Pembatasan Penumpang KRL Picu Antrean Panjang di Stasiun Bekasi

Bekasi — Suasana Stasiun Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (1/2/2021) pagi, mendadak dipadati calon penumpang Commuter Line atau KRL. Antrean panjang mengular

Pembatasan Penumpang KRL Picu Antrean Panjang di Stasiun Bekasi

Bekasi — Suasana Stasiun Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (1/2/2021) pagi, mendadak dipadati calon penumpang Commuter Line atau KRL. Antrean panjang mengular sejak area pintu masuk hingga ke ruang tunggu, menjadi pemandangan yang tidak biasa di stasiun terbesar di Kota Bekasi tersebut.

Calon penumpang tampak berdesakan sambil tetap berupaya menerapkan protokol kesehatan. Hampir seluruh pengguna jasa mengenakan masker sesuai aturan pencegahan Covid-19. Kondisi ini terjadi menyusul penerapan kembali pembatasan jumlah penumpang KRL oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai bagian dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Latar Belakang Pembatasan Penumpang

Pembatasan penumpang KRL sebenarnya sudah diterapkan sejak awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020. Namun, memasuki awal Februari 2021, aturan tersebut kembali diperketat menyusul kenaikan kasus positif Covid-19 di wilayah Jabodetabek. PT KCI membatasi jumlah penumpang maksimal 60 persen dari kapasitas normal gerbong sebagai upaya physical distancing.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta dan aturan Kementerian Perhubungan yang berlaku selama masa pandemi. Setiap gerbong KRL yang biasanya mampu menampung sekitar 200 penumpang duduk dan berdiri, kini hanya boleh mengangkut kurang lebih 120 orang. Pembatasan ini berlaku untuk seluruh rute KRL Jabodetabek, termasuk lintas Bekasi-Jakarta.

Kronologi Antrean di Stasiun Bekasi

  1. Pukul 05.30 WIB — Pintu Stasiun Bekasi mulai dibuka, calon penumpang sudah mulai berdatangan untuk menghindari jam sibuk.
  2. Pukul 06.00 WIB — Antrean mulai memanjang hingga ke pintu masuk utama, petugas stasiun mulai mengatur barisan.
  3. Pukul 07.00 WIB — Puncak antrean terjadi, calon penumpang memenuhi area concourse dan harus menunggu dua sampai tiga perjalanan kereta.
  4. Pukul 08.30 WIB — Antrean berangsur-angsur berkurang setelah beberapa rangkaian kereta diberangkatkan.
  5. Pukul 09.00 WIB — Kondisi mulai normal, namun jumlah penumpang di dalam gerbong tetap dijaga ketat oleh petugas.

Dampak Pembatasan bagi Pengguna KRL

Banyak penumpang mengaku kesulitan mendapatkan tempat di dalam gerbong.

"Saya harus menunggu tiga kali kereta baru bisa masuk. Ini sangat mengganggu waktu kerja, apalagi kalau sedang buru-buru," ujar Rudi (35), seorang karyawan swasta yang setiap hari commutes dari Bekasi ke Sudirman.

Beberapa penumpang bahkan memilih untuk pulang pergi menggunakan ojek online atau moda transportasi lain. Namun, pilihan tersebut tentu menambah beban biaya transportasi harian yang tidak sedikit. Di sisi lain, pembatasan ini juga membuat waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama karena harus menunggu kereta berikutnya yang masih tersedia kursi.

Respons PT KCI dan Petugas Stasiun

VP Corporate Communication PT KCI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pembatasan jumlah penumpang merupakan langkah konkret perusahaan dalam mendukung program pemerintah menekan penyebaran Covid-19. "Keselamatan dan kesehatan penumpang adalah prioritas utama kami saat ini," tegas Anne dalam keterangan tertulisnya.

Di lapangan, petugas Stasiun Bekasi tampak sigap mengatur antrean dan membantu penumpang yang membutuhkan informasi. Beberapa papan informasidigital terpasang di beberapa titik strategis untuk memberikan update terkini mengenai jadwal keberangkatan dan estimasi waktu tunggu kereta.

Protokol Kesehatan dan Penegakan Aturan

Selain pembatasan jumlah penumpang, PT KCI juga memperketat penerapan protokol kesehatan di seluruh stasiun dan rangkaian kereta. Beberapa aturan yang wajib dipatuhi penumpang antara lain:

  • Wajib mengenakan masker selama berada di area stasiun dan di dalam kereta
  • Pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk stasiun
  • Menjaga jarak minimal satu meter saat menunggu kereta
  • Dilarang berbicara baik secara langsung maupun telepon di dalam gerbong
  • Wajib mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum masuk stasiun

Pelanggaran terhadap aturan protokol kesehatan akan dikenai sanksi berupa teguran hingga tidak diizinkan naik kereta. Petugas stasiun secara rutin melakukan patroli untuk memastikan kepatuhan penumpang.

Harapan dan Solusi ke Depan

Para pengguna KRL berharap pemerintah dan PT KCI dapat mencari solusi jangka panjang agar tidak terjadi penumpukan penumpang di stasiun. Beberapa usulan yang mencuat antara lain penambahan jumlah rangkaian kereta, penjadwalan ulang jam sibuk, serta penerapan sistem shift kerja bagi perkantoran untuk mengurangi kepadatan di jam-jam tertentu.

Sementara itu, pakar transportasi dari Universitas Indonesia, Tri Tjandra, menyarankan agar pemerintah mengkaji ulang konsep work from home (WFH) sebagai alternatif mengurangi mobilitas pekerja. "Pembatasan kapasitas tanpa diimbangi kebijakan lain hanya akan memindahkan masalah dari kereta ke moda transportasi lain," ujarnya.

Situasi di Stasiun Bekasi menjadi cerminan tantangan besar dalam menyeimbangkan antara upaya pengendalian pandemi dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Diperlukan koordinasi multipihak untuk menemukan formula terbaik agar kedua tujuan tersebut dapat tercapai secara bersamaan. [SOCIAL_TWEET]: Antrean panjang mengular di Stasiun Bekasi akibat pembatasan penumpang KRL maksimal 60 persen selama pandemi. Pengguna harus menunggu 2-3 kereta untuk bisa masuk gerbong. #KRL #Bekasi #Covid19[SOCIAL_TG]: 🚆 Antrean panjang di Stasiun Bekasi! Pembatasan penumpang KRL picu commuters menunggu berjam-jam. Solusinya?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User