Profesor Iris Rengganis Tekankan Pentingnya Vaksin Influenza untuk Lindungi Masyarakat

Jakarta — Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi klinis, Profesor Dr dr Iris Rengganis SpPD-KAI, menegaskan kembali pentingnya vaksinas

Profesor Iris Rengganis Tekankan Pentingnya Vaksin Influenza untuk Lindungi Masyarakat

Jakarta — Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi klinis, Profesor Dr dr Iris Rengganis SpPD-KAI, menegaskan kembali pentingnya vaksinasi influenza sebagai langkah preventif yang efektif dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama di tengah perubahan iklim dan mobilitas penduduk yang semakin tinggi.

Dalam paparannya, Profesor Iris menjelaskan bahwa influenza bukan sekadar pilek biasa. Penyakit yang disebabkan oleh virus influenza ini dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan penyakit kronis seperti diabetes, asma, dan penyakit jantung.

"Vaksin influenza adalah benteng pertahanan pertama tubuh kita. Dengan vaksinasi rutin setiap tahun, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita, terutama mereka yang rentan terhadap komplikasi," ujar Profesor Iris Rengganis.

Mengapa Vaksin Influenza Perlu Diperbarui Setiap Tahun?

Salah satu alasan utama mengapa vaksinasi influenza perlu dilakukan setiap tahun adalah karena virus influenza memiliki kemampuan bermutasi yang sangat cepat. Setiap tahun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melakukan surveilans terhadap strain virus yang beredar dan kemudian merekomendasikan formulasi vaksin yang sesuai untuk musim tertentu.

Profesor Iris menjelaskan bahwa terdapat empat strain utama virus influenza yang umumnya menjadi perhatian, yaitu dua subtipe influenza A (H1N1 dan H3N2) serta dua lineage influenza B (Victoria dan Yamagata). Vaksin yang beredar saat ini umumnya mencakup keempat strain tersebut dalam bentuk quadrivalent vaccine.

Kelompok yang Direkomendasikan untuk Mendapatkan Vaksin

Vaksin influenza direkomendasikan untuk hampir semua orang berusia di atas enam bulan. Namun, terdapat beberapa kelompok yang menjadi prioritas utama, antara lain:

  • Lansia berusia 65 tahun ke atas yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap komplikasi
  • Anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun
  • Ibu hamil yang membutuhkan perlindungan ekstra selama masa kehamilan
  • Tenaga kesehatan yang berisiko tinggi terpapar virus di lingkungan kerja
  • Individu dengan komorbid seperti asma, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan ginjal

Mitos dan Fakta Seputar Vaksin Influenza

Profesor Iris juga membahas berbagai misinformasi yang sering beredar di masyarakat. Salah satu mitos yang paling umum adalah anggapan bahwa vaksin influenza dapat menyebabkan seseorang terkena flu.

"Vaksin influenza yang beredar saat ini sudah menggunakan teknologi inactivated atau recombinant, sehingga tidak mungkin menyebabkan penyakit flu. Yang mungkin terjadi adalah efek samping ringan seperti nyeri di lokasi suntikan atau demam ringan yang biasanya hilang dalam 1-2 hari," jelas Profesor Iris.

Ia juga menekankan bahwa vaksin influenza tidak melindungi terhadap virus penyebab common cold atau pilek biasa yang disebabkan oleh rhinovirus atau coronavirus lainnya. Inilah mengapa sebagian orang merasa "tetap pilek" setelah divaksin dan menganggap vaksin tidak bekerja.

Waktu Terbaik untuk Melakukan Vaksinasi

Menurut Profesor Iris, waktu ideal untuk melakukan vaksinasi influenza adalah sebelum musim flu tiba. Di Indonesia yang berada di daerah tropis, pola influenza tidak terlalu seasonal seperti di negara empat musim, namun kasus biasanya meningkat saat musim hujan.

"Idealnya vaksinasi dilakukan dua minggu sebelum musim hujan atau setidaknya satu bulan sebelum periode peningkatan kasus. Namun, jika belum sempat, vaksin tetap bermanfaat kapan pun diberikan karena virus influenza beredar sepanjang tahun," tambahnya.

Efek Samping dan Keamanan Vaksin

Vaksin influenza telah melalui uji klinis ketat dan mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Efek samping yang umumnya dilaporkan bersifat ringan dan sementara, termasuk:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di lokasi suntikan
  • Demam ringan
  • Sakit kepala ringan
  • Nyeri otot

Efek samping serius seperti reaksi anafilaksis sangat jarang terjadi dan biasanya terkait dengan riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin tertentu. Oleh karena itu, skrining kesehatan sebelum vaksinasi menjadi penting.

Peran Vaksinasi dalam Menjaga Produktivitas Nasional

Selain manfaat kesehatan individual, vaksinasi influenza juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Penyakit flu dapat menyebabkan absensi kerja yang tinggi, menurunnya produktivitas, serta meningkatnya beban biaya kesehatan baik bagi individu maupun sistem kesehatan nasional.

Profesor Iris berharap agar semakin banyak perusahaan, institusi pendidikan, dan fasilitas kesehatan yang menyediakan program vaksinasi influenza bagi karyawan dan masyarakat luas sebagai bagian dari upaya menciptakan herd immunity dan lingkungan kerja yang sehat.

Akses dan Ketersediaan Vaksin

Vaksin influenza kini semakin mudah diakses di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit, klinik, puskesmas, hingga layanan kesehatan mandiri seperti klinik vaksin khusus. Harga bervariasi tergantung jenis dan merek vaksin, dengan rentang yang relatif terjangkau untuk kalangan menengah ke atas.

Beberapa perusahaan bahkan mulai mengintegrasikan vaksinasi influenza sebagai bagian dari program kesejahteraan karyawan, menyadari bahwa investasi pada kesehatan preventif jauh lebih hemat dibandingkan biaya pengobatan ketika karyawan jatuh sakit.

"Kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi perlu terus ditingkatkan. Edukasi yang tepat dari tenaga kesehatan dan media sangat penting untuk melawan hoaks dan membangun kepercayaan terhadap program imunisasi," tutup Profesor Iris Rengganis.

Dengan meningkatnya kesadaran dan akses terhadap vaksin influenza, diharapkan angka kesakitan dan komplikasi akibat influenza dapat terus menurun, sehingga kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dapat semakin meningkat.

FAQ Seputar Vaksin Influenza

1. Apakah vaksin influenza aman untuk ibu hamil?
Ya, vaksin influenza inactivated aman dan sangat direkomendasikan untuk ibu hamil. Vaksinasi justru memberikan perlindungan tambahan bagi bayi yang belum bisa menerima vaksin hingga usia 6 bulan.

2. Berapa lama perlindungan vaksin influenza bertahan?
Perlindungan vaksin influenza umumnya bertahan selama 6-12 bulan. Karena itu, vaksinasi perlu diulang setiap tahun untuk memastikan perlindungan optimal terhadap strain virus yang beredar.

3. Apakah boleh divaksin jika sedang sakit atau pilek?
Vaksinasi dapat ditunda jika seseorang sedang mengalami demam tinggi atau penyakit akut. Namun, pilek ringan tanpa demam bukan merupakan kontraindikasi untuk menerima vaksin influenza.

[SISTEM] [TAGS]: Vaksin Influenza, Profesor Iris Rengganis, Imunisasi, Kesehatan Masyarakat, Alergi Imunologi

[SOCIAL_TWEET]: Prof. Iris Rengganis tekankan vaksin influenza sebagai benteng pertahanan tubuh. Lindungi diri dan orang sekitar dengan vaksinasi rutin setiap tahun. #VaksinInfluenza #SehatBersama

[SOCIAL_FB]: Vaksin influenza bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Profesor Dr dr Iris Rengganis SpPD-KAI menjelaskan mengapa vaksinasi rutin setiap tahun sangat penting, terutama untuk kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Mari lindungi diri dan keluarga kita dari ancaman influenza.

[SOCIAL_TG]: 🩺 Pentingnya Vaksin Influenza 🩺 Prof. Iris Rengganis: "Vaksin adalah benteng pertahanan pertama tubuh kita." Lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi masyarakat. #VaksinInfluenza #Imunisasi #Kesehatan

[SOCIAL_THREADS]: Mitos atau fakta? "Vaksin bikin kena flu" ❌ Fakta: Vaksin inactivated tidak bisa menyebabkan flu. Yang muncul hanya efek ringan seperti nyeri atau demam sesaat. Edukasi yang tepat sangat penting untuk melawan hoaks kesehatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User