Ole Romeny Jebol Gawang Singapura di SUGBK
Skor akhir 3-1 untuk Timnas Indonesia atas Singapura pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Kemenangan ini tidak lepas dari kontribusi Ole...
Skor akhir 3-1 untuk Timnas Indonesia atas Singapura pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Kemenangan ini tidak lepas dari kontribusi Ole Romeny, striker yang menjadi ujung tombak serangan Garuda. Golnya pada menit ke-37 membuka keunggulan sekaligus mengubah momentum pertandingan yang sempat berjalan ketat di 30 menit pertama.
Jalannya Babak Pertama: Romeny Pecah Kebuntuan
Sejak peluit kick-off, Indonesia tampil dengan formasi 4-3-3. Starting XI asuhan pelatih menempatkan Romeny sebagai penyerang tengah, didukung dua winger cepat di sisi kanan dan kiri. Singapura merespons dengan blok pertahanan rapat 4-4-2, mencoba memutus aliran bola dari lini tengah. Pada 20 menit awal, penguasaan bola Indonesia mencapai 58 persen, tetapi shots on target baru tercipta satu kali.
Menit ke-23, Romeny melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Bola masih melambung tipis di atas mistar gawang. Tekanan terus dibangun. Menit ke-31, sebuah umpan terobosan dari gelandang tengah membelah barisan belakang Singapura, tetapi Romeny terjebak offside. Keputusan hakim garis dikonfirmasi melalui VAR, dan peluang itu dianulir. Meski demikian, garis pertahanan tinggi Singapura mulai terlihat rapuh.
Menit ke-37, gol yang dinanti akhirnya tiba. Romeny menerima assist matang dari sisi kanan, mengontrol bola dengan satu sentuhan, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang tidak mampu dijangkau kiper Singapura. Skor berubah 1-0. Selebrasi Romeny menjadi momen kunci yang mengangkat kepercayaan diri seluruh pemain. Hingga turun minum, Indonesia mencatatkan penguasaan bola 61 persen dengan empat shots on target berbanding satu milik Singapura.
Babak Kedua: Singapura Menekan, Indonesia Menambah Gol
Memasuki babak kedua, Singapura mengubah pendekatan. Formasi bergeser ke 4-2-3-1 dengan dua gelandang bertahan yang lebih agresif melakukan pressing. Hasilnya, Singapura sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-54 melalui sepakan jarak dekat setelah kemelut di kotak penalti. Skor 1-1 membuat tensi pertandingan meningkat.
Pelatih Indonesia merespons dengan memasukkan pemain segar di lini tengah pada menit ke-60. Perubahan ini mengembalikan kendali permainan. Menit ke-68, Romeny kembali menjadi kreator. Umpan silangnya dari sisi kiri diselesaikan rekan setim menjadi gol kedua Indonesia. Assist itu menambah catatan statistiknya malam ini: satu gol dan satu assist.
Menit ke-79, Indonesia memperlebar jarak menjadi 3-1 lewat serangan balik cepat. Singapura berusaha merespons dengan meningkatkan penguasaan bola hingga 47 persen secara keseluruhan, tetapi hanya mampu menciptakan dua shots on target tambahan. Kartu kuning dikeluarkan untuk dua pemain Singapura pada menit ke-72 dan 85 akibat pelanggaran taktis menghentikan serangan Romeny dan rekan-rekannya.
Analisis Statistik dan Dampak di Grup A
Secara keseluruhan, Indonesia menutup laga dengan penguasaan bola 59 persen, delapan shots on target, dan lima peluang besar. Singapura mencatatkan 41 persen penguasaan bola dengan tiga shots on target. Romeny menjadi pemain dengan kontribusi gol tertinggi di laga ini. Ia menyelesaikan 87 persen umpan, memenangkan empat duel udara, dan menciptakan dua peluang kunci.
"Ole bergerak lebih bebas di antara lini pertahanan lawan. Kami meminta dia tidak hanya menjadi finisher, tetapi juga penghubung serangan. Malam ini dia menjalankan peran itu dengan disiplin," ujar pelatih Timnas Indonesia dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Kemenangan ini membuat Indonesia mengoleksi poin penuh di Grup A dan menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Clean sheet tidak tercipta karena Singapura mampu mencetak satu gol, tetapi soliditas lini belakang Indonesia tetap terjaga di 20 menit terakhir. Kiper Indonesia melakukan tiga penyelamatan penting, termasuk satu tendangan bebas pada menit ke-88.
Bagi Romeny, performa ini menegaskan posisinya sebagai striker utama. Sepanjang turnamen, ia kini tercatat telah mencetak dua gol dan satu assist dalam dua pertandingan. Kombinasi kecepatan, penyelesaian akhir, dan visi permainannya membuat lini pertahanan lawan sulit membaca pergerakannya. Pertandingan berikutnya di Grup A akan menjadi ujian berikutnya bagi Indonesia untuk memastikan tiket ke fase gugur. Jika Romeny menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin ia menjadi top skor turnamen ini.
Comments (0)