 2023, yang menandakan komitmen klub untuk mempertahankan aset berharganya tersebut. Namun, kontrak panjang bukanlah tembok kokoh di bursa transfer modern. Atalanta dikenal sebagai klub yang realistis: jika angka yang disodorkan memenuhi valuasi, mereka tidak akan menahan pemain. Transfermarkt saat ini menaksir nilai Ederson di angka €35 juta, namun Atalanta kemungkinan akan meminta setidaknya €45–50 juta mengingat kontrak jangka panjang dan performa impresifnya. Liverpool, yang baru saja menggelontorkan dana besar untuk merombak lini tengah musim lalu, mungkin harus menjual salah satu gelandang yang tidak masuk rencana Slot—seperti Thiago Alcântara yang habis kontrak atau Fabio Carvalho—untuk memberi ruang fiskal.
Kebutuhan Liverpool dan Strategi Arne Slot
Arne Slot datang ke Anfield dengan reputasi memoles pemain muda dan menerapkan sepak bola menyerang bertempo tinggi. Di Feyenoord, ia mengandalkan gelandang dengan engine besar seperti Mats Wieffer. Ederson bisa memerankan peran serupa. Lini tengah Liverpool musim 2024/25 dihuni Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai, dan Wataru Endo sebagai opsi bertahan. Namun, cedera dan inkonsistensi Endo serta kecenderungan Szoboszlai yang lebih ofensif membuat Slot membutuhkan gelandang box-to-box yang bisa menjaga keseimbangan. Ederson bisa menjadi partner ideal Mac Allister—yang lebih kreatif—sambil memberikan perlindungan bagi lini belakang. Kemampuan Ederson dalam transisi bertahan-menyerang juga akan memuluskan rencana Slot untuk memainkan garis pertahanan tinggi.
Potensi Duet dan Persaingan di Lini Tengah
Jika transfer terwujud, Ederson akan bersaing dengan Endo, Curtis Jones, Ryan Gravenberch, dan Harvey Elliott. Namun melihat profil fisik dan teknis, ia paling cocok berdampingan dengan Mac Allister dalam formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 dengan peran ganda poros ganda. Mac Allister sebagai pengatur tempo, sementara Ederson sebagai shuttler yang bisa naik-turun sepanjang 90 menit. Statistik Ederson dalam ball recoveries (rata-rata 7,4 per 90 menit) dan pressures successful (3,2 per 90) akan mengurangi beban Mac Allister yang notabene bukanlah spesialis bertahan. Duet ini mengingatkan publik pada era Fabinho–Henderson–Wijnaldum yang begitu solid dan menjadi fondasi kesuksesan Liverpool di bawah Jürgen Klopp.
Kata Pelatih dan Respons Pihak Terkait
"Kami tidak berkomentar tentang spekulasi transfer, tetapi Ederson adalah pemain penting bagi Atalanta," ujar Gian Piero Gasperini dalam konferensi pers jelang laga Serie A, dikutip dari Football Italia. "Ia masih berkembang dan memiliki masa depan cerah. Kami ingin dia bertahan selama mungkin."
Sementara itu, pihak Liverpool belum memberikan pernyataan resmi. Namun, sumber internal klub menyebut bahwa nama Ederson masuk dalam daftar pendek yang telah direkomendasikan oleh tim perekrut yang dipimpin oleh Jörg Schmadtke. Keputusan kini ada di tangan Slot dan direktur olahraga baru, Richard Hughes, yang ingin mendatangkan pemain muda dengan potensi jangka panjang. Ederson yang masih berusia 25 tahun sesuai dengan profil tersebut.
Satu hal yang pasti: Liverpool tidak ingin kembali mengalami mimpi buruk seperti saat dihancurkan Atalanta. Mendatangkan salah satu aktor utama mimpi buruk itu mungkin adalah cara terbaik untuk mengubah sejarah menjadi senjata. Dengan statistik yang memukau, kontrak yang memungkinkan transfer besar, dan kebutuhan taktik yang mendesak, saga Ederson ke Anfield layak dipantau sepanjang musim panas ini.
Baca juga:
Comments (0)