Messi Konfrontasi Wasit Portugal: 'Hormati Saya, Bicara Baik!'
Miami, 12 Juni 2025 – Sebuah pemandangan langka terjadi di laga persahabatan antara Inter Miami dan FC Porto dini hari tadi. Lionel Messi, kapten tim sekaligus peraih delapan Ballon d'Or, terlibat a...
Miami, 12 Juni 2025 – Sebuah pemandangan langka terjadi di laga persahabatan antara Inter Miami dan FC Porto dini hari tadi. Lionel Messi, kapten tim sekaligus peraih delapan Ballon d'Or, terlibat adu mulut sengit dengan wasit asal Portugal, Nuno Almeida. Insiden ini meletup di menit ke-78 setelah Messi merasa diperlakukan tidak adil.
Letupan Emosi di Lapangan
Inter Miami menjamu FC Porto di DRV PNK Stadium dalam laga bertajuk Summer Champions Tour. Skor masih 2-2 saat Jordi Alba dilanggar keras di kotak penalti, namun wasit Almeida mengabaikan protes tuan rumah. Messi yang tak biasanya terpancing emosi, langsung mendatangi sang pengadil dan terdengar berteriak, “Hormati saya! Bicaralah yang baik!”. Rekaman audio yang bocor menunjukkan kapten tim Argentina itu mengulangi kalimat tersebut dua kali, sambil menunjuk-nunjuk ke arah wasit.
Almeida sempat mengancam akan mengeluarkan kartu kuning, namun setelah ditenangkan oleh kapten Porto, Pepe, situasi mereda. Messi hanya mendapat peringatan lisan. Meski begitu, insiden ini sontak menjadi perbincangan hangat mengingat reputasi Messi selama ini sebagai pemain yang jarang—bahkan nyaris tidak pernah—memprotes keputusan wasit secara berlebihan. Sebelum laga ini, dari 812 pertandingan di level klub, Messi hanya mengoleksi 38 kartu kuning dan dua kartu merah sepanjang kariernya; statistik yang menegaskan ketenangannya di lapangan.
Kronologi dan Statistik Pertandingan
Pertandingan sendiri berlangsung dalam tempo tinggi. Porto unggul lebih dulu melalui tendangan jarak jauh Mehdi Taremi di menit ke-14. Inter Miami membalas lewat gol Luis Suárez di menit ke-33, memanfaatkan umpan silang DeAndre Yedlin. Babak pertama berakhir 1-1 dengan penguasaan bola 54% untuk Porto dan 46% untuk Inter Miami, serta shots on target 4-3 untuk keunggulan tim tamu.
Di babak kedua, pelatih Gerardo Martino memasukkan Sergio Busquets untuk memperkuat lini tengah. Hasilnya, pada menit ke-55, Messi mencetak gol indah lewat eksekusi tendangan bebas dari jarak 22 meter yang melengkung melewati pagar betis. Skor 2-1 bertahan hingga menit ke-72, saat Evanilson menyamakan kedudukan lewat serangan balik cepat yang mengeksploitasi kelengahan Benjamin Cremaschi.
Insiden dengan wasit Nuno Almeida terjadi tak lama setelah gol penyama Porto. Messi merasa ada pelanggaran di kotak penalti pada Alba yang tidak digubris, ditambah beberapa keputusan offside kontroversial yang merugikan timnya. Data VAR memang tidak tersedia di laga persahabatan ini, sehingga keputusan wasit bersifat final. Meski begitu, statistik pelanggaran menunjukkan Porto melakukan 14 pelanggaran berbanding 7 milik Inter Miami, tetapi justru tuan rumah yang mendapat 2 kartu kuning, sementara Porto nihil.
Respons Pelatih dan Rekan Setim
Usai laga yang berakhir imbang 2-2, pelatih Inter Miami, Gerardo Martino, mencoba meredam kontroversi. “Leo adalah manusia. Terkadang emosi muncul, terutama ketika Anda merasa diperlakukan berbeda. Tapi saya bangga ia tetap bisa menjaga fokus hingga peluit akhir,” ujar Martino dalam konferensi pers. Pelatih asal Argentina itu juga menyoroti bahwa Messi tetap menciptakan 3 peluang emas dan mencatat akurasi oper 91%, membuktikan insiden itu tak mengganggu performanya secara signifikan.
Di kubu Porto, pelatih Sérgio Conceição menolak berkomentar banyak. “Saya tidak mendengar apa yang dikatakan. Fokus saya pada tim. Porto bermain sesuai rencana, dan hasil imbang di kandang tim seperti Inter Miami adalah pencapaian bagus,” singkatnya. Namun, kapten Porto, Pepe, yang sempat melerai, memberikan pujian. “Messi adalah pemain hebat. Emosi menunjukkan dia peduli. Tapi saya kenal Nuno Almeida, dia wasit tegas dan adil. Semua sudah selesai di lapangan,” kata Pepe, bek veteran yang pernah menjadi rekan Messi di Barcelona.
Dari sisi data fisik, Messi berlari sejauh 9,2 km, sedikit di bawah rata-rata timnya yang mencapai 10,5 km, tetapi ia mencatat 7 dribel sukses dari 10 percobaan, angka tertinggi di laga itu. Statistik ini menegaskan bahwa meski berusia 38 tahun, La Pulga tetap mampu mendominasi duel satu lawan satu.
Jarang Terjadi, Tapi Sarat Makna
Bagi penggemar sepak bola, melihat Messi meledak secara verbal terhadap wasit adalah momen langka. Selama berseragam Barcelona, PSG, dan kini Inter Miami, ia lebih sering menggunakan bahasa tubuh untuk menyampaikan ketidaksetujuan. Bahkan dalam laga-laga bertensi tinggi seperti El Clásico atau final Copa América, Messi cenderung memilih diam meski dirugikan. Karenanya, insiden di Miami ini bisa dimaknai sebagai akumulasi frustrasi atas keputusan yang dinilai keterlaluan, sekaligus penegasan bahwa sebagai kapten ia merasa bertanggung jawab membela timnya.
Fakta bahwa ia menggunakan kata “Hormati saya” (Respect me) juga menarik dicermati. Di era modern sepak bola yang serba cepat dan penuh tekanan, pemain bintang kerap merasa kurang dihormati oleh pengadil. Messi, dengan semua pencapaiannya, seakan mengingatkan bahwa status legenda tidak membuatnya kebal dari perlakuan semena-mena di lapangan.
Pertandingan berikutnya Inter Miami akan kembali menjalani laga persahabatan melawan Sporting Lisbon, sementara Porto bertemu LA Galaxy. Publik tentu menanti apakah insiden ini akan berbuntut sanksi dari MLS atau hanya menjadi catatan kecil dalam karier gemilang Messi.
Skor Akhir: Inter Miami 2-2 FC Porto
Menit Gol: 14' Taremi (0-1), 33' Suárez (1-1), 55' Messi (2-1), 72' Evanilson (2-2)
Kartu Kuning: Cremaschi 41', Yedlin 65' (Inter Miami)
Penguasaan Bola: Porto 54% - 46% Inter Miami
Shots on Target: Porto 6 - 5 Inter Miami
Total Pelanggaran: Porto 14 - 7 Inter Miami
Baca juga:
Comments (0)