Drama Kartu Merah Embolo, Argentina Lolos Semifinal Usai Extra Time

Skor akhir 2-1. Argentina memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Swiss lewat babak extra time di Stadion Arrowhead, Kansas City, Sabtu (11/7/2026). Laga perempat final yang be...

Drama Kartu Merah Embolo, Argentina Lolos Semifinal Usai Extra Time

Skor akhir 2-1. Argentina memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Swiss lewat babak extra time di Stadion Arrowhead, Kansas City, Sabtu (11/7/2026). Laga perempat final yang berjalan penuh drama ini diwarnai kartu merah yang dijatuhkan wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, kepada penyerang Swiss, Breel Embolo. Keputusan itu menjadi titik balik yang mengubah peta pertandingan secara drastis.

Sebelum kartu merah itu, Swiss justru tampil mengejutkan. Bermain dengan formasi 5-3-2 yang disiplin, tim asuhan Murat Yakin mampu meredam agresivitas Argentina sepanjang babak pertama. Penguasaan bola memang dikuasai La Albiceleste hingga 63 persen, tetapi rapatnya lini belakang Swiss membuat para penyerang Argentina kesulitan menembus kotak penalti. Catatan shots on target di 45 menit pertama hanya dua tembakan mengarah ke gawang dari total tujuh percobaan.

Babak Pertama: Kejutan Swiss dan Gol Pembuka

Menit ke-31, Swiss memecah kebuntuan lewat transisi cepat. Dan Ndoye, yang menjadi ujung tombak tunggal, memanfaatkan assist terukur dari Granit Xhaka untuk melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dihalau kiper Emiliano Martinez. Skor 1-0 untuk Swiss membuat pendukung Argentina di tribun terdiam. Gol itu lahir dari serangan balik hanya dalam tiga operan — bukti efisiensi tim yang hanya menguasai bola 37 persen.

Argentina mencoba merespons. Lionel Messi, yang beroperasi sebagai false nine, beberapa kali menarik keluar bek tengah Swiss untuk membuka ruang, tetapi starting XI lawan yang bertahan hingga garis pertahanan terakhir membuat kombinasi satu-dua Messi dan Julian Alvarez kerap mentok di sisi sayap. Joao Pinheiro mengeluarkan dua kartu kuning di babak ini — satu untuk gelandang Argentina dan satu untuk bek Swiss — sebagai penanda laga yang berjalan keras.

Babak Kedua: Kartu Merah Embolo Mengubah Segalanya

Memasuki babak kedua, pelatih Lionel Scaloni menarik satu gelandang dan memasukkan penyerang tambahan, mengubah formasi menjadi 3-4-3 yang lebih ofensif. Namun justru insiden di menit ke-67 yang mengubah laga. Breel Embolo, yang masuk sebagai pemain pengganti, melakukan tekel dengan kaki terangkat tinggi ke arah pergelangan kaki Enzo Fernandez. Awalnya wasit hanya memberi kartu kuning, tetapi setelah pemeriksaan VAR selama hampir dua menit, Joao Pinheiro mengubah keputusannya menjadi kartu merah.

Unggul jumlah pemain, Argentina langsung menekan habis-habisan. Hasilnya datang di menit ke-78: umpan silang akurat dari Nahuel Molina disambut sundulan Lautaro Martinez yang menembus sudut atas gawang Yann Sommer. Skor berubah 1-1, dan penonton Kansas City bergemuruh. Swiss yang kehilangan Embolo terpaksa menutup rapat kotak penalti, bertahan dengan delapan pemain di belakang bola selama sisa waktu normal.

Extra Time: Gol Penentu dan Statistik Akhir

Di babak extra time, kelelahan mulai terlihat dari barisan pertahanan Swiss. Menit ke-105, Messi melepaskan umpan terobosan diagonal yang memecah lini belakang, dan Julian Alvarez dengan tenang menaklukkan Sommer lewat tendangan first-time. Skor akhir 2-1 untuk Argentina. Gol itu menjadi assist ketiga Messi dalam turnamen ini — catatan yang menyamai rekor assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.

Statistik akhir mencatat dominasi penuh Argentina: penguasaan bola 68 persen, 21 tembakan dengan 9 shots on target, dan 87 persen akurasi operan. Swiss hanya mampu melepaskan tujuh tembakan dengan tiga mengarah ke gawang. Soal disiplin, Argentina menerima tiga kartu kuning, sementara Swiss menerima empat kartu kuning plus satu kartu merah untuk Embolo. Ini bukan clean sheet bagi Argentina, tetapi yang terpenting adalah tiket semifinal yang kini resmi di tangan.

"Kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah. Swiss bermain sangat disiplin dan membuat kami kesulitan, tetapi kartu merah jelas mengubah segalanya. Saya bangga dengan mentalitas para pemain yang tidak pernah berhenti menekan sampai menit akhir," ujar Lionel Scaloni dalam konferensi pers usai laga.

Kekalahan ini menutup perjalanan impresif Swiss, yang sebelumnya tampil solid dengan hanya kebobolan dua gol dalam empat laga. Namun bagi Argentina, kemenangan ini sekaligus mengulang drama Piala Dunia 2014 ketika mereka juga menaklukkan Swiss lewat extra time di babak 16 besar. Kini La Albiceleste tinggal menantikan calon lawan di babak semifinal — dan satu hal yang pasti, skorsing Embolo membuat Swiss kehilangan salah satu senjata terbaiknya di laga berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User