Norwegia Taklukkan Inggris, Haaland Ukir Hat-trick Bersejarah di Philadelphia

Skor Akhir: Norwegia 4-2 InggrisKejutan dahsyat mewarnai perempat final Piala Dunia 2026 di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Minggu (12/7/2026) pagi WIB, ketika Norwegia secara dramatis menumban...

Norwegia Taklukkan Inggris, Haaland Ukir Hat-trick Bersejarah di Philadelphia

Skor Akhir: Norwegia 4-2 Inggris

Kejutan dahsyat mewarnai perempat final Piala Dunia 2026 di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Minggu (12/7/2026) pagi WIB, ketika Norwegia secara dramatis menumbangkan favorit juara Inggris dengan skor meyakinkan 4-2. Erling Haaland menjadi bintang mutlak dalam laga bersejarah ini dengan mencetak hat-trick pada menit ke-22, 58, dan 79, sementara Martin Ødegaard melengkapi pesta gol Skandinavia melalui eksekusi penalti di menit ke-85.

Dari pihak Inggris, gol hiburan dicetak Jude Bellingham pada menit ke-41 dan Phil Foden di masa injury time babak kedua tepatnya menit ke-90+3. Kekalahan ini memastikan Inggris pulang dengan tangan hampa di fase delapan besar untuk kedua kalinya secara beruntun di Piala Dunia setelah tersingkir di perempat final edisi 2022 oleh Prancis.

Babak Pertama: Awal Badai dari Tanah Viking

Pelatih Ståle Solbakken menurunkan formasi 4-2-3-1 yang cukup berani dengan menempatkan Haaland sebagai ujung tombak tunggal, didukung trio kreatif di belakangnya: Martin Ødegaard sebagai playmaker sentral, Antonio Nusa di sektor kiri, dan Oscar Bobb mengisi sayap kanan. Sander Berge dan Patrick Berg ditugaskan menjadi tembok ganda di depan lini pertahanan yang dikomandoi kapten Leo Østigård. Sementara itu, Gareth Southgate mempercayakan formasi 4-3-3 dengan trio Jude Bellingham, Phil Foden, dan Bukayo Saka di lini serang, namun absennya gelandang bertahan Declan Rice yang terkena akumulasi kartu kuning di babak 16 besar menjadi celah fatal yang tidak mampu ditutup Kobbie Mainoo.

Belum genap setengah jam pertandingan berjalan, pertahanan Inggris sudah diguncang. Menit ke-22, sebuah serangan balik cepat yang diinisiasi oleh Ødegaard dari tengah lapangan sukses membelah lini tengah Inggris yang terlalu naik. Satu umpan terobosan presisi mengarah ke kotak penalti, disambut Haaland yang dengan cerdik melepaskan diri dari kawalan John Stones. Sepakan keras kaki kiri sang penyerang Manchester City itu melesat tanpa ampun ke pojok kanan atas gawang Aaron Ramsdale. Skor berubah 1-0, dan publik Lincoln Financial Field yang didominasi ekspatriat Skandinavia bergemuruh.

Inggris sempat memberikan respons melalui gol Jude Bellingham di menit ke-41. Berawal dari sepak pojok Foden yang dieksekusi pendek kepada Saka, bola diumpan silang ke tiang jauh, disambut tandukan Bellingham yang melompat lebih tinggi dari Julian Ryerson. Bola bersarang mulus ke gawang Ørjan Nyland, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun, euforia Inggris tidak bertahan lama. Menjelang turun minum, Norwegia mendapatkan momentum penting melalui penguasaan bola dominan yang mencapai 57 persen dengan jumlah shots on target 5 berbanding 2 milik Inggris.

Babak Kedua: Dominasi Total dan Kehancuran The Three Lions

Memasuki babak kedua, Norwegia tidak menurunkan intensitas permainan. Menit ke-58, sebuah kombinasi brilian antara Bobb dan Ødegaard di sisi kanan pertahanan Inggris membuka ruang lebar setelah Ben Chilwell terlambat menutup pergerakan. Umpan tarik mendatar dilepaskan Bobb ke mulut gawang, dan Haaland yang berada di posisi tepat menyambut bola dengan sontekan ringan kaki kanan untuk mengubah skor menjadi 2-1. Proses gol ini sempat diperiksa VAR karena indikasi offside, namun tayangan ulang menunjukkan Haaland berada beberapa sentimeter di belakang Marc Guéhi saat bola dilepaskan Bobb.

Keputusan kontroversial terjadi pada menit ke-79 ketika VAR kembali turun tangan. Berawal dari duel udara antara Haaland dan Stones di kotak penalti, bola mengenai lengan Stones saat ia berusaha menjaga keseimbangan. Wasit asal Italia, Daniele Orsato, awalnya tidak menunjuk titik putih, namun setelah meninjau monitor di tepi lapangan, ia menganulir keputusannya dan memberikan penalti untuk Norwegia. Haaland yang maju sebagai eksekutor dengan dingin mengeksekusi bola ke arah tengah gawang sementara Ramsdale sudah terlanjur bergerak ke sisi kanan. Skor menjadi 3-1, dan top skor Premier League itu resmi mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain Norwegia pertama yang membukukan hat-trick di fase gugur Piala Dunia.

"Pertahanan kami melorot di momen-momen krusial. Absennya Rice jelas berdampak pada keseimbangan tim, tapi kami tidak bisa memakai itu sebagai alasan. Norwegia pantas menang malam ini," kata Southgate dalam konferensi pers pascalaga.

Penalti Ødegaard dan Gol Hiburan Foden

Belum usai penderitaan Inggris. Menit ke-85, giliran Ødegaard yang mencatatkan namanya di papan skor dari titik putih. Kali ini Guéhi yang menjadi pesakitan setelah VAR mengkonfirmasi pelanggaran tangannya saat menghalau umpan silang Ryerson. Kapten Norwegia itu mengeksekusi penalti ke arah pojok kiri bawah dengan tenang, membuat Ramsdale hanya mematung. Skor 4-1 benar-benar menjadi pukulan telak bagi pasukan Southgate yang sejak fase grup tampil sebagai salah satu tim paling solid dengan status clean sheet dalam tiga dari empat pertandingan sebelumnya.

Phil Foden sempat menipiskan selisih gol melalui sepakan spekulatif dari luar kotak penalti di menit ke-90+3 yang bersarang indah ke pojok kanan gawang Nyland. Tapi waktu tidak lagi berpihak. Peluit panjang dibunyikan Orsato, menandai akhir perlawanan Inggris sekaligus mengantarkan Norwegia untuk pertama kalinya melangkah ke semifinal Piala Dunia.

Dari sisi statistik, Norwegia mencatatkan penguasaan bola akhir sebesar 51 persen dengan total 8 shots on target dari 14 percobaan, sementara Inggris hanya mampu mencatatkan 3 shots on target dari 10 kali percobaan. Kartu kuning juga diterima kedua kubu, masing-masing satu untuk Berge dan Saka, namun tidak ada pengusiran pemain sepanjang laga. Di babak semifinal, Norwegia akan menunggu pemenang laga antara Brasil dan Belanda, sementara Inggris harus mengakhiri mimpi mereka untuk membawa pulang trofi yang sudah dinanti selama 60 tahun.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User