KRI Bima Suci Pukau Warga Sulut di Hari Terakhir Open Ship Bitung

BITUNG — Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci berhasil memukau ratusan warga Sulawesi Utara pada hari terakhir kegiatan Open Ship yang digelar di Derma

KRI Bima Suci Pukau Warga Sulut di Hari Terakhir Open Ship Bitung

BITUNG — Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci berhasil memukau ratusan warga Sulawesi Utara pada hari terakhir kegiatan Open Ship yang digelar di Dermaga Utama Satrol Koarmada VIII, Bitung, Jumat (24/1). Antusiasme masyarakat tampak luar biasa sejak pagi hari, ketika antrean panjang sudah mengular di sekitar area pelabuhan.

Antusiasme Warga Sejak Pagi Hari

Sejak pukul 08.00 WITA, masyarakat dari berbagai penjuru Bitung dan sekitarnya sudah memadati area dermaga. Banyak di antara mereka yang datang bersama keluarga untuk merasakan pengalaman unik menaiki kapal layar legendaris TNI Angkatan Laut tersebut. Cuaca cerah mendukung kelancaran kegiatan, membuat momen kebersamaan keluarga semakin terasa istimewa.

"Saya sudah menunggu sejak subuh agar bisa masuk lebih awal. Ini kesempatan langka karena tidak setiap hari kita bisa naik ke kapal perang," ujar Maria Wulandari, salah satu pengunjung yang ditemui di lokasi.

Daya Tarik Kapal Layar Bersejarah

KRI Bima Suci merupakan kapal layar jenis tiang tinggi yang digunakan untuk pelatihan kader Taruna AAL (Akademi Angkatan Laut). Kapal ini memiliki sejarah panjang dalam dunia pelayaran Indonesia dan telah mengarungi berbagai perairan internasional. Kehadirannya di Bitung menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang penasaran dengan kehidupan di atas kapal perang.

Para pengunjung tidak hanya diajak melihat interior kapal, tetapi juga dikenalkan pada berbagai peralatan navigasi, ruang komando, hingga area mess Taruna. Petugas TNI AL dengan sigap menjelaskan setiap bagian kapal kepada masyarakat, termasuk sejarah dan fungsi strategis KRI Bima Suci dalam operasi pelayaran jauh.

Agenda Open Ship dan Edukasi Maritim

Kegiatan Open Ship ini merupakan bagian dari program rutin TNI Angkatan Laut untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Selain Bitung, kapal yang sama sebelumnya telah singgah di beberapa pelabuhan lain di Indonesia Timur.

  • Hari pertama: Penyambutan resmi oleh Forkopimda Sulut
  • Hari kedua: Open Ship untuk pelajar dan mahasiswa
  • Hari ketiga: Open Ship untuk masyarakat umum
  • Hari keempat: Penutupan dan pelayaran lanjutan

Respons Positif Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kota Bitung menyambut baik kunjungan KRI Bima Suci dan menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pemahaman maritim masyarakat. Wali Kota Bitung dalam kesempatan sebelumnya menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Bitung sebagai salah satu kota singgah.

Menurut data dari panitia pelaksana, jumlah pengunjung pada hari terakhir mencapai lebih dari 2.500 orang, melampaui estimasi awal yang hanya sekitar 1.500 pengunjung. Angka ini menunjukkan tingginya minat publik terhadap edukasi kemaritiman.

Harapan dan Kesan Pengunjung

Banyak pengunjung yang berharap agar kegiatan serupa dapat digelar lebih sering di daerah mereka. "Semoga kapal-kapal seperti ini bisa lebih sering datang ke Bitung. Anak-anak jadi tahu bagaimana menjadi tentara laut," kata salah seorang orang tua murid yang mendampingi anaknya.

Kegiatan Open Ship ditutup dengan ramah tamah singkat antara prajurit TNI AL dan masyarakat. Momen foto bersama di anjungan kapal menjadi kenangan manis bagi banyak keluarga yang hadir.

Analisis Dampak Kegiatan

Kehadiran KRI Bima Suci di Bitung bukan sekadar agenda seremonial, melainkan juga bagian dari strategi soft power TNI AL dalam membangun kesadaran maritim di kalangan generasi muda. Wilayah Indonesia Timur yang kaya akan potensi laut sangat memerlukan edukasi semacam ini untuk menyiapkan sumber daya manusia unggulan di bidang kemaritiman.

Ditambah dengan antusiasme yang ditunjukkan masyarakat, terlihat bahwa pendekatan humanis TNI AL melalui Open Ship mendapat respons positif. Model interaksi seperti ini dinilai lebih efektif dibanding pendekatan formal dalam menyampaikan pesan pertahanan dan kebangsaan.

"KRI Bima Suci adalah simbol kebanggaan maritim Indonesia. Kehadirannya di Bitung menjadi jembatan emosional antara TNI AL dan rakyat." — Pengamat pertahanan

Dengan berakhirnya kegiatan Open Ship di Bitung, KRI Bima Suci dijadwalkan melanjutkan pelayaran ke pelabuhan berikutnya di wilayah Indonesia bagian timur. Keberangkatan kapal ini menjadi penanda berakhirnya salah satu agenda penting yang meninggalkan kesan mendalam bagi warga Bitung.

[SOCIAL_TWEET]: KRI Bima Suci pukau warga Sulut di hari terakhir Open Ship Bitung! Lebih dari 2.500 pengunjung memadati Dermaga Satrol Koarmada VIII. Antusiasme luar biasa! #KRIBimaSuci #TNIAL #Bitung[SOCIAL_TG]: ⚓🚢 KRI Bima Suci sukses bikin warga Bitung terpukau! Open Ship hari terakhir dipadati lebih dari 2.500 pengunjung. TNI AL makin dekat dengan rakyat! 🇮🇩

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User