Mikel Merino Cetak Gol Dramatis, Spanyol Singkirkan Belgia 2-1

Keajaiban kembali menyelimuti langkah Spanyol di Piala Dunia 2026. Mikel Merino, gelandang tangguh milik La Roja, menuliskan namanya dalam buku sejarah dengan gol penentu kemenangan saat timnya menyin...

Mikel Merino Cetak Gol Dramatis, Spanyol Singkirkan Belgia 2-1

Keajaiban kembali menyelimuti langkah Spanyol di Piala Dunia 2026. Mikel Merino, gelandang tangguh milik La Roja, menuliskan namanya dalam buku sejarah dengan gol penentu kemenangan saat timnya menyingkirkan Belgia 2-1 dalam laga perempat final yang berlangsung sengit di MetLife Stadium, New York. Drama menit-menit akhir menjadi panggung sempurna bagi Merino untuk mengukuhkan statusnya sebagai pahlawan baru Spanyol.

Jalannya Pertandingan: Duel Dua Raksasa Eropa

Pertempuran antara dua kekuatan sepak bola Benua Biru ini langsung memanas sejak peluit awal dibunyikan oleh wasit Felix Brych. Belgia, dengan formasi 3-4-2-1 racikan Roberto Martinez, mencoba menekan lewat trisula Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, dan Romelu Lukaku di lini depan. Spanyol di bawah Luis de la Fuente merespons dengan permainan penguasaan bola khas mereka, mengandalkan formasi 4-3-3 yang mengedepankan rotasi posisi tanpa bola.

Belgia unggul lebih dulu pada menit ke-17 melalui skema serangan balik mematikan. De Bruyne melepaskan umpan terobosan brilian dari area tengah, membelah dua bek tengah Spanyol. Lukaku yang lolos dari jebakan offside dengan dingin menyontek bola melewati Unai Simón. Skor 1-0 untuk tim Setan Merah. Gol ini sempat diperiksa VAR selama hampir dua menit, namun teknologi garis gawang mengonfirmasi bahwa Lukaku berada dalam posisi onside saat menerima bola.

Tertinggal satu gol, Spanyol meningkatkan intensitas serangan. Penguasaan bola La Roja mencapai 68% di sepanjang babak pertama, namun kesulitan menembus blok rendah Belgia yang digalang rapi oleh Wout Faes dan Zeno Debast. Beberapa upaya dari Dani Olmo dan Yeremy Pino hanya menghasilkan ancaman minimal. Thibaut Courtois tampil tenang di bawah mistar, mencatatkan tiga penyelamatan penting sebelum turun minum.

Babak Kedua: Kebangkitan La Roja dan Duel Strategi

De la Fuente merespons kebuntuan dengan memasukkan Nico Williams dan Pedri di awal babak kedua. Perubahan ini langsung menyuntikkan energi baru. Menit ke-58, kombinasi apik antara Pedri dan Álvaro Morata di kotak penalti Belgia berakhir dengan sepakan keras Morata yang masih bisa dimentahkan Courtois.

Gol penyama kedudukan akhirnya lahir pada menit ke-64 melalui skema bola mati. Eksekusi tendangan sudut dari Alex Baena disambut oleh sundulan telak Aymeric Laporte yang tak mampu diantisipasi Courtois. Skor 1-1 dan pertandingan kembali terbuka. Laporte mencatatkan gol keduanya di turnamen ini, menegaskan peran pentingnya dalam skema bola mati Spanyol.

Selepas gol penyama, ritme pertandingan semakin intens. Kedua tim saling jual beli serangan. Belgia nyaris kembali memimpin pada menit ke-72 saat tendangan melengkung De Bruyne hanya beberapa sentimeter melebar dari tiang jauh. Sesaat kemudian, Spanyol membalas melalui aksi individu Nico Williams yang menusuk dari sisi kiri, namun sepakannya masih bisa diblok Courtois dengan kakinya.

Memasuki sepuluh menit terakhir, tensi pertandingan semakin meninggi. Total shots on target mencapai 7 untuk Spanyol dan 5 untuk Belgia, menggambarkan betapa terbukanya laga ini. Beberapa kartu kuning dikeluarkan Brych untuk meredam permainan keras. Rodri dan Amadou Onana masing-masing dicatat atas pelanggaran taktis yang pantas diganjar kartu.

Menit Ajaib Mikel Merino

Ketika perpanjangan waktu sepertinya tak terelakkan, keajaiban terjadi pada menit ke-89. Skema serangan cepat Spanyol yang dimulai dari umpan silang Fabián Ruiz berhasil disundul oleh Morata ke arah kotak penalti. Bola liar jatuh tepat di kaki Merino yang tanpa ragu melepaskan tendangan first-time dari luar kotak penalti. Sepakan keras kaki kanannya melesat deras, menghujam sudut atas gawang Courtois yang tak berdaya. Skor 2-1 untuk Spanyol.

Merino, yang tampil sebagai pemain pengganti, langsung berlari ke sudut lapangan merayakan gol dramatisnya bersama ribuan suporter La Roja. Gol ini menjadi gol ketiganya untuk Spanyol di ajang Piala Dunia, dan yang kedua tercipta dari situasi krusial di fase gugur. Statistik menunjukkan bahwa Merino hanya membutuhkan waktu 14 menit di lapangan sebelum mencetak gol penentu kemenangan.

Belgia mencoba putus asa mencari gol penyama di sisa waktu tambahan tiga menit. Umpan-umpan silang dilancarkan ke kotak penalti Spanyol, namun solidnya duet Laporte dan Robin Le Normand memastikan clean sheet babak kedua untuk Unai Simón. Peluit panjang Brych membawa Spanyol melaju ke semifinal.

Analisis: Kunci Kemenangan Spanyol

Data pertandingan menunjukkan dominasi tipis Spanyol yang pada akhirnya berbuah hasil manis. Penguasaan bola 62%, total tembakan 15 (7 on target), dan umpan sukses 583 kali (akurasi 89%). Belgia mencatatkan 12 tembakan (5 on target) dengan 425 umpan sukses (akurasi 82%).

Pergantian pemain menjadi kunci perbedaan. Keberanian de la Fuente memasukkan Merino dan Williams mengubah momentum secara drastis. Kedalaman skuad Spanyol terbukti lebih unggul dalam pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi ini. Belgia sendiri tampil apik sepanjang 80 menit, namun kehilangan konsentrasi di menit krusial menjadi harga mahal yang harus dibayar.

Spanyol akan menghadapi Prancis di semifinal dalam duel yang mempertemukan dua semifinalis Euro 2024. Pertandingan ini menjadi ulangan ideal bagi La Roja yang ingin menegaskan dominasi mereka di panggung dunia. Sementara bagi Merino, gol dramatis ini akan selalu dikenang sebagai salah satu momen terhebat dalam perjalanan sepak bolanya bersama tim nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User