Oct 13, 2026
Olahraga

Nainggolan Ungkap Alasan Tolak Timnas Indonesia di Awal Karier

Keputusan besar dalam karier seorang pesepak bola profesional sering kali ditentukan oleh satu momen krusial. Bagi Radja Nainggolan, momen itu terjadi ketika ia harus memilih antara membela Timnas Bel...

Nainggolan Ungkap Alasan Tolak Timnas Indonesia di Awal Karier

Keputusan besar dalam karier seorang pesepak bola profesional sering kali ditentukan oleh satu momen krusial. Bagi Radja Nainggolan, momen itu terjadi ketika ia harus memilih antara membela Timnas Belgia atau Timnas Indonesia. Gelandang bertahan yang dikenal dengan gaya permainan agresif dan tendangan jarak jauhnya itu akhirnya mengungkapkan bahwa tim nasional Indonesia sama sekali tidak pernah masuk dalam pertimbangannya saat mengambil keputusan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan banyak pihak, pemain kelahiran Antwerpen, Belgia, 4 Mei 1988 itu mengakui bahwa ia tidak memiliki kedekatan emosional maupun pengetahuan yang cukup tentang sepak bola Indonesia pada awal kariernya. Faktor itulah yang membuatnya mantap memilih memperkuat Timnas Belgia, negara tempat ia lahir dan tumbuh besar.

Latar Belakang Keluarga dan Pilihan Karier Internasional

Nainggolan memiliki darah Indonesia dari sang ayah, yang berasal dari Suku Batak. Meski demikian, ia menghabiskan seluruh masa kecil dan remajanya di Belgia. Ia menempuh pembinaan sepak bola di akademi Germinal Beerschot sebelum menembus tim senior pada 2005. Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke berbagai klub besar Eropa seperti Cagliari, AS Roma, Inter Milan, hingga Bhayangkara FC.

Pilihan membela Belgia bukan tanpa alasan. Sejak usia muda, Nainggolan sudah terpapar sistem pembinaan sepak bola Belgia yang sangat terstruktur. Ia menembus berbagai level tim nasional usia muda Belgia, mulai dari U-19, U-20, hingga U-21. Total 12 caps ia koleksi di level junior sebelum akhirnya dipercaya memperkuat tim senior pada 2009.

"Saya tidak mengenal Timnas Indonesia saat itu. Saya tumbuh di Belgia, bermain di sana, dan semua yang saya tahu tentang sepak bola adalah Belgia," ujar Nainggolan dalam sebuah wawancara. Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa ia pernah menolak tawaran memperkuat skuad Garuda secara sengaja.

Perjalanan Karier Bersama Timnas Belgia

Bersama Rode Duivels — julukan Timnas Belgia — Nainggolan mencatatkan 30 penampilan dan menyumbangkan 6 gol. Debutnya terjadi pada 29 Mei 2009 ketika Belgia menghadapi Chile dalam laga persahabatan. Meski sempat bersinar, hubungannya dengan pelatih saat itu, Roberto Martinez, sempat memanas hingga membuatnya tersingkir dari skuad Piala Dunia 2018.

Gaya bermain Nainggolan yang keras, agresif, dan penuh determinasi menjadi ciri khasnya di lini tengah. Ia kerap dipercaya mengisi posisi gelandang box-to-box, bertugas memutus serangan lawan sekaligus mendukung transisi ofensif. Statistik menunjukkan rata-rata tackle sukses di atas 2 per pertandingan selama berkarier di Serie A, menjadikannya salah satu gelandang bertahan paling ditakuti di kompetisi tersebut.

Di level klub, ia menorehkan catatan impresif bersama AS Roma dengan total lebih dari 150 penampilan di Serie A. Puncaknya terjadi pada musim 2016-2017 saat ia membantu Roma finis di peringkat kedua klasemen dan mencetak 11 gol dari lini tengah. Performa itu membuatnya masuk dalam Serie A Team of the Year.

Pelajaran Tentang Identitas dan Keputusan Sepak Bola

Kasus Nainggolan bukan hal baru dalam dunia sepak bola modern. Banyak pemain diaspora menghadapi dilema serupa ketika harus memilih negara yang akan dibela. Faktor kedekatan budaya, peluang bermain, dan sistem pembinaan yang dialami sejak kecil kerap menjadi penentu utama.

Bagi Timnas Indonesia sendiri, peluang merekrut pemain keturunan terus terbuka lebar melalui program naturalisasi yang tengah digalakkan PSSI. Beberapa nama seperti Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama telah bergabung dan memberi kontribusi nyata di ajang internasional. Kehadiran mereka membuktikan bahwa jalur diaspora bisa menjadi strategi memperkuat skuad Garuda.

Meski tidak pernah membela Indonesia, pengakuan Nainggolan ini setidaknya memberikan gambaran jelas tentang proses pengambilan keputusan seorang pemain. Keputusan itu tidak selalu soal uang atau ambisi pribadi, melainkan soal lingkungan yang membentuk seseorang sejak kecil. Bagi Nainggolan, Belgia adalah rumah sepak bolanya, dan pilihan itu ia ambil tanpa keraguan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User