Oct 22, 2026
Olahraga

MotoGP Mandalika 2026 Pacu Permintaan Hasil Laut NTB Hingga 10 Kali Lipat

MANDALIKA — Gelaran MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya menyajikan duel panas di lintasan, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi warga Nusa Tenggara Barat (NTB). Permintaan hasil laut dar...

MotoGP Mandalika 2026 Pacu Permintaan Hasil Laut NTB Hingga 10 Kali Lipat

MANDALIKA — Gelaran MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya menyajikan duel panas di lintasan, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi warga Nusa Tenggara Barat (NTB). Permintaan hasil laut dari nelayan setempat dilaporkan melonjak hingga 10 kali lipat dibanding hari biasa, seiring membludaknya kunjungan wisatawan dan tim balap ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Lonjakan ini menjadi salah satu sorotan utama di balik kesuksesan penyelenggaraan balapan kelas dunia tersebut. Jika biasanya nelayan hanya menjual beberapa kilogram ikan per hari, kini mereka harus menyiapkan stok hingga puluhan kilogram untuk memenuhi kebutuhan restoran, hotel, dan pedagang kaki lima di sekitar sirkuit.

Dampak Ekonomi Nyata di Sekitar Sirkuit

Data yang dihimpun Beritainti menunjukkan bahwa permintaan ikan segar, udang, cumi, dan lobster di kawasan Mandalika mengalami kenaikan signifikan sejak H-3 hingga hari balapan. Seorang nelayan di pesisir Kuta, Lombok Tengah, mengaku harus menambah waktu melaut dari biasanya hanya 3-4 jam menjadi 8-10 jam per hari.

"Biasanya saya cuma bawa pulang 5 kilogram ikan, sekarang bisa 50 kilogram lebih. Pembeli datang langsung ke dermaga, bahkan sering habis sebelum siang," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu titik. Beberapa dermaga di sekitar Mandalika, seperti Pelabuhan Tanjung Luar dan kawasan pesisir Kuta, turut merasakan imbas positif. Para pedagang mengaku omzet mereka naik drastis karena permintaan dari tenant makanan di area sirkuit yang menyajikan menu seafood khas Lombok.

Faktor Pendorong Lonjakan Permintaan

Ada beberapa faktor yang membuat permintaan hasil laut melonjak tajam selama MotoGP Mandalika 2026. Pertama, jumlah penonton dan kru tim balap yang datang dari berbagai negara meningkatkan kebutuhan konsumsi harian. Kedua, tren wisata kuliner berbasis seafood semakin diminati wisatawan domestik dan mancanegara.

Ketiga, kesadaran pelaku usaha lokal untuk menyajikan produk segar dari nelayan setempat semakin tinggi. Hal ini didorong oleh kampanye pemerintah daerah yang mendorong UMKM dan sektor kelautan untuk terlibat langsung dalam perhelatan akbar tersebut.

Menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, total produksi ikan tangkap selama periode MotoGP naik sekitar 300 persen dibanding bulan sebelumnya. Namun, lonjakan permintaan hingga 10 kali lipat lebih terasa di tingkat nelayan kecil yang biasanya hanya melayani pasar tradisional.

Peluang dan Tantangan bagi Nelayan Lokal

Di balik berkah ekonomi ini, muncul tantangan baru. Beberapa nelayan mengeluhkan keterbatasan kapal, alat tangkap, dan tempat penyimpanan ikan yang memadai. Akibatnya, tidak semua permintaan dapat terpenuhi, dan sebagian hasil laut harus didatangkan dari daerah lain.

Pemerintah daerah bersama penyelenggara MotoGP disebut tengah menyiapkan program pendampingan bagi nelayan, termasuk bantuan cold storage dan pelatihan manajemen hasil tangkap. Tujuannya agar lonjakan permintaan ini tidak hanya bersifat musiman, tetapi bisa berkelanjutan setelah event berakhir.

"Kami ingin dampak MotoGP tidak hanya dirasakan saat balapan, tetapi menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi jangka panjang bagi nelayan dan pelaku usaha lokal," kata seorang pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan NTB.

Selain ikan segar, produk olahan seperti ikan asap, abon ikan, dan kerupuk ikan juga mengalami kenaikan permintaan. Beberapa UMKM yang biasanya hanya memproduksi 20-30 bungkus per hari kini harus memproduksi hingga 300 bungkus untuk memenuhi pesanan.

Dengan suksesnya MotoGP Mandalika 2026, harapan besar kini bertumpu pada keberlanjutan program pemberdayaan nelayan. Jika dikelola dengan baik, gelaran balapan ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga motor penggerak ekonomi pesisir yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat NTB secara nyata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User