Oct 12, 2026
Olahraga

Pelupessy dan James, Tandem Gelandang Baru Timnas Indonesia di Lini Tengah

Skor akhir 2-0 untuk Timnas Indonesia atas Malaysia pada laga Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026), menjadi panggung pembuktian duet gelandang Joey...

Pelupessy dan James, Tandem Gelandang Baru Timnas Indonesia di Lini Tengah

Skor akhir 2-0 untuk Timnas Indonesia atas Malaysia pada laga Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026), menjadi panggung pembuktian duet gelandang Joey Pelupessy dan Dean James. Keduanya tampil sebagai starter dalam formasi 4-2-3-1 yang dipasang pelatih kepala, dengan Pelupessy beroperasi sebagai deep-lying playmaker dan James ditempatkan sebagai box-to-box midfielder di sisi kanan poros tengah.

Sejak menit ke-3, Pelupessy sudah menunjukkan perannya sebagai metronom serangan. Ia mencatatkan 78 sentuhan bola sepanjang babak pertama, terbanyak di antara seluruh pemain di lapangan, dengan akurasi umpan mencapai 91 persen. Statistik penguasaan bola Indonesia di 45 menit awal menyentuh angka 58 persen, buah dari distribusi cepat kedua gelandang tersebut dalam memecah blok pertahanan Malaysia yang bermain dengan formasi 5-4-1.

Babak Pertama: Kontrol Lini Tengah Tanpa Cela

Menit ke-23, Pelupessy melepaskan umpan terobosan sejauh 35 meter yang membelah dua bek tengah Malaysia dan nyaris berbuah assist, andai penyelesaian akhir striker Indonesia lebih tenang. Ia menutup babak pertama dengan dua key passes, tiga intersep, dan satu tekel sukses. James, di sisi lain, lebih banyak bergerak tanpa bola, mencatatkan jarak tempuh 5,8 kilometer hanya dalam 45 menit — angka yang mencerminkan intensitas pressing tinggi yang diminta tim pelatih.

Gol pembuka lahir pada menit ke-38 melalui skema yang berawal dari kaki Pelupessy. Ia menarik dua pemain Malaysia ke sisi kiri, lalu melepas umpan pendek ke James yang langsung mengalirkannya ke ruang kosong di sisi berlawanan. Serangan balik cepat itu berakhir dengan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Malaysia. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, dengan Indonesia mencatatkan empat shots on target dari total tujuh percobaan.

Babak Kedua: Adaptasi dan Ketahanan Fisik

Memasuki babak kedua, Malaysia mengubah pendekatan dengan menaikkan garis pertahanan dan menekan langsung ke arah Pelupessy. Respons datang cepat: James turun lebih dalam untuk membantu sirkulasi bola, sementara Pelupessy bergeser ke ruang antara lini. Pada menit ke-57, kombinasi keduanya menghasilkan peluang emas setelah James menerima umpan silang rendah dan melepaskan sepakan first-time yang masih membentur tiang gawang. Statistik shots on target Indonesia bertambah menjadi tujuh pada menit ke-70.

Gol kedua hadir pada menit ke-74, lagi-lagi melalui peran sentral Pelupessy yang merebut bola di area tengah, lalu mengirimkan long ball terukur ke sisi kanan. Proses tersebut menciptakan assist keduanya di laga ini, sekaligus mengunci skor akhir 2-0. Sepanjang 90 menit, Pelupessy menutup pertandingan dengan dua assist, 93 persen akurasi umpan, dan 11 kali merebut bola. James menyelesaikan laga dengan jarak tempuh total 11,4 kilometer serta empat tekel sukses dari lima percobaan.

Menarik dicatat, Indonesia bermain tanpa satu pun kartu kuning di lini tengah, indikasi disiplin taktik yang terjaga. Hanya dua kartu kuning dikeluarkan wasit, keduanya untuk pemain Malaysia akibat pelanggaran taktis menghentikan transisi cepat. Tidak ada intervensi VAR yang mengubah keputusan penting, dan garis offside tetap terjaga rapi berkat komunikasi antar lini yang solid.

Kutipan Pelatih dan Proyeksi ke Depan

"Joey memberi kami kontrol, Dean memberi kami energi. Kombinasi ini masih punya ruang untuk berkembang, terutama dalam hal timing pressing dan transisi bertahan," ujar pelatih kepala Timnas Indonesia dalam sesi konferensi pers usai laga.

Dengan tambahan tiga poin ini, Indonesia memantapkan posisi di puncak klasemen sementara Grup B. Duet Pelupessy dan James menjadi temuan penting jelang laga-laga berat berikutnya, terlebih karena keduanya mampu menyeimbangkan peran kreatif dan destruktif dalam satu paket. Jika konsistensi ini terjaga, lini tengah Indonesia berpotensi menjadi salah satu yang paling produktif di turnamen, dengan rata-rata penguasaan bola di atas 55 persen dan clean sheet yang mulai menjadi kebiasaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User