Oct 09, 2026
Olahraga

Messi: Perpisahan dengan Timnas Argentina Sangat Menyakitkan

Skor akhir 3-0 untuk kemenangan timnas Argentina atas Benin di Estadio Alberto J. Armando, Buenos Aires, menjadi malam yang penuh emosi bagi Lionel Messi. La Albiceleste tampil dominan dengan penguasa...

Messi: Perpisahan dengan Timnas Argentina Sangat Menyakitkan

Skor akhir 3-0 untuk kemenangan timnas Argentina atas Benin di Estadio Alberto J. Armando, Buenos Aires, menjadi malam yang penuh emosi bagi Lionel Messi. La Albiceleste tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 67 persen dan melepaskan 8 shots on target dari total 17 percobaan. Namun, di balik kemenangan meyakinkan itu, sang kapten mengungkapkan perasaan yang jauh lebih dalam: perpisahan dengan tim nasional adalah salah satu hal paling menyakitkan dalam hidupnya.

Pertandingan berjalan sesuai skenario yang diinginkan tuan rumah. Sejak menit awal, Argentina menguasai lini tengah dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan kreativitas Messi sebagai false nine. Menit ke-12, La Pulga melepaskan tendangan bebas dari jarak 25 meter yang masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Benin. Tekanan terus dibangun, dan pada menit ke-23, umpan terobosan Messi kepada penyerang sayap kiri nyaris berbuah gol andai penyelesaian akhir lebih tenang.

Gol pembuka akhirnya datang pada menit ke-31. Messi menerima bola di ruang kosong antara lini tengah dan pertahanan Benin, lalu melepaskan assist cermat kepada rekan setimnya yang tinggal menuntaskan dari dalam kotak penalti. Skor berubah 1-0, dan stadion bergemuruh. Statistik mencatat Argentina menciptakan 5 peluang emas di babak pertama, sementara Benin hanya mampu melepaskan satu tendangan ke arah gawang.

Dominasi Tanpa Henti di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, pelatih Argentina melakukan rotasi dengan memasukkan pemain muda untuk menjaga intensitas. Meski demikian, Messi tetap menjadi pusat permainan. Menit ke-58, ia kembali mencatatkan assist keduanya malam itu melalui umpan silang rendah yang diselesaikan dengan sepakan kaki kanan dari jarak dekat. Skor menjadi 2-0.

Benin berusaha keluar dari tekanan dengan mengubah formasi menjadi 5-4-1, namun transisi cepat Argentina terus merepotkan lini belakang mereka. Menit ke-74, sebuah serangan balik kilat berujung gol ketiga. Messi menarik dua pemain bertahan ke arah kiri, membuka ruang bagi rekan setimnya untuk mencetak gol ketiga. Hingga peluit panjang, Argentina mencatatkan 89 persen akurasi passing dan 12 peluang tercipta, sebuah performa yang mendominasi dari awal hingga akhir.

Setelah laga, Messi berbicara dengan nada yang berat. Ia mengaku bahwa setiap kali mengenakan jersey timnas, ada perasaan campur aduk antara kebanggaan dan kesedihan karena tahu suatu hari ia harus berpisah. "Rasanya sangat menyakitkan. Ini bukan keputusan yang mudah, tetapi waktu akan memaksa kita semua untuk menghadapinya," ujarnya dalam konferensi pers.

"Saya mencintai tim ini, saya mencintai negara ini. Setiap pertandingan adalah hadiah, tetapi saya tahu suatu hari saya harus mengatakan selamat tinggal. Dan itu adalah hal yang paling menyakitkan," kata Messi.

Statistik Individu dan Rekam Jejak Messi

Dalam laga melawan Benin, Messi mencatatkan 2 assist, 4 shots on target dari 6 percobaan, serta 3 key passes. Ia juga menyelesaikan 5 dribel sukses dan memenangkan 7 duel darat. Meski tidak mencetak gol, kontribusinya dalam membangun serangan tetap menjadi faktor utama kemenangan Argentina.

Sepanjang kariernya bersama timnas, Messi telah mengoleksi lebih dari 180 caps dan menjadi top skor sepanjang masa Argentina. Ia membawa negaranya meraih gelar Copa America 2021, Finalissima 2022, dan Piala Dunia 2022 di Qatar. Pencapaian itu menempatkannya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola, namun ia tetap merendah dan menegaskan bahwa keputusan untuk berpisah bukanlah hal yang bisa dihindari.

Masa Depan Argentina Tanpa Messi

Pertanyaan besar kini menghantui publik sepak bola Argentina: siapa yang akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Messi? Pelatih timnas menyebut bahwa regenerasi sudah berjalan, dengan sejumlah pemain muda mulai menunjukkan kualitas di level klub maupun internasional. Namun, menggantikan sosok dengan visi permainan, kepemimpinan, dan konsistensi seperti Messi jelas bukan tugas yang mudah.

Dari sisi taktik, Argentina kemungkinan akan beralih ke pola 4-2-3-1 yang lebih kolektif, mengandalkan kombinasi gelandang kreatif dan penyerang cepat. Namun, transisi ini membutuhkan waktu, dan hasil imbang atau kekalahan di awal era pasca-Messi bukan hal yang mustahil.

Kemenangan 3-0 atas Benin mungkin hanya sebuah laga persahabatan, tetapi malam itu menjadi pengingat bahwa setiap penampilan Messi bersama timnas adalah momen yang harus dinikmati. Ketika ia akhirnya benar-benar pergi, sepak bola Argentina akan kehilangan bukan hanya seorang pemain, tetapi juga simbol harapan dan kebanggaan yang telah menyatu dengan identitas La Albiceleste selama lebih dari satu dekade.

Hingga saat itu tiba, Messi terus bermain, terus memberi assist, dan terus membuat stadion bergemuruh. Namun di balik senyumnya, ada luka yang ia sembunyikan: perpisahan yang perlahan mendekat, dan itu, seperti yang ia katakan sendiri, rasanya sangat menyakitkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User